Film Dokumenter 'Jagad’e Raminten': Merayakan Warisan Inklusivitas dan Cinta dari Sosok Ikonik Yogyakarta

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Sabtu, 28 Juni 2025
Film Dokumenter 'Jagad’e Raminten': Merayakan Warisan Inklusivitas dan Cinta dari Sosok Ikonik Yogyakarta

Film 'Jagad'e Raminten' ditunjukkan untuk mendiang Hamzah Sulaiman. (Foto: dok/Kalyana Shira Foundation)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kalyana Shira Foundation menghadirkan sebuah dokumenter berjudul Jagad’e Raminten yang menggali kisah hidup dan warisan budaya dari sosok Raminten, salah satu figur ikonik dari Yogyakarta.

Dalam durasi 95 menit, film ini menyajikan perjalanan inspiratif Raminten, yang dikenal luas sebagai wirausahawan sukses di berbagai bidang mulai dari usaha oleh-oleh, restoran, batik, hingga pertunjukan kabaret.

Lebih dari sekadar pelaku bisnis, Raminten juga dikenal sebagai pencipta ruang aman bagi komunitas inklusif yang beragam.

Pemutaran perdana dokumenter ini berlangsung di Auditorium LIP Yogyakarta dan dihadiri lebih dari 250 orang, termasuk keluarga besar Raminten, pelaku seni, aktivis, serta komunitas film dari dalam dan luar Yogyakarta.

Baca juga:

Sosok Seniman Ikonik Raminten akan Difilmkan Sambil Promosikan Yogyakarta

Kisah Perjalanan Bisnis Hamzah si

Film ini tidak hanya menampilkan sisi gemerlap dari dunia Raminten, tetapi juga menelusuri perjalanan hidup pendirinya, Kanjeng Mas Tumenggung (KMT) Tanoyo Hamijinindyo atau Hamzah Sulaiman.

Melalui kiprahnya, Hamzah membangun lebih dari sekadar bisnis—ia merawat sebuah keluarga besar yang terdiri dari karyawan, seniman kabaret, sahabat, dan kerabat dekat.

Disutradarai dan ditulis oleh Nia Dinata, diproduseri oleh Dena Rachman, serta didukung oleh Melissa Karim sebagai co-produser, dokumenter ini menyoroti bagaimana Raminten cabaret menjadi simbol ekspresi seni yang terbuka dan inklusif.

Baca juga:

Hamzah Sulaiman Berpulang, Seniman dan Pengusaha di Balik House of Raminten

“Raminten mengajarkan kita tentang kekuatan dari penerimaan dan ketulusan terhadap keberagaman. Lewat film ini, kami ingin mengenang sosok Hamzah Sulaiman sekaligus menyampaikan rasa hormat yang dalam kepada beliau,” ungkap Nia Dinata.

Jagad’e Raminten juga menjadi persembahan terakhir yang penuh cinta dari orang-orang terdekat almarhum Hamzah Sulaiman. Meski sang tokoh utama telah tiada sebelum film ini dirilis, semua pihak yang terlibat memahami bahwa Hamzah sangat menantikan hadirnya dokumenter ini sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangannya.

Melalui dokumenter ini, nilai-nilai yang ditanamkan Hamzah Sulaiman terus diwariskan: tentang cinta, empati, dan semangat untuk menciptakan ruang yang inklusif bagi semua, terutama masyarakat Yogyakarta yang sangat ia cintai. (far)

#Film Dokumenter #The House Of Raminten #Yogyakarta
Bagikan
Ditulis Oleh

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.

Berita Terkait

Indonesia
Dilaporkan ke Polisi, Tim Produksi Film Pesta Babi Puji Mama Sinta Pejuang Hak Adat Papua
Tim kolaborasi film dokumenter Pesta Babi akhirnya angkat bicara terkait laporan hukum yang diajukan tokoh perempuan adat Malind, Yasinta Moiwend atau Mama Sinta, ke Polda Metro Jaya.
Wisnu Cipto - Minggu, 31 Mei 2026
Dilaporkan ke Polisi, Tim Produksi Film Pesta Babi Puji Mama Sinta Pejuang Hak Adat Papua
Indonesia
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Gangguan terjadi setelah lokomotif KA Jaka Tingkir dan rangkaian KA Serayu mengalami masalah di jalur emplasemen Pasar Senen,
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Imbas Gangguan Stasiun Pasar Senen, KA Tujuan Yogyakarta Tiba Telat Hampir 2 Jam
Tradisi
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta menjadi simbol syukur, berbagi rezeki, dan perpaduan budaya Jawa dengan ajaran Islam yang terus lestari hingga kini.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 13 Mei 2026
Makna Tradisi Grebeg Gunungan Idul Adha di Yogyakarta, Simbol Syukur dan Berkah
Fun
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
Berikut rekomendasi wisata religi di Yogyakarta untuk libur panjang Kenaikan Yesus Kristus 2026, mulai dari Gua Maria Sendangsono hingga Gereja Ganjuran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 12 Mei 2026
Rekomendasi Wisata Religi di Jogja saat Long Weekend Kenaikan Yesus Kristus Mei 2026
ShowBiz
Lebih dari Sekadar Film Konser, Dokumenter "Oasis Live '25 Tour" Bakal Tayang di Bioskop
Film dokumenter reuni Oasis bakal tayang mulai 11 September 2026 di IMAX dan bioskop global. Hadirkan wawancara langka Liam dan Noel Gallagher setelah 25 tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 10 Mei 2026
Lebih dari Sekadar Film Konser, Dokumenter
Indonesia
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Maman menilai fenomena ini merupakan pengkhianatan terhadap kepercayaan orang tua yang menitipkan buah hati mereka
Angga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Pemerintah Audit Seluruh Daycare Pasca Tragedi Memilukan di Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Secara aturan, kasus ini memenuhi syarat untuk restitusi karena korbannya bayi
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
DPR Desak Pemulihan Hak Bayi yang Jadi Korban Kekerasan Daycare Little Aresha Yogyakarta
Indonesia
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
Sahroni mendesak Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) untuk mengambil langkah tegas berupa pemecatan
Angga Yudha Pratama - Senin, 27 April 2026
Daycare Little Aresha Tak Berizin Siksa Puluhan Anak, Komisi III DPR RI Pemilik Yayasan Segera Dipecat
ShowBiz
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Record Store Day Yogyakarta 2026 digelar 25–26 April di XT Square. Hadirkan 71 lapak vinyl, kaset, dan CD serta program kreatif kolaboratif.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 23 April 2026
Record Store Day Yogyakarta 2026 Digelar 25–26 April, 71 Lapak Siap Meriahkan XT Square
Lifestyle
Dokumenter 'Aldeas, the Final Dream of Pope Francis' Tayang Perdana di Vatikan, Ungkap Pesan Terakhir Paus Fransiskus
Film dokumenter Aldeas menghadirkan kesaksian terakhir Paus Fransiskus. Diproduseri Martin Scorsese, tayang perdana di Vatikan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 21 April 2026
Dokumenter 'Aldeas, the Final Dream of Pope Francis' Tayang Perdana di Vatikan, Ungkap Pesan Terakhir Paus Fransiskus
Bagikan