Merahputih.com - Persiapan matang Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 melalui jalur UTBK-SNBT 2026 menjadi sorotan utama DPR RI.
Anggota Komisi X DPR RI, Habib Syarief, mendesak Panitia SNPMB 2026 untuk mengaudit total kesiapan sarana dan prasarana pendukung agar seluruh tahapan, mulai dari pendaftaran hingga pelaksanaan ujian, berlangsung tertib, lancar, dan akuntabel.
Fasilitas Teknis Penentu Masa Depan
Habib Syarief menekankan bahwa keandalan sistem berbasis komputer memerlukan perhatian ekstra karena gangguan teknis sekecil apa pun berdampak fatal bagi psikologis peserta.
Baca juga:
Panitia wajib menjamin ketersediaan perangkat komputer yang memadai, baik dari segi kuantitas maupun spesifikasi teknis terbaru. Selain perangkat keras, kestabilan jaringan internet dan server menjadi tulang punggung yang tidak boleh mengalami kendala saat hari pelaksanaan.
“Kesiapan sarana dan prasarana adalah tolok ukur keberhasilan pelaksanaan. Jangan dianggap sepele. Jika ada gangguan, bukan hanya sistem yang terganggu, tetapi juga masa depan peserta. Mereka sudah mempersiapkan diri secara maksimal, jangan sampai gagal hanya karena persoalan teknis,” tegas Habib Syarief, Selasa (31/3).
Antisipasi Listrik Padam dan Standar Ruangan
Selain urusan digital, ketersediaan sumber listrik cadangan seperti genset masuk dalam daftar prioritas pengawasan DPR.
Habib mengingatkan agar panitia melakukan mitigasi risiko terhadap potensi pemadaman listrik yang dapat menghentikan ujian secara mendadak. Hal ini penting untuk menjaga fokus dan hasil akademik para calon mahasiswa.
Baca juga:
Kenyamanan fisik di lokasi ujian juga menjadi poin krusial dalam tuntutan Komisi X. Panitia harus memastikan pengaturan tempat duduk, sirkulasi udara atau ventilasi ruang ujian, serta sistem pengawasan memenuhi standar operasional prosedur.
Ruang ujian yang kondusif akan membantu peserta mengeluarkan kemampuan terbaik mereka tanpa gangguan eksternal yang tidak perlu.

