Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Fenomena Mbediding Terjang Yogyakarta, Ini Penyebabnya

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 Juli 2025
Fenomena Mbediding Terjang Yogyakarta, Ini Penyebabnya

Sumbu Kosmologis Yogyakarta merupakan sumbu imajiner yang terbentang sepanjang enam kilometer. (Unsplash/Angga Kurniawan)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Suhu udara dingin terasa di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) beberapa hari terakhir ini.

Kondisi ini dipicu menguatnya angin Monsun Timuran atau Monsun Australia yang membawa massa udara kering dan dingin.

"Kondisi suhu udara yang lebih dingin ini karena adanya pergerakan massa udara dari Australia yang membawa massa udara dingin dan kering melewati wilayah Indonesia atau disebut dengan Monsun Dingin Australia," ujar Kepala Stasiun Meteorologi Yogyakarta Warjono.

Suhu minimum terendah yang tercatat di wilayah DIY dalam periode 30 hari terakhir terjadi pada 9 dan 10 Juli 2025 di wilayah Pakem, Kabupaten Sleman yang menyentuh 18 derajat Celsius.

Baca juga:

Kerasa Enggak? Wilayah Jakarta dan Sekitarnya Terasa Dingin Ternyata Ini Penyebabnya

Fenomena ini dalam istilah lokal dikenal sebagai mbediding dan lazim terjadi selama puncak musim kemarau.

Suhu dingin yang terasa di kota gudeg, kata dia, juga turut dipengaruhi rendahnya kelembaban udara, karena kandungan uap air di dalam tanah dan udara yang menipis.

"Tutupan awan relatif sedikit dan pantulan panas dari bumi yang diterima di siang hari tidak tertahan oleh awan, tetapi langsung terlepas dan hilang ke angkasa," ujar Warjono.

Fenomena mbediding ini diperkirakan akan berlangsung selama periode puncak musim kemarau pada rentang Juli hingga Agustus 2025.

"Kami mengimbau masyarakat menjaga kondisi tubuh dengan mengonsumsi makanan sehat, cukup minum air, menjaga pola tidur, serta mengenakan pakaian hangat saat malam hingga pagi hari," katanya.

Angin Monsun Timuran secara umum bertiup dari Benua Australia ke Benua Asia pada periode April hingga Oktober setiap tahun.

Angin tersebut bersifat kering karena berasal dari wilayah bertekanan tinggi dan tidak banyak mengandung uap air. (*)

#Cuaca Buruk #Cuaca Ekstrem #BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Warga Jakarta Siaga Payung! BMKG Prediksi Hujan Ringan Mengguyur Wilayah Ibu Kota Malam Ini
Memasuki fase malam hari, intensitas awan hujan mengalami perluasan ke seluruh penjuru kota
Angga Yudha Pratama - Senin, 20 Juli 2026
Warga Jakarta Siaga Payung! BMKG Prediksi Hujan Ringan Mengguyur Wilayah Ibu Kota Malam Ini
Olahraga
Cuaca Ekstrem Ganggu Persiapan Timnas Spanyol dan Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026, Pengaruhi Performa?
Hujan lebat disertai badai petir yang melanda kawasan New York dan New Jersey, Amerika Serikat, membuat kedua tim harus menyesuaikan agenda latihan terakhir mereka sebelum final Piala Dunia 2026.
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
Cuaca Ekstrem Ganggu Persiapan Timnas Spanyol dan Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026, Pengaruhi Performa?
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Lebat Termasuk Disertai Kilat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia, Minggu, 19 Juli
BMKG mengingatkan masyarakat di sejumlah kota besar di Indonesia untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir pada Minggu.
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Hujan Lebat Termasuk Disertai Kilat Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Indonesia, Minggu, 19 Juli
Indonesia
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Fenomena bediding kembali melanda sejumlah wilayah Jawa saat puncak musim kemarau. BMKG mengungkap musim Australia menjadi penyebab suhu malam turun drastis.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Juli 2026
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Indonesia
BMKG Sebut Angin Kencang Berpotensi Terjadi hingga 23 Juli 2026, Warga Diminta Waspada
BMKG memperingatkan angin kencang hingga 23 Juli 2026. Warga pun diminta untuk waspada.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
BMKG Sebut Angin Kencang Berpotensi Terjadi hingga 23 Juli 2026, Warga Diminta Waspada
Dunia
Italia Tetapkan Status Bahaya Tertinggi Gelombang Panas
Status peringatan merah (tingkat tiga) itu menandakan darurat gelombang panas dengan panas berkepanjangan dan risiko tinggi terhadap kesehatan, bahkan bagi warga berusia muda yang sehat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Italia Tetapkan Status Bahaya Tertinggi Gelombang Panas
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Diguyur Hujan Jumat Malam
Jakarta Selatan dan Jakarta Timur akan diguyur hujan pada Jumat, 17 Juli 2026 malam hari.
Frengky Aruan - Jumat, 17 Juli 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Selatan dan Jakarta Timur Diguyur Hujan Jumat Malam
Indonesia
DPR Dorong Penguatan Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino
Sistem peringatan dini pertanian (SIPERDITAN) harus diperkuat agar tidak mengganggu target produksi pangan nasional. 

Dwi Astarini - Kamis, 16 Juli 2026
DPR Dorong Penguatan Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Diprediksi Bebas Hujan Hari Ini, Cuaca Cerah hingga Cerah Berawan
Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), cuaca di seluruh wilayah ibu kota didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dari pagi hingga malam hari.
Frengky Aruan - Kamis, 16 Juli 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Jakarta Diprediksi Bebas Hujan Hari Ini, Cuaca Cerah hingga Cerah Berawan
Indonesia
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal Kamis, 16 Juli 2026
Mayoritas kota besar di Indonesia akan berada dalam cuaca cerah hingga berawan tebal pada Kamis, 16 Juli 2026.
Frengky Aruan - Kamis, 16 Juli 2026
Prakiraan Cuaca BMKG: Mayoritas Kota Besar di Indonesia Cerah hingga Berawan Tebal Kamis, 16 Juli 2026
Bagikan