Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

El Nino 'Godzilla': Ancaman Cuaca Ekstrem yang Bisa Perpanjang Kemarau di Indonesia

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Kamis, 02 April 2026
El Nino 'Godzilla': Ancaman Cuaca Ekstrem yang Bisa Perpanjang Kemarau di Indonesia

El Nino Godzilla mengancam Indonesia. (foto: unsplash/redccharlie)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Fenomena El Nino 'Godzilla' kembali menjadi perhatian karena potensi dampaknya yang luas terhadap cuaca global, termasuk Indonesia.

Istilah 'Godzilla' sendiri bukanlah istilah ilmiah resmi, melainkan julukan populer yang digunakan untuk menggambarkan El Niño dengan intensitas sangat kuat.

Fenomena ini pernah terjadi pada periode 1997–1998 dan 2015–2016, yang saat itu memicu anomali cuaca besar di berbagai belahan dunia.

Dikutip dari berbagai sumber, secara sederhana, El Nino adalah pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Kondisi tersebut mengganggu pola angin serta distribusi uap air di atmosfer, sehingga berdampak langsung pada perubahan cuaca di banyak wilayah, termasuk Indonesia.

Baca juga:

Apa Itu El Nino dan La Nina? Dari Pengertian, Fenomena Iklim dan Pengaruhnya di Indonesia

Saat El Nino terjadi, wilayah Indonesia umumnya mengalami penurunan curah hujan. Hal ini disebabkan pusat pembentukan awan bergeser menjauh ke arah timur Pasifik, sehingga potensi hujan di Indonesia berkurang dibanding kondisi normal.

Dalam konteks Indonesia saat ini, dampak El Nino—terutama jika berada pada fase kuat atau mendekati kategori 'Godzilla'—dapat dirasakan melalui musim kemarau yang lebih panjang dan kering. Sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekeringan, penurunan debit air, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

Tidak hanya itu, suhu udara juga cenderung terasa lebih panas, sementara intensitas hujan menjadi jauh lebih rendah dibandingkan kondisi normal.

Baca juga:

Populasi Serangga Terancam Alterasi Pola El Nino yang Dipicu Perubahan Iklim

Namun demikian, penting untuk dipahami bahwa kondisi cuaca di Indonesia tidak hanya dipengaruhi oleh El Nino semata. Faktor lain seperti La Niña, angin monsun, serta dinamika atmosfer lokal juga memiliki peran penting dalam menentukan pola cuaca.

Bahkan dalam situasi El Nino, hujan masih dapat terjadi di beberapa wilayah akibat pengaruh faktor regional tersebut.

Dengan memahami fenomena El Nino 'Godzilla', masyarakat di Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi perubahan cuaca ekstrem. Langkah antisipasi seperti pengelolaan sumber daya air hingga mitigasi risiko kebakaran menjadi penting untuk dilakukan agar dampaknya tidak semakin meluas. (Far)

#Dampak El Nino #Apa Itu El Nino #Fenomena El Nino #Cuaca Ekstrem
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Febrian Adi

part-time music enthusiast. full-time human.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
3.800 Orang di Spanyol Meninggal Akibat Gelombang Panas, Rp 205,54 Miliar Disiapkan Buat Fasilitas Perlindungan
Spanyol telah mencatat 32 kebakaran hutan hebat sejak awal 2026 yang menghanguskan sekitar 153 ribu hektar lahan.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 28 Juli 2026
3.800 Orang di Spanyol Meninggal Akibat Gelombang Panas, Rp 205,54 Miliar Disiapkan Buat Fasilitas Perlindungan
Indonesia
Kota-Kota Ini Berpotensi Diguyur Hujan Sedang dan Angin Kencang 27-31 Juli 2026
Aktivitas pembakaran sampah atau pembukaan lahan secara sembarangan sangat melanggar imbauan keselamatan
Angga Yudha Pratama - Minggu, 26 Juli 2026
Kota-Kota Ini Berpotensi Diguyur Hujan Sedang dan Angin Kencang 27-31 Juli 2026
Indonesia
BMKG Prediksi Langit Jakarta Dominan Cerah dan Berawan pada Jumat (24/7)
Sementara, kondisi langit cerah hingga berawan merata di seluruh wilayah administrasi DKI Jakarta sejak pagi hingga malam hari
Angga Yudha Pratama - Jumat, 24 Juli 2026
BMKG Prediksi Langit Jakarta Dominan Cerah dan Berawan pada Jumat (24/7)
Indonesia
Siklon Pasifik Picu Ancaman Hujan Lebat, BMKG Keluarkan Peringatan Waspada Banjir-Longsor
BMKG melaporkan siklon Pasifik utara Papua memicu potensi hujan lebat dari Aceh hingga Papua. Warga diminta waspada banjir dan tanah longsor.
Wisnu Cipto - Selasa, 21 Juli 2026
Siklon Pasifik Picu Ancaman Hujan Lebat, BMKG Keluarkan Peringatan Waspada Banjir-Longsor
Indonesia
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG 21-23 Juli 2026: 28 Kota dari Sumatera Hingga Papua Siap-Siap Dihantam Angin Kencang
Selain curah hujan tinggi, ancaman angin kencang berpotensi melanda sebagian besar wilayah pulau utama Indonesia
Angga Yudha Pratama - Selasa, 21 Juli 2026
Peringatan Dini Cuaca Ekstrem BMKG 21-23 Juli 2026: 28 Kota dari Sumatera Hingga Papua Siap-Siap Dihantam Angin Kencang
Indonesia
Warga Jakarta Siaga Payung! BMKG Prediksi Hujan Ringan Mengguyur Wilayah Ibu Kota Malam Ini
Memasuki fase malam hari, intensitas awan hujan mengalami perluasan ke seluruh penjuru kota
Angga Yudha Pratama - Senin, 20 Juli 2026
Warga Jakarta Siaga Payung! BMKG Prediksi Hujan Ringan Mengguyur Wilayah Ibu Kota Malam Ini
Olahraga
Cuaca Ekstrem Ganggu Persiapan Timnas Spanyol dan Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026, Pengaruhi Performa?
Hujan lebat disertai badai petir yang melanda kawasan New York dan New Jersey, Amerika Serikat, membuat kedua tim harus menyesuaikan agenda latihan terakhir mereka sebelum final Piala Dunia 2026.
Frengky Aruan - Minggu, 19 Juli 2026
Cuaca Ekstrem Ganggu Persiapan Timnas Spanyol dan Argentina Jelang Final Piala Dunia 2026, Pengaruhi Performa?
Indonesia
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Fenomena bediding kembali melanda sejumlah wilayah Jawa saat puncak musim kemarau. BMKG mengungkap musim Australia menjadi penyebab suhu malam turun drastis.
Ananda Dimas Prasetya - Minggu, 19 Juli 2026
Fenomena Bediding Kembali Melanda Jawa, BMKG Ungkap Penyebab Suhu Malam Makin Dingin
Indonesia
BMKG Sebut Angin Kencang Berpotensi Terjadi hingga 23 Juli 2026, Warga Diminta Waspada
BMKG memperingatkan angin kencang hingga 23 Juli 2026. Warga pun diminta untuk waspada.
Soffi Amira - Sabtu, 18 Juli 2026
BMKG Sebut Angin Kencang Berpotensi Terjadi hingga 23 Juli 2026, Warga Diminta Waspada
Dunia
Italia Tetapkan Status Bahaya Tertinggi Gelombang Panas
Status peringatan merah (tingkat tiga) itu menandakan darurat gelombang panas dengan panas berkepanjangan dan risiko tinggi terhadap kesehatan, bahkan bagi warga berusia muda yang sehat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 17 Juli 2026
Italia Tetapkan Status Bahaya Tertinggi Gelombang Panas
Bagikan