Kesehatan

Efek Kuat Headphone pada Pendengar

Dwi AstariniDwi Astarini - Jumat, 04 Maret 2022
Efek Kuat Headphone pada Pendengar

Temuan terbaru tentang efek headphone berimplikasi signifikan untuk program pelatihan, pekerjaan jarak jauh, dan periklanan. (freepik/tirachardz)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

HEADPHONE memiliki dampak yang jauh lebih besar kepada pendengar daripada speaker eksternal karena gawai tersebut menempatkan suara 'di dalam kepala'. Demikian terungkap dalam sebuah studi terbaru.

"Headphone menghasilkan fenomena yang disebut lokalisasi di kepala. Itu membuat pembicara terdengar seolah-olah ada di dalam kepalamu," kata rekan penulis studi On Amir, seorang profesor pemasaran di University of California, San Diego, AS.

BACA JUGA:

Dampak TikTok pada Generasi Muda Ditinjau di AS

“Akibatnya, pendengar menganggap komunikator lebih dekat, baik secara fisik maupun sosial. Pendengar akan menganggap komunikator lebih hangat, mereka merasa dan berperilaku lebih empatik, dan lebih mudah dibujuk,” jelas Amir dalam sebuah rilis media universitas yang diberitakan WebMD.

Menurut para peneliti, temuan ini dapat memiliki implikasi yang signifikan untuk program pelatihan, pekerjaan jarak jauh, dan periklanan.

headphone
Headphone menghasilkan fenomena yang disebut lokalisasi di kepala, seolah-olah pembicara ada di dalam kepalamu. (freepik/user18526052)

Dalam serangkaian eksperimen dan survei yang melibatkan lebih dari 4.000 orang, para peneliti menemukan headphone memiliki efek yang jauh lebih kuat daripada speaker eksternal pada persepsi, penilaian, dan perilaku pendengar.

Temuan yang dijadwalkan untuk diterbitkan dalam jurnal Organizational Behavior and Human Decision Processes ini dapat membawa perubahan dalam sejumlah bidang, termasuk pekerjaan jarak jauh dan pelatihan di tempat kerja, saran para peneliti.

“Organisasi dapat mempertimbangkan penelitian ini ketika merancang pelatihan atau webinar mereka,” kata penulis studi Juliana Schroeder, profesor manajemen, di University of California, Berkeley, AS.

"Misalnya, manajer mungkin mendorong karyawan untuk mendengarkan pelatihan keselamatan atau webinar menggunakan headphone, yang mungkin lebih efektif mengubah sikap dan perilaku mereka, jika dibandingkan dengan mendengarkan melalui speaker," jelas Schroeder.

headphone
Headphone juga dapat menumbuhkan audiens yang lebih setia dan terlibat dalam siaran. (freepik/tirachardz)

Perusahaan, imbuh Amir, dapat mengirimkan headphone kepada karyawan untuk mendorong penggunaannya dalam percakapan telepon yang dapat meningkatkan kolaborasi, terutama di era kerja jarak jauh.

Headphone juga dapat menumbuhkan audiens yang lebih setia dan terlibat dalam siaran, kata para peneliti.

"Jelas, penelitian kami menunjukkan bahwa influencer, bloger, dan podcaster ingin mencoba memastikan orang mendengarkan melalui headphone karena itu menciptakan keterikatan," kata Amir.

"Penelitian kami mengusulkan bahwa bukan hanya apa atau siapa yang didengar orang yang memengaruhi penilaian, keputusan, dan perilaku mereka, melainkan juga bagaimana mereka mendengar pesan tersebut," imbuhnya.(aru)

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Lifestyle
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Dokter Citra Poerwa menjelaskan kaitan stres finansial dengan kesehatan mental dan fisik serta pentingnya skala prioritas bagi sandwich generation.
Soffi Amira - Minggu, 25 Oktober 2026
Dokter Citra Poerwa Ungkap Dampak Stres Finansial bagi Kesehatan hingga Sandwich Generation
Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Bagikan