Efek Traumatis Berita Terorisme Bagi Anak TK dan Cara Mengatasinya

Thomas KukuhThomas Kukuh - Selasa, 15 Mei 2018
Efek Traumatis Berita Terorisme Bagi Anak TK dan Cara Mengatasinya

Ilustrasi (Pixalbay)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ISU pengeboman menjadi headline hampir di semua media di Indonesia. Berita tersebut tak hanya menarik perhatian masyarakat yang masuk kategori cukup umur, tetapi juga anak-anak di bawah umur. Seberapapun kuatnya para orang tua mengontrol, derasnya arus informasi membuat anak-anak tetap mengetahui berita tentang terorisme yang akhir-akhir ini terjadi. Belum lagi arus informasi terorisme dari media social.

Ironisnya, informasi yang beredar terkadang memuat konten yang tidak layak disaksikan anak-anak di bawah umur. Isu terorisme yang diunggah di media sosial memuat foto korban atau rekaman CCTV detik-detik kejadian. Konten tersebut tentu mengundang respon berbeda dari tiap anak. Respon tersebut ditentukan oleh sejumlah faktor salah satunya usia dan nalar mereka.

Anak-anak usia TK tentu lebih sulit memahami apa yang dilihat di media daripada anak-anak SD, SMP atau SMA.

Psikolog Rena Masri menjelaskan bahwa pemahaman anak TK terhadap terorisme berbeda dengan anak SMP dan SMA. Efek traumatis yang dihasilkan pun akan berbeda.

anak
Ajak anak mengapresiasi kerja aparat keamanan. (foto: dailyexpress)

“Anak TK yang belum terpapar informasi terorisme, saat melihat foto korban terorisme efek traumatisnya lebih mendalam,” ujar Rena. Tingkat kecemasan yang mereka alami pun lebih tinggi dibandingkan anak remaja tingkat SD lanjutan (usia 10 tahun ke atas), SMP ataupun SMA.

Dalam perjalanan hidupnya, anak-anak usia 10 tahun ke atas sudah terpapar gambar-gambar kekerasan sehingga lebih familiar dengan aksi terorisme. Mereka juga bisa bertukar informasi dengan temannya di sekolah mengenai hal yang terjadi. Saat bertukar informasi, anak-anak usia 10 tahun ke atas ini mendapat informasi tambahan sehingga bisa menyimpulkan sendiri. “Diskusi yang mereka lakukan juga bisa mereduksi ketegangan,” tutur Rena.

Berbeda dengan anak-anak yang masih TK. Informasi yang didapatkan anak TK terbatas. Mereka tidak tahu harus sharing kepada siapa. Kesulitan dalam mengungkapkan emosi membuat memori otak mereka merekam informasi tersebut secara utuh dan akan terbayang-bayang. Pendampingan orang tua pascateror sangat dibutuhkan oleh mereka.

“Ketika anak menanyakan tentang berita teror yang ia lihat atau baca, jelaskan saja secara logis dan sederhana sehingga dapat dimengerti anak,” demikian saran Rena.

Ilustrasi. (Pixabay)

Sebelum menjelaskan, kita dapat bertanya kepada anak mengenai perasaan mereka saat melihat berita tersebut. Dengarkan penjelasan mereka. Setelah anak bercerita mengenai perasaannya dan apa yang mereka ketahui, kita bisa memberi penjelasan yang singkat, padat dan jelas. Usahakan tetap tenang ketika memberi penjelasan mengenai terorisme kepada anak.

“Penjelasan tersebut bisa disesuaikan dengan usia dan daya tangkap anak,” jelasnya.

Hindari paparan terhadap televisi dan media sosial yang kerap memperlihatkan adegan sadis yang tak layak dilihat anak di bawah usia 12 tahun.

Kita juga bisa mengajak anak untuk mengapresiasi usaha yang dilakukan polisi, TNI, dan tenaga medis dalam menghadapi hal ini. Kesigapan mereka dalam menangani tindak terorisme membuat anak mendapat gambaran lain yang lebih positif. Keberanian dan ketangguhan mereka dalam bekerja akan lebih membuat anak terkesan dibandingkan aksi yang dilakukan para teroris. (Avia)

#Bom Bunuh Diri #Surabaya
Bagikan
Ditulis Oleh

Thomas Kukuh

Berita Terkait

Indonesia
Bom Bunuh Diri Meledak di Kompleks Pengadilan Islamabad, Pakistan Salahkan India
Perdana Menteri Shehbaz Sharif juga mengecam serangan itu dan menuduh India "menyebarkan terorisme di kawasan melalui kaki tangannya."
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 November 2025
Bom Bunuh Diri Meledak di Kompleks Pengadilan Islamabad, Pakistan Salahkan India
Tradisi
15 Tahun Batik Wistara Konsisten Berdayakan Disabilitas Lewat Batik Khas Surabaya
Batik Wistara menawarkan enam motif khas Surabaya.
Wisnu Cipto - Rabu, 17 September 2025
15 Tahun Batik Wistara Konsisten Berdayakan Disabilitas Lewat Batik Khas Surabaya
Dunia
Bom Bunuh Diri Meledak di Pakistan Barat Daya, Tewaskan 13 Orang, Lukai 30 Lainnya
Belum ada pihak yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan ini.
Dwi Astarini - Kamis, 04 September 2025
Bom Bunuh Diri Meledak di Pakistan Barat Daya, Tewaskan 13 Orang, Lukai 30 Lainnya
Indonesia
Situasi Surabaya dan Jawa Timur secara Umum Relatif Kondusif dan Terkendali Pasca-Demonstrasi yang Memanas, Sebut Polda
Sejak Minggu (31/8) malam, Polri dan TNI melakukan patroli skala besar untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Frengky Aruan - Senin, 01 September 2025
Situasi Surabaya dan Jawa Timur secara Umum Relatif Kondusif dan Terkendali Pasca-Demonstrasi yang Memanas, Sebut Polda
Indonesia
Sisi Barat Gedung Grahadi Dibakar Tidak Lama Setelah Khofifah Indar Parawansa Temui Massa
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menemui massa demonstran di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya, Jawa Timur, sekitar pukul 21.00 WIB.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 30 Agustus 2025
Sisi Barat Gedung Grahadi Dibakar Tidak Lama Setelah Khofifah Indar Parawansa Temui Massa
Indonesia
Isi Konten Radikal Remaja Anggota ISIS di Gowa Terungkap, Aktif Sebarkan Propaganda
Isi konten radikal remaja anggota ISIS di Gowa ditangkap. Remaja itu aktif menyebarkan propaganda melalui media sosial dan membahas aksi bom bunuh diri.
Soffi Amira - Minggu, 25 Mei 2025
Isi Konten Radikal Remaja Anggota ISIS di Gowa Terungkap, Aktif Sebarkan Propaganda
Lifestyle
Lirik Lagu Patriotik 'Surabaya' yang Pernah Dipopulerkan Oleh Dara Puspita
Tak heran, warga Surabaya segala usia pasti tak asing dengan lagu ini
Angga Yudha Pratama - Minggu, 05 Januari 2025
Lirik Lagu Patriotik 'Surabaya' yang Pernah Dipopulerkan Oleh Dara Puspita
Indonesia
Pemaksa Murid SMAK Gloria 2 Surabaya ‘Menggonggong’ Terancam Hukuman 3 Tahun Penjara
IS langsung ditetapkan tersangka dalam perkara ini.
Dwi Astarini - Jumat, 15 November 2024
Pemaksa Murid SMAK Gloria 2 Surabaya ‘Menggonggong’ Terancam Hukuman 3 Tahun Penjara
Dunia
Pelaku Bom Bunuh Diri Jelang KTT G20 Brasil Sempat Beri Peringatan di Medsos
Aksi teror bom bunuh diri terjadi di luar gedung Mahkamah Agung Rio de Janeiro, Brasil, Rabu (13/11) malam waktu setempat, atau hanya lima hari jelang acara puncak KTT G20 di Brasil.
Wisnu Cipto - Kamis, 14 November 2024
Pelaku Bom Bunuh Diri Jelang KTT G20 Brasil Sempat Beri Peringatan di Medsos
Indonesia
Dicokok di Bandara Juanda, Pengusaha Suruh Siswa SMK Gloria 2 Gonggong Jadi Tersangka
"Dari 11 saksi tersebut Polrestabes melakukan gelar perkara. Dari hasil gelar itu, saudara I sudah dinyatakan sebagai tersangka dan tadi ditangkap di Bandara Juanda,"
Wisnu Cipto - Kamis, 14 November 2024
Dicokok di Bandara Juanda, Pengusaha Suruh Siswa SMK Gloria 2 Gonggong Jadi Tersangka
Bagikan