Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow, Dipicu Pergeseran Lempeng di Dasar Laut Muluku

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 17 April 2025
Gempa M 5,7 Guncang Bolaang Mongondow, Dipicu Pergeseran Lempeng di Dasar Laut Muluku

Titik gempa Bolaang mongondow. (Foto: Google)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Gempa M 5,7 mengguncang Tutuyan, Bolaang Mongondow Timur Sulawesi Utara, Kamis (17/4) pagi.

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,40° LU ; 124,91° BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 51 Km arah Tenggara Kota Tutuyan, Sulawesi Utara pada kedalaman 14 km.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas pergeseran lempeng dasar Laut Maluku.

"Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser (strike-slip)," kata Direktur Gempa bumi dan Tsunami BMKG Daryono , Kamis (17/4).

Baca juga:

Gempa M 5,2 Guncang Ternate Senin (14/4), BMKG Jamin Tak Berpotensi Tsunami

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Bolaang Mongondow Timur, Bolaang Mongondow Selatan dengan skala intensitas III-IV MMI.

Di daerah Bolaang Mongondow, Kotamobagu, dan Minahasa Tenggara dengan skala intensitas III MMI. Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu.

Di daerah Bitung, Manado, Minahasa, Gorontalo, Minahasa Selatan, Kota Gorontalo, Bolaang Mongondow Utara, Tomohon, Minahasa Utara, dan Gorontalo Utara dengan skala intensitas II MMI. Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," tegas Daryono.

Baca juga:

Akibat Gempa Bogor, Belasan Rumah Alami Kerusakan

Hingga pukul 08.30 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 11 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M4.3.

Kepada masyarakat dihimbau agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Agar menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan bangunan tempat tinggal anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa yang membahayakan kestabilan bangunan sebelum anda kembali ke dalam rumah," jelas Daryono. (Knu)

#Gempa #Gempa Bumi #Sulawesi Utara #Breaking #BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Ini Yang Bikin Gempa Dangkal di Talaud, Sulawesi Utara
Guncangan dengan skala intensitas II MMI juga dilaporkan dirasakan oleh beberapa orang di kawasan Tobelo, yang ditandai dengan adanya benda-benda ringan yang digantung bergoyang.
Alwan Ridha Ramdani - 53 menit lalu
Ini Yang Bikin Gempa Dangkal di Talaud, Sulawesi Utara
Tradisi
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Pemerintah menetapkan 13 Juli sebagai Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan YME melalui SK Menteri Kebudayaan No. 135/2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 07 Juli 2026
13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan kepada Tuhan YME Nasional, Awalnya dari Wongsonegoro
Indonesia
Peringatan Dini BMKG 7-10 Juli 2026: Cuaca Ekstrem Intai Belasan Provinsi, Bersiap Hadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Pengendara kendaraan bermotor wajib meningkatkan konsentrasi penuh selama perjalanan. Hujan lebat disertai kilat berpotensi besar mengganggu kelancaran lalu lintas jalan raya
Angga Yudha Pratama - Selasa, 07 Juli 2026
Peringatan Dini BMKG 7-10 Juli 2026: Cuaca Ekstrem Intai Belasan Provinsi, Bersiap Hadapi Hujan Lebat dan Angin Kencang
Olahraga
Resmi Gabung Persija Jakarta, Spesial bagi Pratama Arhan
Pratama Arhan akan membela Persija Jakarta dengan kontrak 3 musim.
Frengky Aruan - Senin, 06 Juli 2026
Resmi Gabung Persija Jakarta, Spesial bagi Pratama Arhan
Dunia
6.462 Orang Berhasil Dievakusi Hidup-Hidup dari Reruntuhan Gempa Dahsyat Venezuela
Gempa dahsyat Venezuela menewaskan 3.342 orang dan melukai 16.740 lainnya. Tim SAR berhasil mengevakuasi 6.462 korban hidup-hidup dari reruntuhan, dengan ribuan keluarga menerima bantuan.
Wisnu Cipto - Senin, 06 Juli 2026
6.462 Orang Berhasil Dievakusi Hidup-Hidup dari Reruntuhan Gempa Dahsyat Venezuela
Indonesia
BMKG Peringatkan Dampak Siklon Tropis Bavi, Hujan Lebat Berpotensi Meluas di Sejumlah Wilayah
BMKG memperingatkan dampak Siklon Tropis Bavi terhadap cuaca Indonesia. Tiga provinsi berstatus siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada Senin (6/7).
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 06 Juli 2026
BMKG Peringatkan Dampak Siklon Tropis Bavi, Hujan Lebat Berpotensi Meluas di Sejumlah Wilayah
Indonesia
Prakiraan Cuaca Indonesia 7-9 Juli 2026: Daftar Kota-Kota di Indonesia yang Dihantam Angin Kencang
Fenomena ini berpotensi memicu pohon tumbang serta mengganggu aktivitas penerbangan maupun pelayaran
Angga Yudha Pratama - Senin, 06 Juli 2026
Prakiraan Cuaca Indonesia 7-9 Juli 2026: Daftar Kota-Kota di Indonesia yang Dihantam Angin Kencang
Indonesia
Ancaman El Nino 2026 Nyata, BMKG Beri Peringatan Darurat Puncak Musim Kemarau Bulan Agustus
Puncak musim kemarau sebagian besar terjadi pada Agustus mendatang, meliputi 369 ZOM atau mencakup 48,84 persen luas daratan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 Juli 2026
Ancaman El Nino 2026 Nyata, BMKG Beri Peringatan Darurat Puncak Musim Kemarau Bulan Agustus
Indonesia
Gempa M 6,2 Guncang Halmahera Barat, Getaran Gegerkan Warga di Malut
BMKG mengungkap gempa tersebut memiliki kedalaman 100 kilometer. Dengan pusat di 67 kilomter barat laut Halmahera Barat.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
Gempa M 6,2 Guncang Halmahera Barat, Getaran Gegerkan Warga di Malut
Indonesia
Cuaca Ekstrem Menggila 3-6 Juli 2026: Potensi Hujan Sepekan ke Depan Mengancam Wilayah Aceh Hingga Papua
Embusan angin kuat ini berpotensi menumbangkan pohon perindang jalan serta merusak struktur bangunan non-permanen
Angga Yudha Pratama - Jumat, 03 Juli 2026
Cuaca Ekstrem Menggila 3-6 Juli 2026: Potensi Hujan Sepekan ke Depan Mengancam Wilayah Aceh Hingga Papua
Bagikan