Kesehatan

Fobia Seks, Ketika Seks Menjadi Menakutkan

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Senin, 15 Juli 2019
Fobia Seks, Ketika Seks Menjadi Menakutkan

Seks bukan nikmat tapi menakutkan (Foto: Pexels/Moose Photos)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RASANYA aneh dan enggak mungkin kalau seseorang menolak seks bukan? Ya, aktivitas yang satu ini paling ditunggu setiap pasangan. Terutama bagi pria. Namun, kenyataannya ada saja orang yang menolak seks.

Mereka mengalami fobia seks. Jangankan berhubungan seks. Memikirkan seks saja pengidap phobia seks sudah ketakutan. Menurut laman Alodokter, sebutan bagi pengidap phobia seks ialah erotophobia.

Erotophobia sendiri terdiri dari beberapa jenis. Berikut ulasan lengkapnya.

1. Genophobia

Mereka sulit mengalami ereksi dan sulit mencapai orgasme (Foto: Pexels/Pixabay)

Dikenal juga dengan coitophobia, ini merupakan rasa takut akan penetrasi atau senggama. Pengidap genophobia sulit mengalami ereksi hingga mencapai orgasme. Namun pengidap fobia seks ini masih berani melakukan cumbuan. Mereka hanya takut saat memasuki sesi penetrasi.

Baca juga:

Tiga Tips 'Foreplay' yang Membuat Perempuan di Awang-Awang

2. Paraphobia

Seks merupakan perilaku menyimpang bagi mereka (Foto: Pexels/Gratisography)

Bagi pengidap paraphobia. Bercinta merupakan hal yang menyimpang. Mereka merasa bercinta dapat menodai diri mereka. Ya betul, bagi mereka seks merupakan perilaku menyimpang. Walau dilandasi dengan rasa sama-sama suka.

3. Haphephobia

Disentuh kerabat juga enggak enggan (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Haphephobia atau chiraptophobia merupakan rasa takut disentuh. Jangan kan disentuh dengan pasangan. Penderita haphephobia juga enggan jika disentuh oleh kerabat mereka sendiri.

Baca juga:

Silat Lidah Bisa Bikin Stroke?

4. Gymnophobia

Mereka malu telanjang di depan pasangan (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Penderita fobia ini takut tampil telanjang di depan pasangannya. Bahkan melihat orang lain telanjang pun mereka juga takut. Meski enggak selalu, fobia ini juga bisa disebabkan persepsi negatif akan tubuhnya sendiri.

5. Philematophobia

Mereka takut bercumbu karena takut bau mulut (Foto: Pexels/Pixabay)

Penderita philematophobia takut bercumbu dengan pasangannya. Alasannya karena masalah kebersihan. Penderita ini merasa mulut merupakan sarang kuman. Bau mulut juga menjadi alasan penderita fobia ini enggan bercumbu.

Masih banyak jenis erotophobia yang lain selain fobia-fobia di atas. Selain itu, penderita erotophobia, seringkali memiliki lebih dari satu jenis fobia seks. Semoga kamu enggak menderita fobia seks ya sahabat Merah Putih. (ikh)

Baca Juga: 3 Makanan untuk Menjaga Kesehatan Organ Intim Perempuan

#Kesehatan #Fobia
Bagikan
Ditulis Oleh

Ikhsan Aryo Digdo

Learner.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan