Fenomena Alam

Fenomena Alam nan Indah Tampak di Yogyakarta

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 10 April 2018
Fenomena Alam nan Indah Tampak di Yogyakarta

Ilustrasi Fenomena Halo. (Pixalbay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta mengatakan fenomena alam berupa matahari dikelilingi bulatan seperti cincin yang terlihat di langit Yogyakarta, Selasa (10/4), merupakan fenomena 'halo'.

"fenomena optis berupa lingkaran cahaya di sekitar matahari ini karena ada pembiasan sinar matahari oleh awan tinggi," kata Kepala Kelompok Data dan Informasi Stasiun Klimatologi BMKG Yogyakarta Djoko Budiono seperti dilansir Antara.

Menurut Djoko, awan yang membiaskan sinar matahari itu merupakan awan cirrus yang berada pada ketinggian 6.000 meter dari permukaan bumi. Awan cirrus ini mempunyai partikel yang sangat dingin dan biasanya berwujud kristal es.

"Awan cirrus yang super dingin inilah yang membiaskan cahaya matahari sehingga membentuk seperti cincin yang melingkari matahari," kata Djoko.

Fenomena Halo. (anisatulkhoiriyah.blogspot.co.id)
Fenomena Halo. (anisatulkhoiriyah.blogspot.co.id)

Menurur dia, tidak semua orang bisa melihat fenomena itu. Untuk hari ini, menurut dia, kemungkinan hanya sebagian masyarakat Daerah Istimewa Yogyakarta yang bisa menikmatinya.

Ia mengatakan, peristiwa munculnya fenomena halo yang terpantau pukul 10.00 WIB adalah peristiwa biasa seperti halnya pelangi dan bukan pertanda bencana, seperti gempa atau lainnya.

Oleh karena itu, masyarakat tidak perlu panik atau terpengaruh dengan mitos atau informasi yang bisa menyesatkan terkait fenomena itu.

"Biasanya kalau sudah beberapa saat setelah matahari bersinar dan memanaskan partikel air yang super dingin di awan cirrus, maka fenomena itu akan hilang," kata dia. (*)

Baca juga berita terkait di: Fenomena Matahari Pancarkan Empat Garis Jingga Gegerkan Warga

#Fenomena Alam #BMKG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
BMKG Catat 8.330 Gempa Susulan di Flores NTT, Bantah Hoaks Gempa M8,1 Picu Tsunami
BMKG mencatat 8.330 gempa susulan mengguncang Flores, NTT, hingga 27 Agustus 2026. Aktivitas mulai menurun dan isu gempa M8,1 picu tsunami dibantah.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 27 Agustus 2026
BMKG Catat 8.330 Gempa Susulan di Flores NTT, Bantah Hoaks Gempa M8,1 Picu Tsunami
Indonesia
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Akhir Agustus 2026
Cari tahu info terbaru potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akhir Agustus 2026. Cek daftar wilayah zona merah di Sumatera, Jawa, Kalimantan serta update operasi modifikasi cuaca di sini
Angga Yudha Pratama - Kamis, 27 Agustus 2026
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan Mengintai Sumatera, Jawa, dan Kalimantan di Akhir Agustus 2026
Indonesia
Analisis Atmosfer Dasarian Agustus 2026: Bahaya El Niño Sangat Kuat, Peringatan Dini Kekeringan Ekstrem, Jawa Hingga Nusa Tenggara Berstatus Awas
Hasil pemantauan BMKG Agustus 2026 mengonfirmasi fenomena El Niño sangat kuat (+2.99). Cek daftar wilayah status Awas kekeringan dan jadwal hujan di sini
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
Analisis Atmosfer Dasarian Agustus 2026: Bahaya El Niño Sangat Kuat, Peringatan Dini Kekeringan Ekstrem, Jawa Hingga Nusa Tenggara Berstatus Awas
Indonesia
BMKG Keluarkan Status Siaga Cuaca Ekstrem 24–27 Agustus 2026: Sumatra Barat Hujan Lebat, Daerah Ini Dikepung Angin Kencang
BMKG rilis peringatan dini cuaca ekstrem 24–27 Agustus 2026! Waspadai status Siaga hujan lebat di Sumbar, ancaman angin kencang, serta bahaya kekeringan kemarau
Angga Yudha Pratama - Senin, 24 Agustus 2026
BMKG Keluarkan Status Siaga Cuaca Ekstrem 24–27 Agustus 2026: Sumatra Barat Hujan Lebat, Daerah Ini Dikepung Angin Kencang
Indonesia
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Pulau Puah Sulawesi Tengah, Getaran Terasa hingga Gorontalo
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,4 mengguncang wilayah perairan sekitar Sulawesi Tengah, Minggu (23/8) dini hari.
Yusuf Abdillah - Minggu, 23 Agustus 2026
Gempa Magnitudo 5,4 Guncang Perairan Pulau Puah Sulawesi Tengah, Getaran Terasa hingga Gorontalo
Indonesia
Gempa M 5,2 Kembali Guncang Ruteng Manggarai Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada
Gempa bumi magnitudo 5,2 guncang Ruteng, Manggarai, NTT hari ini. BMKG imbau warga waspada gempa susulan setelah catat ribuan getaran
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 22 Agustus 2026
Gempa M 5,2 Kembali Guncang Ruteng Manggarai Pagi Ini, BMKG Minta Warga Waspada
Indonesia
BNPB dan BMKG Cari Potensi Awan Hujan Buat OMC Padamkan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Masyarakat juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi selama musim kemarau, khususnya karhutla.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
BNPB dan BMKG Cari Potensi Awan Hujan Buat OMC Padamkan Karhutla di Sumatera dan Kalimantan
Indonesia
Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai Kota-Kota di Indonesia, BMKG Peringatkan Bahaya Karhutla dan Potensi Angin Kencang
Peningkatan suhu udara pada siang hari memicu risiko dehidrasi serta kelelahan fisik bagi warga yang beraktivitas di luar ruangan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Agustus 2026
Ancaman Cuaca Ekstrem Mengintai Kota-Kota di Indonesia, BMKG Peringatkan Bahaya Karhutla dan Potensi Angin Kencang
Indonesia
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
BMKG mencatat hingga Jumat (21/8) pukul 05.00 WIB telah terjadi 4.256 gempa susulan setelah gempa utama pada Sabtu (15/8).
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 21 Agustus 2026
TNI AL Kirim 217 Personel Bantu Mengobati dan Pemulihan Korban Gempa NTT
Indonesia
Penanganan Karhutla Kalimantan Makin Intensif, 12.880 Personel Gabungan Dikerahkan di Tiga Provinsi
Pemerintah memperkuat operasi terpadu penanganan karhutla di Kalimantan. Sebanyak 12.880 personel gabungan dikerahkan di tiga provinsi prioritas.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 21 Agustus 2026
Penanganan Karhutla Kalimantan Makin Intensif, 12.880 Personel Gabungan Dikerahkan di Tiga Provinsi
Bagikan