DPR Minta Presiden Prabowo Berpihak ke Petani
Presiden Prabowo Subianto (MP/Didik Setiawan)
MerahPutih.con - Rencana Presiden Prabowo Subianto menjadikan Indonesia swasembada pangan dalam lima tahun kedepan menuai apresiasi.
Anggota DPR RI Johan Rosihan memberikan apresiasi terhadap isi dan muatan pidato perdana Prabowo untuk swasembada pangan dalam empat hingga lima tahun ke depan.
Menurutnya, ucapan Prabowo ini menjadi harapan dari seluruh rakyat Indonesia .
"Ini mampu membangkitkan semangat dan harapan publik karena memang negara kita berpotensi besar dalam bidang pertanian pangan dan dibutuhkan sosok pemimpin yang memilliki orientasi pertanian yang baik untuk Indonesia ke depan", ucap Johan kepada wartawan di Gedung Nusantara, DPR RI, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10).
Baca juga:
Hasto Apresiasi Prabowo Usai Pidato Sebut Nama Soekarno Hingga Megawati
Johan menyatakan bahwa banyak tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai swasembada pangan.
Di antaranya, perlu mendorong peningkatan produksi pangan di tengah situasi perubahan iklim, sehingga diperlukan inovasi teknologi pertanian yang tahan perubahan iklim agar produksi terus meningkat.
“Selain itu, diperlukan dukungan penuh kepada semua petani Indonesia untuk meningkatkan produksi pangan,” tutur Politisi Fraksi PKS ini.
Menurut Johan, diperlukan kebijakan tata kelola lahan pertanian yang lebih berpihak kepada petani, dikarenakan kondisi saat ini rata-rata lahan garapan petani Indonesia kurang dari 0,5 hektar.
Pemerintah harus memastikan penguasaan lahan pertanian produktif dimiliki dan dikelola oleh petani.
“Lalu harus ada dukungan dari pemerintah terhadap komoditi tanaman pangan yang memberi dampak pada peningkatan kesejahteraan petani," ucap Anggota Komisi IV yang membidangi bidang pertanian periode DPR RI 2019-2024 ini.
Baca juga:
Prabowo-Gibran Tampil Kompak dengan Baju Adat Bangsawan Ujung Serong di Pelantikan
Johan berharap sebagai negara agraris, Indonesia bisa mencapai kemajuan dan kejayaan melalui cita-cita swasembada pangan yang didukung oleh seluruh rakyat Indonesia.
Hal itu karena memang tantangan krisis global ke depan salah satunya terkait dengan urusan pangan
Dia meminta pemerintah segera membuat terobosan untuk menghasilkan inovasi teknologi yang paling tepat dalam mendorong peningkatan produksi tanaman pangan.
Lalu memperkuat pembangunan infrastruktur pertanian, dan dukungan penuh kepada semua stakeholders pangan dari hulu sampai ke hilir.
“Termasuk perumusan kebijakan pangan yang lebih komprehensif menuju swasembada pangan nasional,” pungkasnya. (Knu)
Bagikan
Joseph Kanugrahan
Berita Terkait
Habiburokhman Tegaskan Kapolri Listyo Sigit 100 Persen Loyal pada Prabowo, Sebut Jadi Saksinya
HNW Soroti Partisipasi Indonesia di Board of Peace, Ingatkan Amanat UUD 1945 soal Palestina
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Jual Laut dan Hutan di Sumatra ke Inggris Seharga Rp 90 Triliun
Momen Presiden Prabowo Subianto Melantik Dewan Energi Nasional (DEN) di Istana Negara
Wamenkeu Jadi Deputi Gubernur BI, Presiden Belum Berencana Reshuffle Kabinet
Profl Delapan Anggota DEN dari Unsur Pemangku Kepentingan, Mulai dari Pakar Geofisika Legendaris Hingga Pendiri INDEF
[HOAKS atau FAKTA]: Prabowo Stop Gaji Anggota DPR selama 3 Bulan, Uangnya Dipakai untuk Bantu Korban Bencana Alam
Dinilai Berisiko, Indonesia Harus Siap Mundur dari Board of Peace jika Abaikan Palestina
Indonesia Gabung Board of Peace, Eks Wamenlu Ingatkan Risiko Dominasi AS
Izinnya Dicabut Prabowo, 28 Perusahaan Perusak Hutan Diminta Bertanggung Jawab