Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1
Musik

Era Keemasan Hip-Hop Menurut Eminem

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 31 Desember 2020
Era Keemasan Hip-Hop Menurut Eminem

Eminem ceritakan masa terbaik hip hop. (Foto: Billboard)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

RAP GOD atau dewa rap, banyak orang yang menjulukinya demikian pasca lagu dengan judul tersebut dirilis pada 2013. Dalam sebuah wawancara baru-baru ini di kanal YouTube Apple Music, Eminem menceritakan alasan di balik upaya mendirikan sebuah yayasan Hip-hop kepada pembawa acara Zane Lowe.

Dikutip dari laman Billboard Rabu (30/12), dinding yang terbentuk dari tumpukan kaset rap dari tahun-tahun lampau, menjadi latar belakang Eminem saat di wawancara virtual. Tumpukan kaset tersebut membawa Lowe bernostalgia saat ia bersama teman-temannya mengumpulkan kaset semasa kecil.

Baca juga:

Bantu Penanganan COVID-19, Eminem Lelang Jordan 4 Rare Item

Era Kejayaan Hip-Hop Menurut Eminem
Eminem butuh tiga tahun untuk mengumpulkan semua kaset rekaman yang ia miliki. (Foto: YouTube/Apple Music)

"Butuh waktu sekitar tiga tahun untuk mendapatkan apa yang saya dapatkan sekarang (kaset), karena beberapa kaset lebih sulit ditemukan daripada yang lain. Karena ketika saya masih kecil, saya tidak punya uang untuk membeli setiap kaset yang saya inginkan," kata Eminem selama obrolan mereka.

"Jadi biasanya yang harus kami lakukan adalah pergi ke tempat bernama Record Time, dan saya akan mengambil rekaman yang keluar beberapa minggu lalu, menukarnya dengan rekaman baru, apa pun yang sudah keluar. Saya dan teman-teman akan melakukannya. Bergiliran membeli kaset dan berkata, giliranmu untuk membeli kaset ini dan aku akan menyulih suaranya, berikutnya giliranku untuk membelinya.”

Eminem dulu pernah berandai, jika suatu hari nanti ia berhasil dan sukses menjadi rapper, ia akan mendapatkan setiap rekaman yang selalu ia inginkan. Dengan bisa memegang kaset-kaset rekaman itu merupakan sesuatu yang bisa membuatnya bernostalgia.

Rapper asal Detroit tersebut kemudian mengukur musisi pendatang baru di dunia rap dan menceritakan kesenjangan antara mereka dan rapper legenda, seperti pada album Music to Be Murdered By yang dirilis pada 2020 dan sempat menduduki peringkat pertama di tangga music Billboard 200.

Setelah secara tak terduga merilis B Side Desember 2020, Eminem menyatukan rapper pendatang baru dan legenda hip-hop seperti Dr. Dre dengan Don Toliver dan Juice WRLD sebagai artis unggulannya.

Baca juga:

Lagu Terbaru Eminem dan Kid Cudi Membahas COVID-19 dan Pembunuhan George Floyd

Tetapi saat Eminem harus menentukan era terbaik hip-hop, dia akan bertaruh pada zaman keemasan hip-hop dari tahun 80-an hingga 90-an dan para rapper pelopornya. Di antaranya termasuk LL Cool J, Run-DMC, Public Enemy, Beastie Boys, dan Eric B. & Rakim.

Era Kejayaan Hip-Hop Menurut Eminem
Menurut Eminem banyak anak muda yang tidak mengerti masa jaya Hiphop yang sesungguhnya. (Foto: YouTube/Apple Music)

Menurut Eminem banyak anak-anak muda saat ini yang tidak mengerti tentang pengalaman hip-hop di masa kejayaan awalnya. Kebanyakan orang akan berpikir eranya adalah era terbaik. Masa keemasan hip-hop di era 80-90an adalah era terbaik baginya, karena pada saat itu hip-hop masih baru tumbuh.

"Anda belum pernah mendengarnya sebelumnya. Saya tahu bahwa saya melihat dan mendengar banyak orang mengatakan bahwa itu (hip-hop) tidak akan menjadi apa-apa. Seperti tidak akan bertahan lama atau apa pun. Sampai lah kita disini, apa, 40, 50 tahun kemudian? Ini gila. Dan hip-hop menjadi musik terbesar, kalau tidak salah, itu genre terbesar saat ini."

Meskipun Eminem menggarisbawahi bahwa dirinya melakukan segala hal untuk menjadi rapper terbaik, ia menyebutkan lil Wayne, J. Cole, Kendrick Lamar, dan Joyner Lucas sebagai rapper favorit pribadinya ketika dia tidak membedakan era tertentu. (Kna)

Baca juga:

Siapa Saja Rapper Terbaik Menurut Eminem?

#Eminem #Hip-Hop #Rapper #Musik
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

ShowBiz
Makna Lagu 'Ting Ting', Cerita tentang Move On dari Pengkhianatan Cinta
'Ting Ting' menghadirkan lirik yang ringan, mudah diingat, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Dwi Astarini - 1 jam, 46 menit lalu
Makna Lagu 'Ting Ting', Cerita tentang Move On dari Pengkhianatan Cinta
ShowBiz
Lukas Graham Kembali ke Akar Musik lewat Single Baru 'Good Times'
'Good Times' memperlihatkan kedekatan Lukas Graham dengan akar musik yang membesarkan dirinya.
Dwi Astarini - 1 jam, 50 menit lalu
Lukas Graham Kembali ke Akar Musik lewat Single Baru 'Good Times'
ShowBiz
Det-Plag Lust Hadirkan 'Glass Season', Single Baru yang Meramu Kritik Sosial dan Eksperimen Industrial Rave
Det-Plag Lust kembali dengan single 'Glass Season' yang memadukan kritik sosial, eksistensialisme, kultur rampak lokal, dan karakter industrial rave.
Ananda Dimas Prasetya - 2 jam, 3 menit lalu
Det-Plag Lust Hadirkan 'Glass Season', Single Baru yang Meramu Kritik Sosial dan Eksperimen Industrial Rave
ShowBiz
Makna Lagu 'Bunga Abadi' Rio Clappy, Kisah Cinta Tulus yang Tak Lekang oleh Waktu
'Bunga Abadi' karya Rio Clappy menjadi lagu populer dengan lirik puitis dan nuansa pop soul yang hangat.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 Juli 2026
Makna Lagu 'Bunga Abadi' Rio Clappy, Kisah Cinta Tulus yang Tak Lekang oleh Waktu
ShowBiz
Kangen Band Rilis Single Baru 'Rodecia', Kisahkan Cinta yang Dipendam dalam Diam
Kangen Band kembali merilis single terbaru berjudul 'Rodecia'. Mengangkat kisah seseorang yang diam-diam memendam cinta.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 20 Juli 2026
Kangen Band Rilis Single Baru 'Rodecia', Kisahkan Cinta yang Dipendam dalam Diam
ShowBiz
Lirik 'Dynamite', Lagu BTS yang Mengguncang Halftime Show Final Piala Dunia 2026
'Dynamite' menjadi simbol semangat positif yang ingin disampaikan BTS kepada penggemarnya di seluruh dunia.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Lirik 'Dynamite', Lagu BTS yang Mengguncang Halftime Show Final Piala Dunia 2026
ShowBiz
Lirik Penuh Emosi, ini Makna Lagu 'Psycho' dari Red Velvet
Secara lirik, Psycho menceritakan hubungan cinta yang rumit, di mana dua orang terus bertengkar dan saling menyakiti, tetapi tetap tidak mampu melepaskan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Lirik Penuh Emosi, ini Makna Lagu 'Psycho' dari Red Velvet
ShowBiz
Kisah di Balik Lagu 'Cuek' Rizky Febian yang Sukses Mencuri Perhatian
Lagu pop romantis ini mengisahkan perasaan seseorang yang jatuh cinta kepada sosok yang terkesan dingin dan tidak peka terhadap perhatian yang diberikan.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Kisah di Balik Lagu 'Cuek' Rizky Febian yang Sukses Mencuri Perhatian
ShowBiz
'Pada Akhirnya', Langkah Perdana KRTM dengan Pesan tentang Ambisi dan Makna Hidup
KRTM menghadirkan 'Pada Akhirnya' sebagai karya yang mengajak pendengar merenungkan makna di balik ambisi dan pencapaian.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
'Pada Akhirnya', Langkah Perdana KRTM dengan Pesan tentang Ambisi dan Makna Hidup
ShowBiz
Lewat 'Neneng', Budi Padukan Energi Punk dengan Kritik Sosial yang Reflektif
Terinspirasi oleh sosok Neneng Rosdiyana, figur yang dianggap merepresentasikan cara hidup yang sederhana dan berada di luar arus utama kapitalisme.
Dwi Astarini - Senin, 20 Juli 2026
Lewat 'Neneng', Budi Padukan Energi Punk dengan Kritik Sosial yang Reflektif
Bagikan