Kesehatan

FST Unair Kembangkan Sensor Pendeteksi Kandungan Kreatinin

P Suryo RP Suryo R - Selasa, 03 November 2020
FST Unair Kembangkan Sensor Pendeteksi Kandungan Kreatinin

Pendeteksi ginjal hasil pengembangan dari penelitian sebelumnya. (Foto: Pixabay/4466844)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

INOVATIF adalah kata yang tepat bagi dosen Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Dr. Miratul Khasanah dan timnya yang mengembangkan sensor potensiometri. Sensor ini digunakan untuk mendeteksi kandungan kreatinin pada darah sebagai indikator gagal ginjal.

Sensor tersebut merupakan hasil pengembangan dari penelitian sebelumnya, yakni sensor pendeteksi asam urat. Sebenarnya, kandungan kreatinin dalam darah selalu digunakan sebagai indikator fungsi ginjal.

Baca Juga:

Waspadai Batu Ginjal Tanduk Rusa yang Muncul Tanpa Gejala

ginjal
Perangkat modifikasi untuk sensor pendeteksi gagal ginjal karya dosen Unair. (Foto: istimewa)

“Khususnya di bidang medis, pendeteksi kreatinin pada serum darah biasanya memakai teknik fotometri yang memerlukan pereaksi kimia atau enzim yang berharga mahal. Di samping juga perlu ada volume sample yang relatif besar sebab metoda yang dipakai memiliki limit deteksi relatif tinggi yakni pada kisaran mg/dL,” papar Mira dalam keterangan tertulisnya, Selasa (03/10).

Pada pengembangan penelitian ini, Mira mengembangkan metode sederhana, dan menggunakan peralatan sederhana juga. Sebab bisa mengurangi ketergantungan pada suatu instrumen tertentu.

Sebab itu, sejak tahun 2016, Mira dengan tim telah mengembangkan sensor potensiometri untuk deteksi komponen dalam darah, di antaranya asam urat, kreatinin dan glukosa.

Baca Juga:

Penyakit Ginjal Kronik, Penyakit Tanpa Tanda-Tanda yang Mematikan

ginjal
Pengembangan alat temuan baru itu memungkinkan mengetahui kesehatan ginjal lebih dini. (Foto: Pixabay/OpenClipart-Vectors)

Menurutnya, selama ini metode deteksi kreatinin pada bidang medis dilakukan menggunakan metode kolorimetri, yang diketahui pada pendeteksi memerlukan pereaksi kimia tertentu atau menggunakan enzim.

“Jika menggunakan enzim memang selektif dan bahkan spesifik, namun harganya tidak murah. Sedangkan deteksi kreatinin dengan potensiometri, peralatan yang digunakan sangat sederhana, yakni potensiometer/ion meter seperti umumnya digunakan mengukur pH larutan, dilengkapi suatu sensor berupa elektroda dari bahan dasar berupa karbon,” beber Mira.

Sensor elektrometri, kemampuan sensornya sangat dipengaruhi konduktivitas bahan sehingga memerlukan material yang konduktif. Karbon memiliki sifat tersebut. Untuk meningkatkan selektivitas sensor maka dibuatlah suatu imprint (cetaka) agar sensor hanya sesuai untuk kreatinin.

Zeolit dipilih untuk modifikasi untuk pembentuk cetakan. Dalam hal ini, material yang digunakan bahan pembuatan sensor yakni campuran serbuk karbon dan imprinted zeolit. Zeolit dipilih merupakan material yang mudah dimodifikasi terkait ukuran pori dan pembentukan cetakan. Di samping itu, zeolit merupakan salah satu material yang berkonduktivitas listrik bagus sehingga akan meningkatkan sinyal analisis.

Sensor yang dikembangkan pada tahun 2017-2018 tersebut berbentuk sederhana. Ia juga berharap, alat jenis ini lebih banyak lagi dikembangkan. Sebab alat sensor tersebut memiliki biaya cukup ekonomis.

“Membayangkan jika bisa dikembangkan sensor serupa maka akan membantu badan pengawas obat dan makanan (BPOM) untuk mengontrol produk-produk obat dengan biaya yang hemat" pungkas Mira. (Andika Eldon/Surabaya)

Baca Juga:

Sepele, Kebiasaan Kecil ini Bisa Jadi Penyebab Batu Ginjal

#Breaking #Kesehatan #Ginjal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

P Suryo R

Stay stoned on your love
Show More

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Indonesia
Profil Rustian Sestama BNPB yang Kena OTT KPK, Uang Miliaran dan Emas Jadi Bukti
KPK gelar OTT dan tangkap Sestama BNPB Rustian terkait dugaan korupsi dana siap pakai kebencanaan. Cek profil dan kronologi penangkapan beserta barang buktinya di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 13 Oktober 2026
Profil Rustian Sestama BNPB yang Kena OTT KPK, Uang Miliaran dan Emas Jadi Bukti
Indonesia
Info Gempa Terkini: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 4,6 Berpusat di Laut, Warga Diminta Tetap Waspada
Cari tahu info gempa terkini! Guncangan gempa Banten hari ini bermagnitudo 4,6 berpusat di laut Muarabinuangeun dan terasa hingga Palabuhan Ratu. Cek detailnya di sini.
Angga Yudha Pratama - Senin, 12 Oktober 2026
Info Gempa Terkini: Banten Diguncang Gempa Magnitudo 4,6 Berpusat di Laut, Warga Diminta Tetap Waspada
Indonesia
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda mengalami erupsi beruntun dua kali pada Jumat malam (9/10) dengan jeda hanya 6 menit. Radius 2 km disterilkan!
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Oktober 2026
Jumat Malam Anak Krakatau Erupsi Beruntun Lagi, Jedanya Cuma 6 Menit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Operasional Bandara Sam Ratulangi Manado ditutup sementara akibat kebakaran rumput di sekitar runway 18. Asap tebal picu delay dan pengalihan rute penerbangan!
Wisnu Cipto - Selasa, 06 Oktober 2026
Bandara Sam Ratulangi Manado Ditutup Imbas Kebakaran Rumput Area Runway
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Indonesia
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Gunung Api Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas vulkanik dengan mengalami erupsi pada Senin (5/10) pukul 20.13 WIB.
Wisnu Cipto - Senin, 05 Oktober 2026
Anak Krakatau Erupsi Lagi, Masih Berlangsung Jauhi Radius 2 KM!
Bagikan