Film

Film "Bumi Itu Bulat" Kisahkan Toleransi Antar Umat Beragama di Kalangan Generasi Milenial

Raden Yusuf NayamenggalaRaden Yusuf Nayamenggala - Rabu, 03 April 2019
Film

Film 'Bumi itu Bulat' Akan segera tayang pada awal bulan April (Foto: MP/Albi)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

FILM Indonesia terbaru bertajuk Bumi Itu BUlat hadir sebagai nilai peduli terhadap toleransi umat beragama, khususnya dikalangan milenial.

Film itu merupakan film produksi Inspiration Pictures yang berasosiasi dengan Ideosource Entertainment, Astro Shaw dan GP Ansor.

Terciptanya film besutan Sutradara Ron Widodo tersebut, diinisiasi oleh Gus Yaqut (Ketua Umum PP GP Ansor), Robert Ronny (Produser Film), Christine Hakim (Akhtris), Arie Kriting (komedian/aktor) dan Jenehara Nasution (desainer fashion).

Kelima orang warga Indonesia dengan latar belakang berbeda itu, mendukung pembuatan film tersebut. Mereka melihat meningkatnya jumlah anak muda yang intoleran. Karena itu, film ini dibuat untuk mempromosikan toleransi di kalangan anak muda.

Febby Rastanty, salah satu milenial yang membintangi film Bumi itu Bulat. (Foto: MP/Albi)

Film ini dibintangi oleh para aktor dan aktris milenial seperti Rayn Wijaya, Rania Putrisari, Qausar Harta, dan Febby Rastanty. Namun ada pula beberapa aktor senior yang terlibat, antara lain yaitu Mathias Muchus, Ria Irawan, Christine Hakim dan Arie Kriting.

"Saya merasa resah beberapa tahun ini, intoleransi makin meningkat, dan perbedaan yang ada di indonesia dijadikan alasan untuk membenci konflik. Lewat film ini saya ingin mengingatkan bahwa semua perbedaan justru merupakan kekuatan," kata Robert Ronny yang menjadi salah satu inisiator lahirnya film ini.

Film ini berkisah seorang pria muda beranama Rahabi, dia memiliki grup musik Acapella bernama 'Rujak Acapella'. Grup tersebut terdiri dari berbagai anak muda dengan latar belakang berbeda.

Antara lain yaitu Hitu, muslim dari ambon yang bercita-cita jadi Banser karena mereka pernah membantu keluarganya saat kerusuhan di Ambon. Markus, seorang keturunan Tionghoa kristen, Syaid muslim Muhammadiyah yang ingin menjadi penulis novel, dan Tiara, seorang gadis yang menyukai Rahabi.

Baca juga:

Tapak Tilas Kebangkitan Produksi Film Negara Setelah Lama "Tertidur Lelap"

Ayah Rahabi, Syamsul, berada di Organisasi Milisi Islam yang dikenal sebagai Basner. Dia menghabiskan banyak waktunya di organisasi tersebut, hingga hampir tak punya waktu untuk keluarga.

Rahabi yang mengambil alih tanggung jawab membiayai pendidikan adik perempuannya. Karena itu rahabi dipenuhi ambisi dan tekad yang kuat, dirinya sangat ingin merilis album agar bisa menuai kesuksesan.

Jalan menuju sukses pun telah terbuka, saat seorang produser musik bernama Aldi, menawarkan rekaman tapi dengan satu syarat. Aisha harus ada didalam grup Rujak Acapella. Aisha merupakan mantan penyanyi muda terkenal yang telah berhenti bernyanyi karena hijrah.

Jalan cerita menarik akan disuguhkan di film 'Bumi itu Bulat' (Foto: instagram @boxofficemovie_)

Namun mengajak Aisha bukanlah perkara mudah, karena Rahabi harus melakukan satu syarat dari Asiha. Tugas dari Aisha ialah Rahabi harus mewawancarai seorang dosen, yang baru dipecat lantaran dituduh menyebarkan paham kebencian.

Awalnya Rahabi tak merasa ada yang aneh ataupun berbahaya dengan tugas Aisha. Hingga kemudian keluarga dan para sahabat Rahabi curiga jika Rahabi bergabung dalam organisasi radikal. Akhirnya Rahabi pun harus bisa mengambil sikap tegas dan juga mempertaruhkan impiannya untuk sukses bersama grup Acappelanya.

Baca juga:

Demi Totalitas Berbahasa India di Film 'Kuambil Lagi Hatiku', Lala Karmela Rela Lakukan Ini

Film ini diharapkan bisa tebarkan pesan positif. Melalui kisah persahabatan serta toleransi dikalangan milenial. Tak hanya itu film ini juga siap memberikan tonton yang menghibur dan bermanfaat bagi masyarakat.

Untuk kamu yang sudah tak sabar ingin menonton film tersebut. Film "Bumi Itu Bulat" akan hadir di seluruh bioskop Indonesia pada tanggal 11 April 2019 mendatang. Tapi tak hanya akan tayang di Indonesia saja, Film ini juga akan segera ditayangkan di Malaysia. (ryn)

#Film Indonesia #Milenial #FIlm Bumi Itu Bulat #Viral
Bagikan
Ditulis Oleh

Raden Yusuf Nayamenggala

I'm not perfect but special

Berita Terkait

ShowBiz
Sinopsis Film 'Dua Nafas', Drama Keluarga tentang Kasih Sayang Nenek dan Cucu
Film Dua Nafas tayang 2 Juli 2026. Simak sinopsis drama keluarga yang dibintangi Aty Cancer, Adelia Rasya, dan Auzan Noh Karepesina tentang cinta, pengorbanan, dan arti keluarga.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 22 Juni 2026
Sinopsis Film 'Dua Nafas', Drama Keluarga tentang Kasih Sayang Nenek dan Cucu
ShowBiz
FFI 2026 Hadirkan Nomination Week, Publik Bisa Nonton Film Nominasi sebelum Malam Anugerah
Festival Film Indonesia 2026 menghadirkan Nomination Week untuk pertama kalinya. Program ini memungkinkan masyarakat menonton film-film yang masuk nominasi.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 21 Juni 2026
FFI 2026 Hadirkan Nomination Week, Publik Bisa Nonton Film Nominasi sebelum Malam Anugerah
ShowBiz
Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'
Sidharta Tata siapkan film 'Hujan Kematian', adaptasi komik sejarah horor 'Locust'. Mengangkat kisah kelam diskriminasi terhadap etnis Tionghoa.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 19 Juni 2026
Adaptasi Komik Sejarah 'Locust', Sidharta Tata Siap Sajikan Teror lewat Film 'Hujan Kematian'
ShowBiz
Film '5 CM: Revolusi Hati' Mulai Syuting, Bawa Nostalgia Persahabatan ke Layar Lebar
Kali ini, kisah mereka tidak lagi sekadar tentang pendakian, tetapi juga tentang realitas kehidupan orang dewasa.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Film '5 CM: Revolusi Hati' Mulai Syuting, Bawa Nostalgia Persahabatan ke Layar Lebar
Fun
Setelah Piala Citra dan Busan, Pangku Menang Film Terbaik Bishkek Festival 2026
Film Indonesia Pangku (On Your Lap) meraih Grand Prix di Bishkek International Film Festival 2026.
Wisnu Cipto - Selasa, 16 Juni 2026
Setelah Piala Citra dan Busan, Pangku Menang Film Terbaik Bishkek Festival 2026
ShowBiz
FFI 2026 Usung Tema 'Askala Karya Sinema Indonesia', Simbol Cahaya Perfilman Nasional
FFI 2026 resmi mengusung tema Askala Karya Sinema Indonesia. Tema ini menjadi simbol cahaya yang merepresentasikan perjalanan, warisan, dan identitas perfilman nasional
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 15 Juni 2026
FFI 2026 Usung Tema 'Askala Karya Sinema Indonesia', Simbol Cahaya Perfilman Nasional
Indonesia
Arti Lagu "Aku Bukan Hidangan", Pesan Tegas untuk Pria yang Hanya Memberi Janji
Melalui liriknya, sang perempuan meminta bukti keseriusan dengan langkah nyata
Angga Yudha Pratama - Minggu, 14 Juni 2026
Arti Lagu
Olahraga
Lirik 'La Copa de la Vida', Lagu Ikonik Piala Dunia 1998 yang Mengubah Karier Ricky Martin
Kesuksesan lagu ini tidak hanya mengangkat popularitas Ricky Martin ke panggung internasional
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 13 Juni 2026
Lirik 'La Copa de la Vida', Lagu Ikonik Piala Dunia 1998 yang Mengubah Karier Ricky Martin
ShowBiz
Sinopsis Film Horor 'Perumahan Laddaland', Teror Mencekam di Kompleks Mewah yang Menyimpan Rahasia Kelam
Film horor Perumahan Laddaland dijadwalkan tayang 13 Agustus 2026. Simak sinopsis, daftar pemain, dan fakta menarik adaptasi film Thailand Ladda Land.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 12 Juni 2026
Sinopsis Film Horor 'Perumahan Laddaland', Teror Mencekam di Kompleks Mewah yang Menyimpan Rahasia Kelam
ShowBiz
Film Horor Indonesia '402: Rumah Sakit Angker Korea' Tembus Bucheon International Fantastic Film Festival 2026
Film horor Indonesia 402: Rumah Sakit Angker Korea karya Anggy Umbara debut di Bucheon International Fantastic Film Festival ke-30. Simak fakta dan latar belakang filmnya.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 10 Juni 2026
Film Horor Indonesia '402: Rumah Sakit Angker Korea' Tembus Bucheon International Fantastic Film Festival 2026
Bagikan