Fakta Unik World Space Week, Dari Misi Yuri Gagarin Hingga Perlombaan Gila Menuju Bulan

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Selasa, 06 Oktober 2026
Fakta Unik World Space Week, Dari Misi Yuri Gagarin Hingga Perlombaan Gila Menuju Bulan

Ilustrasi (Foto: Gematsu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Momen World Space Week selalu menjadi pengingat betapa luar biasanya sejarah penjelajahan luar angkasa manusia sejak satelit pertama meluncur hingga era modern saat ini.

Buat kamu yang penasaran siapa astronot pertama di dunia atau bagaimana masa depan penerbangan luar angkasa, perkembangan teknologi antar-planet kini tidak lagi didominasi oleh satu atau dua negara saja.

Mari kita bongkar fakta-fakta menarik seputar misi luar angkasa yang krusial namun sering kali luput dari perhatian publik.

Baca juga:

Fenomena Langit Oktober 2026: Puncak Hujan Meteor Draconid 8-9 Oktober 2026 Hadir Tanpa Gangguan Cahaya Bulan

Membicarakan sejarah penjelajahan luar angkasa, kita wajib mundur ke 69 tahun lalu ketika Uni Soviet sukses meluncurkan Sputnik 1.

Langkah bersejarah ini tidak hanya membuka lembaran baru bagi masa depan penerbangan luar angkasa, tapi juga memicu persaingan gengsi dan teknologi yang sangat sengit dengan Amerika Serikat.

10 tahun setelahnya, tepatnya pada 10 Oktober 1967, Perjanjian Luar Angkasa (Outer Space Treaty) resmi berlaku.

Kini, PBB rutin merayakan World Space Week setiap tanggal 4 hingga 10 Oktober untuk mengapresiasi inovasi antariksa yang terus membawa manfaat bagi umat manusia, mulai dari kelas astronomi di sekolah dasar hingga pameran super canggih dari berbagai badan antariksa global.

Yuri Gagarin dan Sejarah Astronot Pertama di Dunia

Astronaut

Tepat pada 12 April 1961, Yuri Gagarin mencatatkan namanya dengan tinta emas sebagai manusia pertama yang menembus kosmos.

Mengendarai pesawat Vostok 1, ia sukses mengorbit Bumi dengan kecepatan fantastis mencapai 27.400 km/jam selama 108 menit, sebelum akhirnya melontarkan diri dan mendarat mulus menggunakan parasut.

Misi epik ini membuktikan bahwa tubuh manusia ternyata mampu bertahan dari ekstremnya proses peluncuran, kondisi tanpa gravitasi, hingga momen krusial saat masuk kembali ke atmosfer Bumi.

Enam tahun kemudian, Amerika Serikat, Inggris, dan Uni Soviet menyepakati sebuah aturan main yang sangat penting.

Di mana, ketiga negara itu sepakat bahwa luar angkasa harus dieksplorasi dan digunakan secara damai, serta tidak ada satu pun negara yang berhak mengklaimnya sebagai wilayah kekuasaan masing-masing.

Prinsip dasar inilah yang terus dijaga, bahkan ketika Neil Armstrong dari misi Apollo 11 milik NASA sukses menancapkan jejak kaki pertamanya di permukaan Bulan pada 20 Juli 1969.

Di Mana Sebenarnya Batas Luar Angkasa Itu?

Percaya atau tidak, tidak ada kesepakatan mutlak soal di mana atmosfer Bumi berakhir dan luar angkasa dimulai.

Mayoritas lembaga internasional berpatokan pada Garis Karman yang berada di ketinggian 100 km di atas permukaan laut. Namun, pihak militer AS, NASA, dan FAA menghitung batasnya di angka 80 km.

Biar gampang membayangkannya: kalau Bumi kita ibaratkan sebesar buah apel, maka jarak menuju luar angkasa itu kira-kira cuma setebal kulit apel tersebut. Sangat dekat, bukan?

Siapa Saja yang Sudah Terbang ke Sana?

Mengacu pada patokan Garis Karman, tercatat sudah ada lebih dari 746 orang dari 52 negara yang pernah mencicipi sensasi melayang di orbit.

Mereka bukan cuma astronot profesional, tapi juga turis komersial yang berani membayar mahal. Secara statistik, rata-rata usia para penjelajah ini berada di kisaran 40 tahun.

Meski begitu, tren wisata komersial mulai mendobrak batasan usia. Oliver Daemen tercatat sebagai pelancong termuda di usia 18 tahun pada penerbangan 2021 lalu.

Sementara itu, Ed Dwight memecahkan rekor sebagai yang tertua saat ia terbang di usia 90 tahun lebih delapan bulan pada 2024, mengalahkan rekor William Shatner.

Secara dominasi negara, Amerika Serikat masih memimpin jauh dengan mengirimkan 369 orang, disusul gabungan Uni Soviet dan Rusia (138 orang).

Di posisi ketiga, ada China yang telah sukses memberangkatkan 29 astronotnya menggunakan roket buatan sendiri.

Apa Langkah Selanjutnya untuk Masa Depan Penerbangan Luar Angkasa?

Ambisi manusia jelas tidak akan berhenti di orbit Bumi. Pada April 2026 lalu, kru Artemis II sukses terbang mengelilingi Bulan dan mencapai jarak sekitar 406.771 km dari Bumi, memecahkan rekor jarak terjauh yang sebelumnya dipegang oleh Apollo 13 pada 1970.

Agenda selanjutnya tidak kalah seru. Misi Artemis III bersiap di tahun 2027 untuk melakukan uji coba simulasi pendaratan di orbit Bumi menggunakan wahana dari SpaceX dan Blue Origin.

Baca juga:

Rekor Gila! Misi SpaceX Crew-13 NASA Tembus ISS Cuma 7 Jam, Tercepat Sepanjang Sejarah AS

Puncaknya, NASA menargetkan tahun 2028 untuk menjalankan Artemis IV yang bertujuan mendaratkan astronot di dekat kutub selatan Bulan, pendaratan berawak pertama dalam setengah abad terakhir!

Bukan cuma NASA yang sibuk. India juga tengah merampungkan persiapan misi berawak perdana mereka, Gaganyaan, di tahun 2027, yang akan menjadikannya negara keempat yang meluncurkan manusia dengan roket mandiri.

Di sisi lain, China terus tancap gas dengan target ambisius untuk mendaratkan astronotnya di Bulan pada kisaran 2030. Era baru perlombaan luar angkasa tampaknya baru saja dimulai.

#Astronot #Luar Angkasa #Wisata Luar Angkasa #Stasiun Luar Angkasa Internasional
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Fakta Unik World Space Week, Dari Misi Yuri Gagarin Hingga Perlombaan Gila Menuju Bulan
Penasaran dengan sejarah penjelajahan luar angkasa dan siapa astronot pertama di dunia? Temukan fakta seru seputar World Space Week dan masa depan penerbangan antar-planet di sini!
Angga Yudha Pratama - Selasa, 06 Oktober 2026
Fakta Unik World Space Week, Dari Misi Yuri Gagarin Hingga Perlombaan Gila Menuju Bulan
Dunia
Rekor Gila! Misi SpaceX Crew-13 NASA Tembus ISS Cuma 7 Jam, Tercepat Sepanjang Sejarah AS
Misi SpaceX Crew-13 NASA baru saja memecahkan rekor penerbangan tercepat Amerika Serikat ke ISS hanya dalam 7 jam 55 menit. Cek fakta di balik rekor kecepatan ini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 02 Oktober 2026
Rekor Gila! Misi SpaceX Crew-13 NASA Tembus ISS Cuma 7 Jam, Tercepat Sepanjang Sejarah AS
Dunia
Astronaut Artemis II Kembali Selamat ke Bumi, Misi Bersejarah NASA Berakhir Sukses
Astronaut Artemis II kembali dengan selamat ke Bumi. Kapsul Orion mendarat sempurna di Samudra Pasifik dekat lepas pantai San Diego, Amerika Serikat.
Soffi Amira - Sabtu, 11 April 2026
Astronaut Artemis II Kembali Selamat ke Bumi, Misi Bersejarah NASA Berakhir Sukses
Indonesia
Misi Artemis II Jadikan Manusia Lakukan Perjalanan Terjauh dari Bumi
Saat berbincang langsung dengan para antariksawan, Presiden AS Donald Trump memuji pelaksanaan misi serta rencana eksplorasi angkasa ke depannya.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 07 April 2026
Misi Artemis II Jadikan Manusia Lakukan Perjalanan Terjauh dari Bumi
Fun
Katy Perry Jelajah Antariksa Cuma 10 Menit, Tapi Biayanya Sampai Miliaran Rupiah!
Temukan berapa biaya sebenarnya untuk perjalanan menembus antariksa dan siapa yang bisa ikut serta!
Hendaru Tri Hanggoro - Selasa, 15 April 2025
Katy Perry Jelajah Antariksa Cuma 10 Menit, Tapi Biayanya Sampai Miliaran Rupiah!
ShowBiz
Naik Roket New Shepard Blue Origin, Katy Perry Jadi Musisi Perempuan Pertama yang Terbang ke Luar Angkasa
Katy Perry berangkat bersama lima perempuan lain, termasuk tunangan Jeff Bezos.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 15 April 2025
Naik Roket New Shepard Blue Origin, Katy Perry Jadi Musisi Perempuan Pertama yang Terbang ke Luar Angkasa
Lifestyle
IShowSpeed Ungkap Ingin Live Bareng Elon Musk di Luar Angkasa
IShowSpeed ingin live bareng Elon Musk di luar angkasa. Hal itu menjadi impian terbesarnya saat ini.
Soffi Amira - Minggu, 15 Desember 2024
IShowSpeed Ungkap Ingin Live Bareng Elon Musk di Luar Angkasa
Dunia
Ilmuwan Temukan Sampel Asteroid Ryugu, Apa Artinya?
Ilmuwan temukan sampel asteroid Ryugu. Lalu, apa arti dari penemuan sampel tersebut?
Soffi Amira - Minggu, 01 Desember 2024
Ilmuwan Temukan Sampel Asteroid Ryugu, Apa Artinya?
Dunia
Kesehatan Astronaut yang Terjebak di ISS Menurun, Dokter Mulai Khawatir
Kesehatan astronaut yang terjebak di ISS kini memprihatinkan. Keduanya sudah terjebak di sana selama 153 hari.
Soffi Amira - Selasa, 12 November 2024
Kesehatan Astronaut yang Terjebak di ISS Menurun, Dokter Mulai Khawatir
Lifestyle
Kai Cenat Ingin Pecahkan Rekor Jadi Streamer Pertama di Luar Angkasa
Kai Cenat ingin menjadi streamer pertama di luar angkasa. Ia pun meminta bantuan pendiri SpaceX, Elon Musk, untuk mewujudkan impiannya.
Soffi Amira - Senin, 11 November 2024
Kai Cenat Ingin Pecahkan Rekor Jadi Streamer Pertama di Luar Angkasa
Bagikan