MerahPutih Nasional - Munculnya gejolak ekonomi di Tanah Air dengan jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika mendorong mantan presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) berkomentar. Terlebih, ia merasa ada tuduhan miring atas merosotnya perekonomian di Indonesia setelah presiden baru, Joko Widodo terpilih.
Melalui akun twitter-nya, @SBYudhoyono, Yudhoyono mengungkapkan, jika banyak pihak sedang mencari "kambing hitam" atas permasalahan ekonomi yang kini melanda Indonesia di era Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

"Saya tetap mengikuti perkembangan situasu di tanah air, tmsk terjadinya gejolak ekonomi akibat jatuhnya nilai rupiah akhir-akhir ini," Cuit SBY memulai kultwit-nya, Kamis (18/12) dini hari.
"Memang yg paling mudah adalah mencari "kambing hitam" atau harus ada pihak yang disalahkan, terutama terkait jatuhnya rupiah kita," lanjut Presiden RI keenam itu.
SBY juga sepertinya kecewa, jika masa pemerintahannya, dituding sebagai biang keladi dari masalah ekonomi saat ini.
"Selain alasan-alasan lainnya, seorang pejabat pemerintah jg menuding bhw semua ini akibat kebijakan pemerintah SBY yang salah," kicaunya lagi.
Dalam kultwit-nya itu, SBY juga berpesan kepada jajaran pemerintahan yang dipimpinnya dahulu untuk bersabar atas tudingan-tudingan miring tersebut.
"Atas tudingan ini, sy minta kpd siapapun yg bersama saya 10 thn di pemerintahan harap bersabar. Tak perlu ikut menuding kesana kemari," lanjutnya.
SBY tidak berharap, ada pihak-pihak yang saling menyalahkan. Sebab, ia sendiri tidak pernah menyalahkan pemerintahan sebelumnya.
"Menyalahkan orang lain tak akan menyelesaikan. Itulah pelajaran yg saya petik selama dulu memimpin negeri ini," kicaunya lagi.
Nilai tukar dollar terhadap rupiah saat ini dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Dalam perdagangan Rabu (17/12), nilai tukar rupiah terhadap dollar disebut-sebut merupakan nilai terendah sejak krisis moneter 1998 silam yakni mendekati Rp13.000. (wan)