3 Cara Membuat Tubuh Lebih Banyak Bergerak dalam Kesehariaan

annehsannehs - Jumat, 14 Januari 2022
3 Cara Membuat Tubuh Lebih Banyak Bergerak dalam Kesehariaan

Mudah menggerakan tubuh layaknya berolahraga. (Foto pixabay/Fotorech)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MEMASUKI minggu kedua pada 2022, kamu pun masih berusaha mempertahankan resolusi 2022 yakni menjalani gaya hidup yang lebih sehat, termasuk berolahraga. Sayangnya pekerjaan kantor, tugas kuliah, atau mengurus rumah tangga dan anak yang baru lahir membuatmu tidak ada waktu lowong sama sekali. Alhasil, tubuhmu terasa berat dan pegal-pegal, lemak makin tertimbun, dan tubuh tidak berenergi.

Menurut Marcy Crouch PT, DPT, CLT, WCS yang merupakan seorang ibu, terapis fisik, dan entrepreneur, waktu lowong untuk berolahraga tidak mungkin tersedia bagi orang yang sibuk seperti dirinya. Maka dari itu, harus ada beberapa aktivitas fisik tambahan setiap hari untuk membuat tubuhmu lebih banyak bergerak. Dikutip dari Healthline, berikut merupakan tiga cara membuat tubuh lebih banyak bergerak dalam aktivitas sehari-hari menurut rekomendasi Crouch.

Baca Juga:

Ladies, Berpuasa Membuat Kulit Cantik

1. Pilih tangga

Hindari eskalator dan gunakan tangga. (Foto pixabay/Activedia)
Hindari eskalator dan gunakan tangga. (Foto Pixabay/Activedia)

Memang, tangga terlihat sebagai fitur yang menyebalkan dan melelahkan, apalagi jika tersedia elevator dan eskalator di depan mata yang bisa membuatmu sampai ke tujuan dengan lebih nyaman dan cepat. Meski begitu, naik dan turun tangga bisa meningkatkan detak jantungmu, membantu keseimbangan tubuh, dan meningkatkan kekuatan ekstremitas bawah.

Buat tubuhmu bergerak lebih banyak dengan cara memilih untuk naik turun tangga.

2. Parkir jauh

Jadikan ini sebagai latihan cardio. (Foto pixabay/quangnaruto)
Jadikan ini sebagai latihan cardio. (Foto Pixabay/quangnaruto)

Jika berada di lahan parkir yang aman, luas, dan tidak membingungkan, pertimbangkan untuk parkir di tempat yang jauh. Ini akan membuatmu harus berjalan lebih lama dan jauh sehingga hitung-hitung kamu seperti cardio di gym.

Baca juga:

Seberapa Efektif Latihan 'Plank' untuk Kebugaran Tubuh?

3. Olahraga sembari menonton

Jangan nonton sambil tidur-tiduran dan nyemil. (Foto pixabay/JESHOOTS-com)
Jangan nonton sambil tidur-tiduran dan nyemil. (Foto pixabay/JESHOOTS-com)

Ketika kamu ada waktu bersantai untuk menonton drakor, sinetron, ataupun film Netflix, coba nikmati tontonanmu sambil berolahraga. Ketimbang bermalas-malasan di ranjang, coba untuk ambil yoga mat kamu dan mulai berolahraga sederhana atau melakukan latihan perenggangan tubuh. Jika kamu menonton selama 30 menit, tanpa terasa kamu sudah bergerak selama 30 menit juga. (SHN)

Baca Juga:

Perilaku Zodiak Ketika Kehilangan Minat Pada Pasangannya

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan