MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pempro) Jawa Tengah bertekad untuk menurunkan angka stunting atau gizi buruk.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo membenarkan masih tingginya angka kasus stunting di Jateng. Namun demikian, kasus itu bisa diturunkan secara bertahap.
Baca Juga
"Anak-anak di sejumlah wilayah di Jawa Tengah mengalami stunting. Kita jadi memberikan perhatian," kata Ganjar, Jumat (15/7).
Ia mengatakan, fokus pencegahan sejak anak di dalam kandungan. Menurutnya, bukan hanya di Kota Semarang, wilayah lainnya juga memiliki angka stunting yang lebih tinggi yakni di Kabupaten Brebes.
"Kabupaten Brebes paling banyak kasus stunting di Jawa Tengah. Kota Solo tidak banyak," ucap dia.
Baca Juga
Sebaran Elektabilitas Ganjar, Anies dan Prabowo di Pulau Jawa Versi Charta Politika
Ia mengatakan untuk menekan kasus Stunting pihaknya mengencarkan program "Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng" untuk mencegah.
Melalui program ini, pihaknya juga bekerja sama dengan ikatan perawat untuk menekan angka stunting, terutama di Brebes.
"Ada perawat yang punya organisasi sekarang sedang bekerja di Brebes. Kita gerakkan semua kekuatan. Semuanya kita dorong dan kita serius karena ini masa depan bangsa," papar dia.
Ia mengatakan program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng, diberlakukan secara paralel dari ibu hamil hingga instansi kepemerintahan.
Politisi PDI Perjuangan ini tidak ingin ada ibu melahirkan meninggal atau Angka Kematian Ibu (AKI) juga tinggi
"Kalau ada ibu hamil kita tanyai sudah periksa kandungan belum. Karena 20 persen rata-rata kandungan bermasalah, dari 20 persen itu kita tandai," pungkasnya. (Ismail/Jawa Tengah)
Baca Juga