MerahPutih.com - Eskalasi ketegangan militer antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran di Timur Tengah (Tengah) agaknya akan semakin panas dalam waktu dekat.
Setelah berkali-kali merasa tidak perlu melakukan serbuan darat, Presiden AS Donald Trump akhirnya mempertimbangkan opsi menerjukan 10.000 pasukan ke kawasan Timur Tengah.
“Pasukan tambahan ini akan memberikan lebih banyak opsi militer kepada presiden,” tulis laporan The Wall Street Journal, mengutip sumber-sumber Kementerian Pertahanan AS, Sabtu (28/3).
Baca juga:
Warga AS Sampai Kurangi Makan Imbas Kenaikan Harga Menyusul Perang dengan Iran
Surat Tugas Sudah Turun
Sumber The Wall Street Journal mengungkapkan pasukan tambahan itu akan mencakup infanteri dan kendaraan lapis baja, yang akan diperkuat oleh sekitar 5.000 marinir.
Bahkan, beberapa ribu prajurit penerjun payung yang telah menerima perintah tugas penempatan ke wilayah konflik Timur Tengah.
Posko Angkatan Darat AS di Timur Tengah
Namun, masih belum jelas ke wilayah mana pasukan tambahan itu akan ditempatkan. Dilansir dari Antara, ribuan pasukan darat kemungkinan akan ditempatkan di sekitar Iran dan Pulau Kharg.
Baca juga:
Amerika Bersiap Rebut Pulau Kharg di Iran Utara, Perancis Gelar Misi Gabungan di Selat Hormuz
Sejak 28 Februari lalu, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap target-target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan dan menewaskan warga sipil.
Penambahan pasukan darat AS dalam jumlah besar diperkirakan akan meningkatkan ketegangan di kawasan, terutama di Teluk Persia yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia. (*)