Gaya Hidup Niksen, Bermalas-malasan Berfaedah

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 19 Juli 2024
Gaya Hidup Niksen, Bermalas-malasan Berfaedah

Gaya hidup niksen. (Foto: Unsplash/Andisheh A)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Menghabiskan waktu sehari penuh hanya untuk rebahan dan tidak melakukan apapun tak selamanya buruk. Kegiatan rebahan yang sering disebut bermalas-malasan tersebut dikenal dengan gaya hidup niksen.

Psikolog sekaligus pakar niksen Jan P. de Jonge menyebutkan niksen adalah gaya hidup berfokus tidak melakukan apapun, namun juga tidak bisa disebut sebagai meditasi atau kegiatan holistik mindfulness. Ia mengatakan niksen makin banyak digandrungi orang karena kehidupan sekarang makin modern dan sibuk.

“Anda tidak harus menyadari momen seperti yang Anda lakukan seperti ketika melakukan mindfulness. Sebaliknya, inilah saatnya bagi Anda untuk sepenuhnya memasuki keheningan," kata Jan dikutip dari laman Good Housekeeping, Jumat (19/7).

Dengan menerapkan niksen, seseorang bisa melepaskan diri dari tekanan kehidupan pekerjaan, menyingkirkan gawai, dan mencoba untuk sepenuhnya terhubung kembali dengan diri sendiri.

Baca juga:

Mindfulness dan Inklusivitas Johnson and Johnson Beri Ruang Bagi Tiap Individu

Jonge mengatakan tidak ada cara yang benar dan salah dalam menerapkan niksen. Sebab tiap orang yang ingin menerapkan niksen memiliki tujuan berbeda.

Praktisi kehidupan dan konselor Anna Williamson mengatakan seseorang cukup melakukan kegiatan sederhana seperti minum teh, berjalan di taman, melihat lilin, mengamati hujan di jendela atau hanya sekadar membaca buku untuk menerapkan niksen.

"Ini adalah segala sesuatu yang tidak memerlukan pemikiran atau perencanaan, dengan tujuan untuk melepaskan beban pikiran Anda selama beberapa saat," katanya.

Niksen lebih fleksibel ketimbang meditasi. Meditasi harus mengikuti pola pernapasan dan visualisasi. Sedangkan niksen dibingkai dengan cara melepaskan ketegangan dan bersantai.

Manfaat niksen kata Anna tidak jauh berbeda dengan efek meditasi dan mindfulness. Dengan niksen seseorang lebih menyadari pikiran dan emosinya. Tak hanya itu, niksen membuat seseorang bisa merespons dengan tenang dan jernih saat stres. (tka)

#Kesehatan Mental
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
Selama ini, kesehatan mental masih belum ditempatkan sebagai salah satu prioritas dalam sistem membangun kesehatan daera
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Makin Banyak Warga Jakarta Cek Kesehatan Jiwa, Kesehatan Mental Jadi Penting
ShowBiz
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Yacko merilis 'Unbreakable Me', anthem tentang pemulihan kesehatan mental perempuan. Lagu ini juga jadi bagian kampanye di Sydney Marathon 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 29 April 2026
Yacko Rilis 'Unbreakable Me', Jadi Anthem Perempuan Bangkit dan Lawan Trauma
Lifestyle
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Psikiater mengungkap stigma dan ejekan saat menstruasi bisa memicu tekanan mental. Perempuan didorong berani membela diri dan memahami kondisi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Jangan Dianggap Sepele, Stigma Menstruasi Bisa Ganggu Kesehatan Mental
Lifestyle
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
PMDD adalah gangguan menjelang haid yang lebih berat dari PMS. Psikiater ingatkan gejalanya bisa picu depresi hingga butuh penanganan serius.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Bukan Sekadar PMS, PMDD Bisa Berdampak Serius hingga Picu Depresi Berat
Indonesia
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Menurut pihak Kemenkes, baliho itu berpotensi memicu peniruan tindakan bunuh diri, terutama di tengah tren kenaikan signifikan angka kematian di Indonesia.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Kemenkes Kritik Film ‘Aku Harus Mati’, Khawatirkan Perilaku Meniru
Indonesia
Promosi Film Horor "Aku Harus Mati" Dinilai Berdampak Buruk Bagi Kesehatan Mental Anak dan Remaja P
Sekitar 10 persen remaja mengalami gangguan kesehatan mental. Pada remaja dengan kerentanan psikologis seperti mereka, baliho film semacam "Aku Harus Mati" bisa memunculkan gagasan yang membahayakan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Promosi Film Horor
Indonesia
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Saat ini pemerintah juga mempercepat pemenuhan tenaga psikolog klinis di Puskesmas yang jumlahnya masih terbatas,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 09 Maret 2026
Hasil CKG, Ratusan Ribu Anak Diketahui Alami Cemas dan Depresi
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Indonesia
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Kemenkes membuka layanan healing 119.id bagi warga yang mengalami stres, depresi atau memiliki keinginan bunuh diri.
Wisnu Cipto - Kamis, 30 Oktober 2025
2 Juta Anak Alami Gangguan Kesehatan Mental, Kemenkes Buka Layanan healing 119.id Cegah Potensi Bunuh Diri
Bagikan