DPR Minta Pemerintah Tegas ke Pihak yang Manipulasi Harga Pangan Saat Ramadan
Sejumlah warga mengantre membeli sejumlah komoditas pangan pada operasi pasar pangan murah di Kantor Pos Flora Jakarta, Senin (24/2/2025). ANTARA/Harianto
Merahputih.com - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengingatkan pemerintah dan pihak berwenang menindak secara tegas pihak-pihak yang mencoba memanipulasi harga pangan saat Ramadan.
Pemerintah harus memastikan harga pangan tetap berada di bawah HET yang telah ditetapkan dan mencegah permainan harga selama bulan Ramadan.
"Pemerintah dan Satgas Pangan harus memperkuat pengawasan terhadap harga pangan agar tidak ada pihak yang memanfaatkan momen Ramadan untuk bermain harga," ujar Cucun dalam keterangannya, Jumat (28/2).
Baca juga:
Sementara itu, Pemerintah telah memastikan bahwa stok pangan nasional dalam kondisi aman menjelang Ramadan. Cucun berharap, langkah-langkah yang telah disusun Pemerintah untuk menstabilkan harga pangan dapat diterapkan dengan baik di daerah-daerah.
"Agar langkah Pemerintah berhasil, kita semua perlu bekerja sama. Mari kita pastikan kenyamanan umat Muslim dalam menjalankan ibadah puasa dengan harga pangan yang terjangkau," ujarnya.
Baca juga:
Selain itu, Cucun meminta Satgas Pangan untuk terus memantau kondisi harga dan ketersediaan pangan di pasaran, termasuk untuk mencegah penimbunan barang yang dapat menyebabkan lonjakan harga.
"Jika pasokan berkurang, harga-harga pangan pasti akan melonjak. Oleh karena itu, kondisi seperti ini harus dihindari," tegasnya.
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
DPR Ingatkan Kebijakan Strategis Pangan Hingga Industri Pemerintah Tak Boleh Tereduksi Kepentingan Kelompok
DPR Anggap Kritik KUHP Baru Sebagai Bagian Penting Demokrasi, Persilakan Publik Uji Materi ke MK
Pidato Ketua DPR Puan Maharani dalam Rapat Paripurna DPR Perdana Tahun 2026
Wacana Pilkada Tidak Langsung Masih 'Jauh Panggang dari Api', DPR Pilih Fokus UU Pemilu
[HOAKS atau FAKTA]: Kebijakan Makan Bergizi Gratis Ditolak Digelar saat Bulan Puasa karena Bertentangan dengan Nilai Agama
Jangan Asal Angkut! Kayu Sisa Banjir Sumatra Ternyata Masuk Kategori Sampah Spesifik
Bawang Ilegal 'Haram' Hampir Masuk Pasar, Pemerintah Didesak Seret Dalang Penyelundupan ke Meja Hukum
Beras Wajib Satu Harga di Seluruh Indonesia, Bulog Dapat Margin 7 Persen
Demo di Iran Tewaskan Sekitar 500 Orang, DPR: Siapkan Rencana Evakuasi WNI, Jangan Tunggu Situasi Memburuk
DPR Tegaskan KUHAP Baru Persulit Penahanan Ngawur, Tinggalkan Asas Monistis Warisan Belanda