Kesehatan

Faedah Bekerja dari Rumah

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 11 Januari 2022
Faedah Bekerja dari Rumah

Bekerja dari rumah berikan banyak faedah. (pexels Andrea Piacquadio)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

SEJAK COVID-19 merebak, banyak orang mau tidak mau harus bekerja dari rumah. Hal itu bisa sangat melelahkan dan membosankan karena harus menghabiskan waktu seharian di dalam rumah. Selain itu, banyaknya pekerjaan menyebabkan jam kerja menjadi terasa panjang. Belum lagi kemalasan yang sering sekali muncul.

Meski demikian, faktanya, bekerja di rumah tidak seburuk itu. Ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan dengan bekerja dari rumah. Seperti dilansir Pinkvilla, inilah beberapa keuntungan bekerja dari rumah yang mungkin kamu tidak sadari.

BACA JUGA:

Ketika Bekerja dari Rumah Setiap Hari, Ini yang Terjadi pada Tubuh


1. Bisa Mengikuti Diet Sehat

diet sehat
Di sela waktu kerja, bisa digunakan untuk membuat makanan diet yang sehat. (pexels Nathan Cowley)


Salah satu hal yang bermanfaat dari bekerja dari rumah ialah kamu bisa memiliki kebebasan untuk mengikuti program diet dan pola makan yang sehat. Dari mulai makan setiap 2 jam hingga mengonsumsi jus dan buah-buahan segar untuk makanan sehari-hari. Jika beberapa orang menghabiskan waktu bekerja di rumah dengan makan berlebihan, para penggila kesehatan akan menggunakan waktu bekerja di rumah ini untuk mengikuti diet yang sehat.


2. Tidak Menghabiskan Waktu di Jalan

kemacetan
Bekerja dari rumah berarti terhindar dari kemacetan. (pexels Alexandr Podvanly)

Bekerja dari rumah membuat baanyak orang mengehemat banyak waktu dan mendapatkan kebebasan waktu bangun. Biasanya saat bekerja di kantor, kita harus bangun lebih awal untuk bersiap ke kantor dan menghabiskan banyak waktu di jalan karena kemacetan yang terjadi. Namun, saat bekerja dari rumah, kita lebih bisa bersantai karena tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk bersiap-siap dan menghadapi kemacetan di jalan.


3. Lebih Produktif dan Nyaman

bekerja dari rumah
Bisa menghabiskan waktu bersantai di kamar, tetapi tetap bekerja. (pexels nappy)


Walaupun kedamaian kamu sedikit terganggu, produktivitas dan kenyamanan saat bekerja di rumah cukup tinggi. Beberapa orang mungkin terlihat malas, tetapi karena melakukan semua pekerjaan di rumah yang nyaman, kamu merasa senang dan tenang. Terlebih dengan kenyataan bahwa semua bekerja dengan menunjukkan kemampuan terbaik mereka di rumah dengan produktivitas yang tinggi. Selain itu, kamu juga bisa menghabiskan banyak waktu di rumah bersama keluarga atau orang yang kamu cintai.(pid)

#Kesehatan #Work From Home
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Bagikan