Dua Nelayan Tewas Tenggelam

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 30 Juni 2017
Dua Nelayan Tewas Tenggelam

Ilustrasi nelayan tradisional. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Dua nelayan kapal ikan Makarios tewas tenggelam di Pantai Namosain, Kupang, saat hendak kembali ke darat usai mencari ikan di perairan.

"Kedua nelayan tersebut bernama Samuel Bansoma dan Jhoni Mone. Keduanya tenggelam karena diduga tak bisa berenang," kata Kabid Humas Polda NTT, Jules Abraham Abast kepada wartawan di Kupang, Jumat (30/6).

Jules menjelaskan, menurut keterangan beberapa saksi yang juga teman dari korban, menyatakan bahwa pada pukul 15.10 WITA waktu setempat kapal mereka berlabuh di Pantai Namosain usai mencari ikan.

Untuk bisa sampai ke daratan para nelayan harus menggunakan perahu sampan. Namun sayangnya sampan yang digunakan untuk menjemput para nelayan bocor sehingga kemasukan air.

"Sampan itu bocor tetapi menurut keterangan saksi Fatur Isak dirinya sudah mengeluarkan air tersebut sehingga aman," ujar Jules.

Merasa tak bermasalah dengan lubang yang ada di tubuh sampan dua korban yang meninggal serta salah satu korban yang saat ini kritis dan masih dirawat bernama Mad Sari melompat dan masuk dalam sampan.

Berkisar kurang lebih 50 meter dari kapal Makarios sampan itu terbalik yang mengakibatkan ketiga nelayan jatuh. Fatur Isak sempat meminta tolong kepada nelayan lainnya di darat untuk menyelamatkan rekannya.

"Sebelum tenggelam, dua nelayan yang tewas tersebut sempat berpegangan pada saksi yang menjemput para korban. Dan dirinya sempat meminta tolong kepada nelayan yang lainnya. Dan kedua korban tak bisa berenang," katanya.

Usai diselamatkan, ketiga nelayan itu langsung dilarikan ke RS TNI -AL. Namun sayang tidak bisa diselamatkan. Sementara satu korban lainnya kritis.

Ketiga korban tersebut diketahui baru sepekan bekerja sebagai nelayan di atas kapal ikan tersebut.

Untuk sementara, pihak kepolisian masih menyelidiki kejadian tersebut. Sejumlah saksi termasuk Fatur Isak sudah diminta keterangan. Termasuk pemilik kapal untuk mengali lebih jauh kejadian tersebut.

Sumber: ANTARA

#Tewas Tenggelam #Nelayan Tradisional #Kupang
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Kampung Nelayan Diklaim Mampu Produksi Ikan hingga 2,15 Juta Ton Setahun
Program tersebut dinilai akan memperkuat sektor riil sekaligus meningkatkan ketahanan pangan berbasis kelautan.
Dwi Astarini - Rabu, 01 April 2026
Kampung Nelayan Diklaim Mampu Produksi Ikan hingga 2,15 Juta Ton Setahun
Indonesia
Kronologi Jasad Putri Pelatih Valencia Ditemukan di Bangkai Kapal, Sempat Tercium Bau Busuk
Jasad putri pelatih Valencia akhirnya ditemukan di bangkai kapal. Awalnya, hal itu diketahui ketika nelayan Pulau Komodo menemukan bangkai kamar kapal.
Soffi Amira - Rabu, 07 Januari 2026
Kronologi Jasad Putri Pelatih Valencia Ditemukan di Bangkai Kapal, Sempat Tercium Bau Busuk
Indonesia
Jasad Terakhir Ditemukan, Ini Nama 6 Mahasiswa KKN UIN Semarang Tewas Hanyut di Kendal
Jasad yang ditemukan atas nama Nabila Yulian Dessi Pramesti, korban terakhir dalam kejadian nahas tersebut.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 November 2025
Jasad Terakhir Ditemukan, Ini Nama 6 Mahasiswa KKN UIN Semarang Tewas Hanyut di Kendal
Indonesia
Basarnas Perluas Pencarian WNI Inggris Diduga Hanyut di Pantai Legian, Lewat Jalur Laut dan Udara
Selain jalur laut, Basarnas Bali turut melakukan pemantauan di udara dengan menggunakan drone thermal dan penyisiran SRU darat di seputaran pantai.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 25 September 2025
Basarnas Perluas Pencarian WNI Inggris Diduga Hanyut di Pantai Legian, Lewat Jalur Laut dan Udara
Indonesia
Pemprov DKI Pastikan Nelayan Terdampak Pembangunan Pagar Beton Cilincing Terdata dan Mendapatkan Kompensasi Tepat Sasaran
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo juga memastikan nasib para nelayan akan tetap diperhatikan
Angga Yudha Pratama - Selasa, 16 September 2025
Pemprov DKI Pastikan Nelayan Terdampak Pembangunan Pagar Beton Cilincing Terdata dan Mendapatkan Kompensasi Tepat Sasaran
Indonesia
Penyelidikan Kasus Kematian Prada Lucky Diserahkan ke Denpom, Brigif Komodo Minta Masyarakat Bersabar
Di tahap pertama empat orang yang diperiksa oleh Denpom dalam kasus dugaan penganiayaan Prada Lucky oleh para seniornya.
Frengky Aruan - Sabtu, 09 Agustus 2025
Penyelidikan Kasus Kematian Prada Lucky Diserahkan ke Denpom, Brigif Komodo Minta Masyarakat Bersabar
Indonesia
Tuntut Keadilan, Serma Christian Namo: Anak Tentara aja Dibunuh Kok, Bagaimana yang lain
Sersan Mayor Christian Namo tidak terima dengan kasus kematian anaknya Prada Lucky Namo anggota TNI yang diduga meninggal dunia akibat dianiaya seniornya.
Wisnu Cipto - Jumat, 08 Agustus 2025
Tuntut Keadilan, Serma Christian Namo: Anak Tentara aja Dibunuh Kok, Bagaimana yang lain
Indonesia
Lewotobi Laki-Laki Erupsi lagi, Bandara El tari Batalkan 4 Rute Penerbangan
Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kecamatan Wulanggitang yang kembali erupsi dan menyemburkan material vulkanis setinggi 18 ribu meter dari puncak gunung.
Dwi Astarini - Senin, 07 Juli 2025
Lewotobi Laki-Laki Erupsi lagi, Bandara El tari Batalkan 4 Rute Penerbangan
Indonesia
88 Kepala Keluarga Bakal Direlokasi Dari Pulau Kera Kupang, KPAI Ingatkan 121 Masa Depan Anak
Adanya relokasi sangat mungkin akan membuat anak menjadi korban kerusuhan atau anak menjadi pengungsi yang diiringi dengan ketidakjelasan kondisi kehidupan mereka.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 01 Juni 2025
88 Kepala Keluarga Bakal Direlokasi Dari Pulau Kera Kupang, KPAI Ingatkan 121 Masa Depan Anak
Olahraga
Cristiano Ronaldo Batal ke Kupang NTT Rabu Ini
Asisten II Setda NTT Rita Wuisan mengaku pihaknya belum tahu kapan Cristiano Ronaldo benar-benar datang.
Frengky Aruan - Rabu, 19 Februari 2025
Cristiano Ronaldo Batal ke Kupang NTT Rabu Ini
Bagikan