Gabung Pemerintahan, NasDem-PKB Disebut bakal Dapat Jatah Menteri dari Prabowo-Gibran

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 30 April 2024
Gabung Pemerintahan, NasDem-PKB Disebut bakal Dapat Jatah Menteri dari Prabowo-Gibran

Presiden terpilih, Prabowo Subianto (kiri) didampingi wakil presiden terpilih, Gibran Rakabuming Raka (kanan), saat di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta, Rabu (24/4). Foto: ANTARA FOTO/April

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - PARTAI Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai NasDem secara terang-terangan merapat ke pemerintahan presiden dan wakil presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Pengamat politik UI, Cecep Hidayat, mengatakan, dengan adanya dukungan PKB dan NasDem ini, Prabowo pastinya akan memikirkan kursi menteri kepada dua parpol tersebut.

Ia memastikan partai yang diketuai Surya Paloh dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin itu menerima jatah menteri. "Partai yang sekarang di luar kan PKB. NasDem masuk lagi. Itu kemudian diakomodasi PPP tetapkan dukungan," kata Cecep saat dihubungi Merahputih.com, Selasa (30/4).

Baca juga:

Gerindra bakal Bawa Prabowo Silaturahmi ke Semua Partai Politik

Meski dapat kursi menteri, ucap Cecep, jumlahnya jauh lebih sedikit jika dibandingkan dengan partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM), yang sudah berjuang sejak pertarungan Pilpres 2024.

Terdapat sembilan partai politik yang mendukung Prabowo-Gibran di Pilpres 2024 yang tergabung dalam KIM. Di dalamnya ada empat partai politik parlemen, yaitu Partai Gerindra, Partai Golkar, PAN, dan Partai Demokrat. Ada pula lima partai nonparlemen, yaitu PBB, Partai Gelora Indonesia, PSI, Partai Garuda, dan Partai Prima.

Menurut dia, sinyal kuat PKB dan NasDem kebagian kursi menteri ini berkaca dari pertemuan Prabowo Subianto dengan Surya Paloh dan Cak Imin setelah ditetapkan sebagai presiden terpilih pemenang pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Ketika Prabowo sudah sowan dengan Surya Paloh dan Cak Imin sudah ketemu, yah itu udah bisa dipastikan akan menjadi barisan. Mungkin akhirnya mereka masuk di gerbong belakangan tentunya jumlahnya berbeda seperti Golkar dan Demokrat," tutupnya.(Asp)

Baca juga:

Gelora Tolak PKS Masuk Pemerintahan, Gibran Serahkan Keputusan kepada Prabowo

#Pemilu #Pemilu 2024 #Prabowo #Gibran Rakabuming Raka
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Bakal Hadiri Rapat Paripurna DPR
Dalam rapat itu, ada dua agenda utama, yakni penetapan mitra kerja Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa, dilanjutkan dengan pengambilan keputusan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 30 September 2026
Presiden Prabowo Subianto Bakal Hadiri Rapat Paripurna DPR
Indonesia
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Pertemuan tersebut merupakan lanjutan setelah kedua tokoh bertemu pada Senin (28/9) malam.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Megawati Rencanakan Kunjungan Balsan ke Presiden Prabowo, Dijadwalkan Oktober
Indonesia
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Pemerintah telah melakukan uji coba melalui latihan evakuasi medis menggunakan helikopter di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 28 September 2026
Program Ambulans Udara Mulai Diujicobakan Pakai Helikopter
Indonesia
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Wapres Gibran meminta maaf atas dugaan keracunan MBG di Batang. Sebanyak 700 siswa terdampak dan 34 masih dirawat, investigasi berlangsung.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 28 September 2026
Gibran Minta Maaf atas Dugaan Keracunan MBG di Batang, 34 Pasien Masih Dirawat
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Beredar informasi di media sosial yang menyebut Wapres Gibran Rakabuming Raka meminta program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan.
Frengky Aruan - Senin, 28 September 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Gibran Minta MBG Dihentikan
Indonesia
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Sistem tersebut menarik karena partai politik memiliki peran dalam menentukan calon yang memperoleh mandat rakyat.
Dwi Astarini - Rabu, 23 September 2026
Legislator Golkar Komentari Usul Dapil Nasional: Menarik, tapi jangan Bikin Bingung
Indonesia
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Pembahasan mengenai mekanisme tersebut, masih terus dilakukan id antara partai politik sebagai bagian dari penyusunan revisi Undang-Undang Pemilu.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Punya 2 Juta Suara Terbuang, Demokrat Usul Dapil Nasional
Indonesia
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Penaikan PT diperlukan untuk mendorong efektivitas kerja parlemen.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
PDIP Buka Opsi Parliamentary Threshold 5-7 Persen untuk Efektivitas Kerja Parlemen
Indonesia
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Demokrat lebih menyoroti potensi banyaknya suara rakyat yang hangus akibat penerapan PT.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Demokrat Usul Dapil Nasional di Tengah Wacana Parliamentary Threshold 7 Persen
Indonesia
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
“Saya sudah dipesan saya tidak boleh joget. Jadi, pakar-pakar itu, mereka merasa tidak pantas pemimpin Indonesia joget. Gimana? Rakyat kita suka joget kok,” kata Prabowo
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 19 September 2026
Prabowo Sebut Pakar Pesan Pemimpin Tidak Boleh Joget, Rakyat Kita Suka Joget
Bagikan