MerahPutih.com - Tepat pada 26 Februari 2021, Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakosa dilantik jadi wali kota dan wakil wali kota Solo periode 2021/2026.
Gibran mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan selama setahun memimpin Kota Batik. Salah satunya soal angka kemiskinan yang masih tinggi.
Baca Juga
"Soal kemiskinan memang benar masih tinggi karena pandemi. Kita pelan-pelan kurangi angka kemiskinan itu," kata Gibran di Solo, Jumat (25/2).
Beberapa catatan terkait kepemimpinan Gibran yang dikeluarkan oleh PKS, salah satunya angka penduduk miskin di Kota Solo meningkat dari Tahun 2020 sebesar 9,03 persen menjadi meningkat di Tahun 2021 menjadi 9,4 persen atau 48.790 penduduk.
"Capaian ini menjadikan Kota Solo menempati posisi teratas kemiskinan untuk tingkat kota di Jawa Tengah.Kemiskinan masih harus jadi catatan merah setahun kepemimpinan Gibran-Teguh," ucap Ketua DPD PKS Solo, Daryono.
Baca Juga
Serikat Buruh Mengadu ke Gibran, Minta Jokowi Bikin Aturan JHT Pro Rakyat
Tidak hanya itu, kata dia, persoalan ketiga soal Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik di tahun 2021 baru sekitar 7,60 persen dari luas wilayah Kota. Padahal target capaian RTH adalah sebesar 20 persen.
"Kami melihat kebijakan pelepasan tanah milik pemerintah kota terus terjadi dan menjadi tantangan bagi terwujudnya RTH publik di Kota Solo," tegas dia.
Ia menambahkan permasalahan keempat adalah gaya Kepemimpinan Gibran yang kurang ngemong, sehingga walikota seperti di menara gading. Komunikasi kurang baik dengan stakeholder terkait.
Ia menambahkan, DPD PKS Solo mengapresiasi capaian Gibran baik dalam hal Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Solo pada tahun 2021 sebesar 82,62 naik sedikit dibandingkan tahun 2020 sebesar 82,21.
"Kami juga mengapresiasi pembangunan mercusuar Kota Solo seperti Pembangunan rel layang (elevated rail) di Simpang Joglo, pembangunan Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo yang berjalan baik," tandasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga
Gibran Sewa Hotel Dinasty Selama Sebulan untuk Isoter 589 Nakes