DPRD DKI: SDM Harus Berkualitas Menyongsong Jakarta Kota Global
Ilustrasi pengenalan siswa baru (MP/Didik Setiawan)
MerahPutih.com - Pendidikan di Jakarta harus maksimal agar bisa menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Hal ini untuk menyongsong Jakarta Kota Global, setelah tidak lagi menjadi Ibu Kota.
"Prinsip saya, membangun satu kota adalah membangun SDM-nya. kalau SDM berkualitas, maka kota akan menjadi berkualitas," ujar Anggota DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi dalam keterangannya, Jumat (30/8).
Politikus PKS Ini mengungkapkan, cara membuat SDM yang unggul yakni memberikan pelayanan pendidikan yang optimal kepada anak-anak Jakarta sesuai Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 Tahun 2006 tentang Sistem Pendidikan.
Dalam Pasal 5 ayat (1) tertulis warga masyarakat yang berusia 7 sampai 18 tahun wajib mengikuti pendidikan dasar sampai tamat.
Baca juga:
Pesan Pj Heru ke Pangdam Jaya Baru: Jaga Stabilitas dan Keamanan Menuju Jakarta Kota Global
Lalu di Pasal 16 huruf (f) berbunyi, pemerintah daerah wajib menyediakan dana guna terselenggaranya wajib belajar 12 tahun khususnya bagi peserta didik dari keluarga tidak mampu dan anak terlantar.
"Jangan sampai anak di DKI gak bisa mengenyam sekolah sesuai kelasnya kota global. Misalnya DKI kelasnya cuma SD, itu kan enggak matching (cocok) sama kota global," tuturnya.
Ia berharap, seluruh anak Jakarta memperoleh pendidikan yang layak, minimal hingga jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA). Oleh karena itu, program sekolah swasta gratis akan diperjuangkan hingga terealisasi di tahun 2025.
Diterapkannya program sekolah swasta gratis agar tak ada lagi anak putus sekolah karena terkendala biaya dan tak mendapat kuota di sekolah negeri. "Harapannya jadi kota global, tapi anaknya cuma sampai SD. Kan enggak mungkin. Nah itu harus dipersiapkan. Membangun suatu negeri dengan SDM berkualitas," pungkasnya. (asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Guru Pamulang Dipolisikan karena Nasihati Murid, DPR Desak Restorative Justice
Komisi X DPR Nilai Gaji Guru Honorer Belum Sejahtera, Usulkan Rp 5 Juta per Bulan
1.000 Lebih Kasus Kekerasan Terjadi Selama 2025, Jadi Alarm Serius Dunia Pendidikan
Temui Profesor Oxford hingga Imperial College, Prabowo Ingin Bangun 10 Kampus Baru di Indonesia
Legislator NasDem Ingatkan Program Sekolah Rakyat Harus Fokus di Daerah Tertinggal
Bertemu Rektor Seluruh Indonesia di Istana Negara, Presiden Prabowo Terima Dokumen Berisi Kritik dan Masukan kepada Pemerintah
Pemerintah Siapkan 5.750 Kuota Beasiswa LPDP di 2026
Pemerintah Terbitkan 156 Izin Prodi Spesialis Kedokteran Baru
Presiden Minta Program Revitalisasi Ditambah 60 Ribu Sekolah, DPR Sebut masih Banyak Gedung Rusak
Prabowo Canangkan Taruna Nusantara Cetak Pemimpin Antikorupsi