Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Gagal Kawal Dunia; Habis LBB, Terbitlah PBB

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Minggu, 10 Juni 2018
Gagal Kawal Dunia; Habis LBB, Terbitlah PBB

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). (Foto: un.org)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SELASA, 8 Januari 1918, Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson mengusulkan membentuk Liga Bangsa-Bangsa (LBB) atau League of Nation. Usulan tersebut termaktub di dalam 14 pasal (Wilson’s Fourteen Points). Sehingga pada Kamis, 10 Juni 1920, terbentuklah LBB di Versailles, Prancis. Sementara markas besarnya berada di Jenewa, Swiss.

Pendirian LBB bertujuan untuk memelihara perdamaian dunia dengan melucuti senjata di negara-negara konflik. Selain itu, LBB juga difungsikan untuk menyelesaikan masalah antarnegara-negara melalui diplomasi dan negosiasi.

Namun, tujuan tersebut jauh panggang dari api. Perang antarnegara justru berkecamuk. LBB gagal mengawal perdamaian dunia. Meski demikian, Presiden Amerika Serikat ke-32 Franklin Delano Roosevelt bersama Perdana Menteri Inggris Sir Winston Churchill kembali menggaungkan usaha perdamaian.

Kamis, 14 Agustus 1941, beberapa petinggi negara di dunia mengadakan pertemuan di atas kapal penjelajah Atlanta di lepas Pantai New Foundland, Samudera Atlantik. Tak lama berselang, pertemuan susulan kembali dilakukan di Moskow, Rusia (1943), Dumbarton Oaks, Amerika Serikat (1944), dan Yalta, Ukraina (1945).

Pada pertemuan di Dumbarton Oaks, Washington, kesepakatan terjadi. Beberapa negara seperti Amerika Serikat, Perancis, Inggris, Uni Soviet, dan Tiongkok sepakat membentuk organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). PBB lahir akibat kegagalan LBB dalam mengawal perdamaian.

Pada pertemuan di San Fransisco (25 April–26 Juni 1945) menghasilkan Piagam Perdamaian (Charter of Peace), yang kemudian digunakan sebagai mukadimah Piagam PBB. Dalam pertemuan tersebut dihadiri oleh 50 negara, 282 delegasi yang terdiri atas 444 orang. Pada akhirnya, Rabu, 24 Oktober 1945, PBB resmi didirikan.

PBB Napas Perdamaian Dunia

Meletusnya Perang Dunia II (1939-1945) disebut akibat gagalnya LBB dalam mengawal perdamaian. Karena itu, pada pertengahan 1945 PBB resmi didirikan untuk mengganti peran LBB.

Setelah diresmikan, peran PBB pun semakin diperluas. Tak hanya memelihara perdamaian internasional, PBB juga bertujuan untuk meningkatkan kerja sama dalam memecahkan masalah ekonomi, sosial, dan kemanusiaan internasional.

Rencana konkret awal untuk organisasi dunia baru tersebut dimulai di bawah naungan Departemen Luar Negeri AS pada 1939. Franklin D. Roosevelt dipercaya sebagai seorang yang pertama menciptakan istilah United Nations atau Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai istilah untuk menggambarkan negara-negara Sekutu.

Istilah tersebut pertama kali secara resmi digunakan pada 1 Januari 1942, ketika 26 pemerintah negara berjanji untuk melanjutkan usaha damai dengan menandatangani Piagam Atlantik.

Adapun 4 kesepakatan tersebut di antaranya (1) Tidak dibenarkan adanya usaha perluasan wilayah, (2) Setiap bangsa berhak untuk menentukan usahnya sendiri, (3) Setiap bangsa punya hak untuk turut serta dalam perdagangan dunia, dan (4) perdamaian dunia harus diciptakan agar setiap bangsa hidup bebas dari rasa takut dan kemiskinan.

Sebagai tindak lanjut Atlantic Charter, pada tanggal 25 April 1945, Konferensi PBB tentang Organisasi Internasional diadakan di San Francisco, dengan dihadiri oleh 50 pemerintah negara, dan sejumlah organisasi non-pemerintah yang terlibat dalam penyusunan Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (Declaration of the United Nations).

PBB resmi dibentuk pada 24 Oktober 1945 atas ratifikasi Piagam oleh lima anggota tetap Dewan Keamanan -Perancis, Tiongkok, Uni Soviet, Inggris, dan Amerika Serikat- dan mayoritas dari 46 negara anggota lainnya.

Sidang Umum pertama, dengan 51 wakil negara, dan Dewan Keamanan, diadakan di Westminster Central Hall di London pada Januari 1946. Kedudukan organisasi tersebut awalnya menggunakan bangunan milik Sperry Gyroscope Corporation di Lake Success, New York, mulai dari 1946 hingga 1952. Penggunaannya sampai gedung Markas Besar PBB di Manhattan telah selesai dibangun.

Kontroversi PBB

Meski telah resmi didirikan, segala kritik justru semakin kencang mengarah kepada PBB. Di Amerika Serikat sendiri, John Birch Society lahir sebagai tandingan dari organisasi dunia tersebut.

Dengan memulai kampanye get US out of the UN pada 1959, mereka menuding tujuan didirikan PBB sebagai One World Government atau Satu Pemerintah Dunia. Banyak juga dari kalangan yang bahkan menyebut PBB sebagai alat dari organisasi berbahaya Iluminati dalam mengontrol dunia.

Tak hanya itu, Komite Kemerdekaan Perancis Charles de Gaulle menyindir PBB dengan menyebutnya le machin (Si Itu), dan merasa tidak yakin bahwa aliansi keamanan global akan membantu menjaga perdamaian dunia. Gaulle justru lebih percaya pada perjanjian/pakta pertahanan antarnegara secara langsung.

#PBB #Sejarah PBB
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
PBB Dituntut Ingatkan Negara Timur Tengah Berhenti Mengizinkan AS Melancarkan Serangan ke Wilayah Iran
Iran mengecam keras serangan AS yang dilakukan selama 22 jam terakhir, dan menggambarkan hal itu sebagai pelanggaran serius terhadap Piagam PBB dan ancaman terhadap perdamaian dan keamanan internasional.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 13 Juli 2026
PBB Dituntut Ingatkan Negara Timur Tengah Berhenti Mengizinkan AS Melancarkan Serangan ke Wilayah Iran
Dunia
Harapan Baru untuk Kuba, PBB Sepakat Kaji Ulang Embargo AS Selama 66 Tahun
Majelis Umum PBB sepakat mengkaji ulang embargo ekonomi AS terhadap Kuba. 136 negara mendukung langkah ini, memberi harapan baru bagi Havana yang 66 tahun didera sanksi.
Wisnu Cipto - Rabu, 08 Juli 2026
Harapan Baru untuk Kuba, PBB Sepakat Kaji Ulang Embargo AS Selama 66 Tahun
Dunia
PBB Proyeksikan 6,7 Juta Korban Terdampak Gempa Venezuela, 2 Juta di Ibu Kota Caracas
PBB memproyeksikan 6,76 juta orang terdampak gempa Venezuela, termasuk 2 juta di Caracas. IOM siapkan bantuan darurat.
Wisnu Cipto - Minggu, 28 Juni 2026
PBB Proyeksikan 6,7 Juta Korban Terdampak Gempa Venezuela, 2 Juta di Ibu Kota Caracas
Dunia
Dunia di Ambang Krisis, Tinggi Permukaan Laut Naik 2 Kali Lipat dalam 10 Tahun
Jika tren ini berlanjut, jutaan orang di wilayah pesisir akan menghadapi banjir rob, hilangnya lahan, dan krisis pangan akibat rusaknya ekosistem laut.
Wisnu Cipto - Kamis, 11 Juni 2026
Dunia di Ambang Krisis, Tinggi Permukaan Laut Naik 2 Kali Lipat dalam 10 Tahun
Indonesia
DPR Desak Pemerintah RI Lobi PBB demi Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Tentara Israel
Wakil Ketua Komisi I DPR RI mendesak pemerintah RI bersikap tegas usai aktivis dan jurnalis Indonesia ditangkap Israel saat menjalankan misi kemanusiaan di perairan internasional.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 19 Mei 2026
DPR Desak Pemerintah RI Lobi PBB demi Bebaskan Jurnalis yang Ditangkap Tentara Israel
Indonesia
Indonesia Turunkan Karhutla 86 Persen, Menhut RI Dorong Pengakuan Hutan Adat di Forum PBB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkap Indonesia berhasil menekan karhutla hingga 86 persen dalam satu dekade terakhir saat forum PBB di New York.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Indonesia Turunkan Karhutla 86 Persen, Menhut RI Dorong Pengakuan Hutan Adat di Forum PBB
Indonesia
Gugurnya Praka Rico di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi UNIFIL
DPR RI meminta PBB mengevaluasi perlindungan pasukan UNIFIL usai gugurnya prajurit TNI di Lebanon. Investigasi transparan juga didorong.
Ananda Dimas Prasetya - Sabtu, 25 April 2026
Gugurnya Praka Rico di Lebanon, DPR Desak PBB Evaluasi UNIFIL
Indonesia
Indonesia Gaungkan Perlindungan Pasukan PBB, 72 Negara Beri Dukungan
Indonesia bersama 72 negara di PBB menyerukan perlindungan pasukan UNIFIL di Lebanon usai serangan yang menewaskan tiga prajurit RI dan melukai sejumlah personel.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 10 April 2026
Indonesia Gaungkan Perlindungan Pasukan PBB, 72 Negara Beri Dukungan
Indonesia
DPR RI Tuntut PBB Turun Tangan Usut Pelaku Serangan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon
Ketua BKSAP DPR Syahrul Aidi Maazat menegaskan pentingnya penyelidikan yang netral dan tidak dipengaruhi kepentingan politik global.
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
DPR RI Tuntut PBB Turun Tangan Usut Pelaku Serangan yang Tewaskan Prajurit TNI di Lebanon
Indonesia
Prajurit TNI Gugur di Misi PBB, Investigasi Harga Mati Sebelum Tarik Pasukan
Pengiriman pasukan perdamaian merupakan misi mulia yang menjadi ikon diplomasi pertahanan Indonesia di kancah internasional
Angga Yudha Pratama - Kamis, 09 April 2026
Prajurit TNI Gugur di Misi PBB, Investigasi Harga Mati Sebelum Tarik Pasukan
Bagikan