Kesehatan

Enggak Perlu Ribet, 5 Tanaman Bunga Ini Bisa Membantu Atasi Stres

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 19 Februari 2020
Enggak Perlu Ribet, 5 Tanaman Bunga Ini Bisa Membantu Atasi Stres

Mulailah mencium aroma bunga untuk menghilangkan stres (Foto: Pixabay/Pexels)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BANYAK orang mengalami stres sudah seperti makanan sehari-hari yang sulit untuk dihindari. Datangnya stres sendiri bisa disebabkan banyak faktor, diantaranya pekerjaan, keluarga, uang, dan lainnya.

Tanpa kita sadari ternyata banyak cara sederhana yang mampu mengatasi stres tanpa melakukan proses berbelit dan sulit. Salah satunya adalah menciumi dan merasakan aroma dari bunga. Berikut adalah beberapa jenis bunga yang mampu menekan rasa stres dan lebih bahagia.

Baca juga:

Saffron Bumbu Rempah Mahal Berkhasiat

Adas

Merupakan jenis bunga yang masuk dalam kategori jarang ditanam di rumah. Tak jarang bunga Adas dijadikan lebah sebagai tumpuan karena sifatnya yang kaya akan nektar. Adas juga memiliki warna yang dapat menyegarkan mata dan pikiran.

Sedikit berbeda dengan tanaman lainnya, Adas dapat ditanam langsung ke dalam tanah tanpa memerlukan wadah pot. Namun sebelumnya perlu dipastikan tanahnya gembur hingga tumbuh benih.

Dalam jangka waktu dua minggu diperlukan perawatan yang intensif dan dilanjutkan dengan perawatan normal saat memasuki waktu dua bulan.

Oregano

Oregano berasal dari dataran Mediterania, sering dikenal sebagai bahan yang sering dipilih sebagai topping pizza. Tak heran dijadikan pilihan karena memiliki rasa yang nikmat dan mengandung banyak zat anti depresan.

Sebelumnya perlu membeli dahulu bibitya karena tanaman oregano termasuk sulit untuk mendapatkannya. Bunga ini dapat ditanaman langsung ke dalam tanah maupun menggunakan media pot. Jangan lupa meletakkan di tempat yang terpapar sinar matahari agar tumbuh subur.

Baca juga:

Digunakan Sejak Berabad-abad, Ini Antibiotik Alami yang Terbukti Berkhasiat

Rosemary

View this post on Instagram

Rosemary Flowers

A post shared by clyde yoshida (@vibrant_soap) on

Sering digunakan sebagai pengharum ruangan karena Rosemary memiliki karakter wanginya yang segar. Efek wangi yang dikeluarkan juga dipercaya bisa membuat seseorang menjadi lebih peduli terhadap di lingkungan sekitar.

Sistemnya mirip dengan Anggrek, perbedanya terdapat pada waktu yang lama sekitar tiga mingguan untuk dapat untuk dapat tumbuh secara maksimal. Cocok ditanam dalam kondisi suhu yang tidak terlalu ekstrim.

Lavender

Dikenal mengandung minyak esensial yang kaya. Berfungsi sebagai pengusir nyamuk, lavender juga dipercaya untuk menekan rasa gelisah, mengatasi depresi serta mengurangi ketegangan.

Untuk menanamnya dianjurkan memakai pot. Pot perlu ditambah lapisan styrofoam sebelum diberi tanah untuk menyerap lembab karena lavender adalah tanaman yang mudah berair.

Chamomile

Berasal dari daratan Eropa dan merupakan kategori tanaman langka. Chamomile akan sulit tumbuh jika dibudidayakan dengan cara yang tidak tepat. Chamomile memiliki sifat yang menenangkan, menghilangkan stres dan membuat tidur lebih pulas.

Memerlukan waktu sampai 14 hari untuk memastikan Chamomile dapat tumbuh secara baik. Gunakan bibit unggul dengan tanah yang tak terlalu lembab dan terlindung dari sinar matahari. (lgi)

Baca juga:

Menyesap Secangkir Teh Herbal di Ubud

#Kesehatan #Info Kesehatan #Tips Kesehatan #Stres #Gejala Stres #Usir Stres #Manajemen Stres #Mengatasi Stress
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan