MerahPutih.com - Gempa magnitudo 5,0 terjadi di wilayah tenggara Pangandaran, Jawa Barat, pada Senin (9/6) malam. Gempa ini dirasakan hingga ke sejumlah daerah di Jawa Tengah, termasuk Cilacap dan Kebumen.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono memaparkan, episenter gempa terletak pada koordinat 8,09 derajat Lintang Selatan dan 108,71 derajat Bujur Timur, atau berjarak sekitar 49 kilometer arah tenggara dari Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, dengan kedalaman 70 kilometer.
BMKG menyatakan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa menengah akibat aktivitas deformasi batuan di dalam lempeng, dengan mekanisme pergerakan oblique thrust atau geser naik.
Berdasarkan hasil pemetaan guncangan BMKG, gempa ini menimbulkan guncangan dengan intensitas III MMI di wilayah Pangandaran.
Baca juga:
Guncangan gempa dengan skala II–III MMI juga dirasakan di wilayah Tasikmalaya dan Cilacap, Garut, Banyumas, Kebumen di Jawa Tengah.
Skala II-III MMI atau guncangan dirasakan nyata di dalam rumah dan seolah-olah ada truk yang melintas.
BMKG saat ini belum menerima ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut dan mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terpancing oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
BMKG meminta masyarakat diharapkan menjauhi bangunan yang retak atau rusak akibat gempa.
"Pastikan rumah atau bangunan tempat tinggal cukup tahan gempa atau tidak mengalami kerusakan yang membahayakan sebelum kembali masuk ke dalamnya," katanya. (*)

