Ego Amerika dan Belum Pernah ke Iran, Bakal Sulitkan Prabowo Jadi Penengah Perang

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Senin, 02 Maret 2026
Ego Amerika dan Belum Pernah ke Iran, Bakal Sulitkan Prabowo Jadi Penengah Perang

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Yordania.(foto: Setpres)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Rencana Presiden Prabowo Subianto terbang ke Teheran, Iran untuk menjadi penengah konflik antara Iran dan Amerika Serikat dianggap tak realistis.

Mantan Wakil Menteri Luar Negeri Dino Patti Djalal berpandangan, dalam serangan militer ke musuhnya, AS jarang mau ditengahi atau dimediasi pihak ketiga.

"Ego Amerika sebagai negara super power terlalu tinggi untuk menerima itu. Dan saya juga meyakini Presiden Trump tidak mau Indonesia ikut campur karena mood-nya pada saat ini sedang gelap mata menumbangkan pemerintah Iran," kata Dino dalam keterangan di akun media sosilanya, dikutip Minggu (1/3).

Kemudian, pemerintah Iran belakangan ini tidak begitu dekat dengan pemerintah Indonesia. Dalam 15 bulan terakhir Presiden Prabowo tak pernah bertemu Presiden Iran dan juga tidak pernah berkunjung ke negara itu.

Baca juga:

Operasi Militer terhadap Iran Mungkin Dilakukan Sekitar 4 Minggu, Kata Presiden AS Donald Trump

"Dan tak pernah ada pertemuan bilateral antara kedua pemimpin di negara ketiga misalnya sewaktu KTT BRICS atau sewaktu KTT D-8. Menlu Sugiono juga tidak pernah melakukan kunjungan bilateral ke Teheran, walaupun pernah bertemu sekali dengan Menlu Iran di Jenewa.

Dengan kata lain, belum ada kedekatan atau trust dari pemerintah Iran terhadap pemerintah Indonesia sekarang ini," ucapnya.

Lalu, menurut Dino, kalau Prabowo merencanakan ke Teheran melakukan mediasi, tidak mungkin Trump atau sebagai pihak menyerang Iran akan bersedia berkunjung ke Teheran.

"Ini tidak realistis dan tidak akan mungkin terjadi," katanya.

Dino menekankan, dalam upaya mediasi juga tidak akan mungkin lagi jika Prabowo harus bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sebagai pihak yang utama menyerang Iran.

"Ini kan secara politik, diplomatik, dan logistik tidak mungkin terjadi dan ini akan menjadi bunuh diri politik bagi Presiden Prabowo di dalam negeri. Jadi saya sungguh tidak tahu dari mana datangnya ide yang menakjubkan ini agar Presiden terbang ke Teheran untuk menjadi mediator konflik segitiga ini," katanya. (*)

#Iran #Perang #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Indonesia
Tim Ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tim Ahli  dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Dunia
Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Jika denda tetap diberlakukan, peminjam seharusnya membayar sekitar USD 12.055 atau sekitar Rp 200 juta.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
 Terlambat 132 Tahun, Majalah Edisi 1894 Akhirnya Dikembalikan ke Perpustakaan AS
Bagikan