Studiohanafi Memantik 'Kode' Tiga Seniman Muda Beraktualisasi
Pameran KODE di Galerikertas-Studiohanafi, Jalan Raya Meruyung Gg Manggis No 72 Kp Parung Bingung, Depok. (Merahputih.com/Noer Ardiansjah)
DALAM rangka memberi ruang bagi para seniman muda, Studiohanafi menggelar pameran bertema KODE di Galerikertas-Studiohanafi, Jalan Raya Meruyung Gg Manggis No 72 Kp Parung Bingung, Depok, Ahad (15/7).
Pameran ini merupakan aktualisasi bagi tiga perupa muda terpilih untuk mempresentasikan karyanya. Sebanyak 30 perupa muda ikut berpastisipasi. Mereka melalui tahap diskusi dan presentasi karya di hadapan Street Artist Yogyakarta, Farhan Siki, di rentang 28-29 Mei 2018.
Tak mudah bagi Farhan Siki menyeleksi seluruh karya menjadi tiga terbaik. Banyak perhitungan dan pertimbangan. Tak melulu tentang teknik, tapi tentang kesatuan terhadap karya. "Memang tidak mudah. Ada banyak hal harus diperhatikan," kata Farhan.
Setelah melewati proses panjang, Farhan Siki lantas memilih tiga perupa muda, Alvion, Eka Apriansyah, dan Vicky Saputra. Masing-masing perupa memiliki karakteristik kuat.
Karya Alivion (22), menurut Farhan, menggunakan pendekatan ilustratif dan sangat tepat ditampilkan secara kompilatif karena akan menghadirkan narasi seperti cerpen. Sementara Eka Apriansah (21), lanjutnya, memiliki kekuatan desain kuat, dari pemilihan warna, komposisi gambar, dan objek gambar menarik.
"Sedangkan karya Vicky Saputra (21), cukup sempurna dari sisi teknik, modal yang bagus untuk menggapai metafor-metafor bahasa visual lebih lanjut," kata Farhan.
Ketiganya lantas menggunakan ruang pamer Studiohanafi untuk saling berdialog. Direktur Studiohanafi, Hanafi Muhamad mengapresiasi pameran KODE sebagai ajang perupa muda beraktualisasi. Studiohanafi, lanjutnya, merupakan wadah bagi para perupa muda untuk tampil dan berproses.
"Seperti diketahui, selama ini jarang sekali ada wadah bagi mereka untuk menyalurkan hobinya. Mereka sangat sulit mendapatkan ruang untuk berekspresi," kata Hanafi.
Para perupa muda tersebut pun tak perlu pusing mencari biaya. Ketiganya, menurut Hanafi, tidak dibebankan pengeluaran sedikit pun.
"Pameran ini sebenarnya merupakan pemantik untuk yang lain dalam hal memajukan para perupa muda. Kita jangan apatis terhadap keberadaan para perupa muda," katanya. (*)
Bagikan
Berita Terkait
Museum MACAN Buka Pameran Olafur Eliasson, Ajak Pengunjung Rayakan Rasa Ingin Tahu
Dari Jakarta ke Bali, Indonesia Watercolor Summit Hadirkan Pameran dan Pertukaran Budaya
Resmi Ditutup, ini 5 Galeri di Art Jakarta 2025 yang Menarik Perhatian Pengunjung
Antara Alam dan Modernitas: Konsep Unik VIP Lounge Art Jakarta 2025
JICAF 2025: Pameran Ilustrasi Terbesar di Indonesia Hadirkan Pengalaman Seni 'New Heights'
Dari Bali hingga Korea, Art Jakarta 2025 Hadirkan Arus Baru Seni Kontemporer
Ruang Seni Portabel Pertama Hadir di Sudirman, Buka dengan Pameran ‘Dentuman Alam’
ArtMoments Jakarta 2025 Tampilkan 600 Seniman dan 57 Galeri, Angkat Tema 'Restoration'
Menyembuhkan Luka Batin lewat Kuas dan Warna: Pelarian Artscape Hadirkan Ruang Aman untuk Gen Z Hadapi Stres
ARTSUBS 2025 Hadirkan Ragam Material dan Teknologi dalam Ruang Seni yang Lentur