Headline

Dukung Soliditas TNI-Polri, FAPP: Jika Tidak, Indonesia Terancam Pecah

Eddy FloEddy Flo - Kamis, 30 Mei 2019
 Dukung Soliditas TNI-Polri, FAPP: Jika Tidak, Indonesia Terancam Pecah

Anggota FAPP bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto (MP/Kanu)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Polarisasi masyarakat pasca-pemilu berpotensi mengancam keutuhan dan persatuan Bangsa. Sejumlah elemen masyarakat mulai menyerukan warga untuk kembali memperat kebersamaan dan memperkuat komitmen menjaga NKRI.

Hal ini terungkap dalam pertemuan Forum Advokat Pengawal Pancasila (FAPP) dengan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto.

Anggota FAPP Petrus Salestinus mengatakan, kegiatan ini sebagai silaturahmi Kebangsaan antara FAPP dengan Pimpinan TNI-POLRI untuk memperkuat komitmen bersama menjaga NKRI.

"Kami berharap agar TNI-POLRI sebagai representasi Negara agar selalu hadir di tengah masyarakat terutama dalam sukses mengamankan perayaan Lebaran hingga persidangan sengketa pemilu di MK dalam 1 (satu) bulan ke depan," kata Petrus kepada MerahPutih.Com di Jakarta, Kamis (30/5).

Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat Apel Pengamanan Idulfitri 2019 (MP/Kanu)

Petrus melanjutkan, dalam pengarahannya, Hadi menekankan bahwa dinamika politik yang terjadi sebelum dan selama masa kampanye, maka TNI-POLRI belajar dari peristiwa politik yang terjadi pada tahun 1998.

"Mereka berusaha keras menjaga kekompakan TNI-POLRI untuk tetap solid dan profesional menghalau perusuh dan siapapun yang mencoba mengganggu Ideoligi Pancasila dan keutuhan NKRI, karena bagi TNI, POLRI apabila TNI-POLRI bersatu dengan seluruh rakyat Indonesia. Maka keutuhan NKRI dengan dasar Ideologi Pancasila tidak dapat dan tidak boleh diganggu gugat oleh siapapun juga," jelas Petrus.

"Jika kita tidak bersatu maka, bangsa ini akan pecah menjadi 8 (delapan) negara dan itu yang kita tidak inginkan," tambah Petrus.

BACA JUGA: JFK 2019 Berlangsung Lancar, Anies: Ini Bukti Jakarta Aman

Wawali Solo Penuhi Janjinya Serahkan 101 Kambing untuk TPS dengan Pemilih 92 Persen

Petrus menegaskan, TNI harus menjaga soliditas serta mampu mempertahankan komitmennya untuk tetap bersama rakyat menjaga keutuhan NKRI dan tetap berpijak pada Konstitusi yaitu UUD 1945.

"TNI-POLRI kini menghadapi perilaku pihak ketiga yang mencoba membangun radikalisme, intoleransi dan terorisme serta memaksakan tdeologi lain menggantikan Pancasila dan memecah belah NKRI. Karena itu kita patut memberi apresiasi dan mendukung," tutup Petrus Selestinus.(Knu)

#Panglima TNI #Hadi Tjahjanto #TNI-Polri
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Eddy Flo

Simple, logic, traveler wanna be, LFC and proud to be Indonesian
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto meresmikan kapal induk eks Italia ITS Giuseppe Garibaldi menjadi KRI Sriwijaya-100.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
Kapal Induk Eks Italia Resmi Jadi KRI Sriwijaya-100, Panglima TNI Kukuhkan Komandannya
Indonesia
TNI-Polri Masuk Kategori Profesi Rawan Serangan Heat Stroke, Cegah dan Kenali Gejalanya!
Dokter UI dan IAKMI sebut lansia, anak-anak, pekerja pabrik, atlet, serta TNI-Polri masuk kategori rawan terkena heat stroke.
Wisnu Cipto - Kamis, 13 Agustus 2026
TNI-Polri Masuk Kategori Profesi Rawan Serangan Heat Stroke, Cegah dan Kenali Gejalanya!
Indonesia
DPR Panggil Panglima TNI dan Kapolri Bahas Keamanan Jelang HUT Ke-81 RI
Mensesneg juga menyampaikan rapat yang membahas keamanan dan ketertiban itu juga diarahkan untuk persiapan Sidang Tahunan MPR RI pada 14 Agustus 2026
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
DPR Panggil Panglima TNI dan Kapolri Bahas Keamanan Jelang HUT Ke-81 RI
Indonesia
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Panglima meminta masyarakat tidak mudah mempercayai kabar yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Masyarakat juga diminta melaksanakan aktivitas seperti biasa.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Warga Diminta Tidak Terprovokasi Jelang Peringatan HUT Kemerdekaan Ke-81 Republik Indonesia
Indonesia
Pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI, Komisi III DPR: jangan Ada Narasi Keretakan
Kerja sama tersebut dibutuhkan, terutama dalam penegakan hukum, pemberantasan korupsi, serta penguatan pertahanan negara.
Dwi Astarini - Rabu, 15 Juli 2026
Pertemuan Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI, Komisi III DPR: jangan Ada Narasi Keretakan
Indonesia
Panglima TNI, Jaksa Agung, dan Kepala BIN Kumpul di Peringatan Harkopnas 2026
Mereka terlihat tersenyum sambil memperagakan salam komando sebagai simbol kebersamaan. 

Dwi Astarini - Minggu, 12 Juli 2026
Panglima TNI, Jaksa Agung, dan Kepala BIN Kumpul di Peringatan Harkopnas 2026
Berita Foto
Raker Menhan dan Panglima TNI Bahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global
Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin (tengah) bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subianto di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 19 Mei 2026
Raker Menhan dan Panglima TNI Bahas Perkembangan Dinamika Geopolitik Global
Indonesia
Kumpulkan Mantan Panglima TNI, Menhan Sjafrie Yakinkan Soal Prinsif Kepentingan Nasional
Dinamika strategi pertahanan negara yang baru tetap harus mengakar pada dua prinsip tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Kumpulkan Mantan Panglima TNI, Menhan Sjafrie Yakinkan Soal Prinsif Kepentingan Nasional
Indonesia
Panglima TNI Hidupkan Jabatan Kaster, DPR Tegaskan Bukan Dwifungsi ABRI
Komisi I DPR menanggapi keputusan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menghidupkan jabatan Kaster. Tegaskan kebijakan ini bukan kembalinya dwifungsi ABRI.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 13 Maret 2026
Panglima TNI Hidupkan Jabatan Kaster, DPR Tegaskan Bukan Dwifungsi ABRI
Indonesia
TNI Siaga 1 di Tengah Konflik Timur Tengah, DPR: Antisipasi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Informasi
Status siaga 1 TNI diberlakukan di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur Tengah. Antisipasi ancaman siber, infiltrasi informasi, dan dinamika geopolitik global.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 12 Maret 2026
TNI Siaga 1 di Tengah Konflik Timur Tengah, DPR: Antisipasi Ancaman Siber hingga Infiltrasi Informasi
Bagikan