DPR Desak Evaluasi Sistem KAI Usai Rantai Kejadian Taksi Tertemper Hingga KRL Ditabrak Argo Bromo

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 29 April 2026
DPR Desak Evaluasi Sistem KAI Usai Rantai Kejadian Taksi Tertemper Hingga KRL Ditabrak Argo Bromo

Petugas memeriksa kondisi gerbong KRL Commuterline yang bertabrakan dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Senin (27/4/2026). ANTAR

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kecelakaan kereta api Stasiun Bekasi Timur antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek pada Senin malam mengakibatkan 14 orang meninggal dunia dan memicu desakan evaluasi total sistem perkeretaapian nasional.

Anggota Komisi V DPR RI, Abdul Hadi, menyoroti kegagalan sistem keselamatan yang seharusnya mampu mencegah tabrakan beruntun di jalur sibuk.

Kegagalan Sistem Persinyalan dan Proteksi

Abdul Hadi menegaskan bahwa insiden tragis ini merupakan sinyal adanya persoalan sistemik yang sangat serius. Ia meminta Kementerian Perhubungan serta Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) membuka fakta secara transparan mengenai kronologi kejadian.

Baca juga:

Jasa Raharja Terbitkan Jaminan untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Rangkaian peristiwa bermula saat sebuah taksi menemper KRL, yang menyebabkan rangkaian kereta berhenti di tengah jalur sebelum akhirnya tertabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek dari belakang.

“Rantai kejadian ini harus dibuka secara terang. Fakta bahwa ada KRL yang tertahan seharusnya dapat terdeteksi dalam sistem. Persinyalan mestinya memberikan peringatan jelas kepada kereta di belakang bahwa jalur belum aman,” ujar Abdul Hadi dalam keterangannya, Selasa (28/4).

Ia menambahkan bahwa teknologi seperti Automatic Train Protection (ATP) harus segera diimplementasikan secara merata.

Teknologi tersebut memastikan kereta berhenti secara otomatis ketika mendeteksi potensi bahaya atau pelanggaran sinyal, sehingga tidak hanya bergantung pada faktor manusia semata.

Bahaya Perlintasan Sebidang yang Mengancam Nyawa

Selain masalah teknis di jalur rel, ia juga menyoroti lemahnya pengamanan di perlintasan sebidang. Masuknya kendaraan ke jalur rel hingga memicu berhentinya KRL menunjukkan bahwa infrastruktur pengamanan masih sangat rapuh.

Baca juga:

Jasa Raharja Terbitkan Jaminan untuk Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

Abdul Hadi mendorong pemerintah mempercepat pembangunan flyover dan underpass di titik-titik padat guna memutus kontak langsung antara kendaraan jalan raya dengan jalur kereta api.

“Ini bukan sekadar kecelakaan, tetapi sinyal adanya potensi persoalan sistemik yang harus segera dibenahi. Keselamatan transportasi publik harus menjadi prioritas utama,” tegasnya.

Hadi juga mengingatkan seluruh pemangku kepentingan agar tidak lengah meskipun evaluasi transportasi mudik sebelumnya menunjukkan hasil positif. Tragedi di Bekasi Timur ini menjadi catatan kelam yang menuntut perbaikan segera dari sisi infrastruktur, pengawasan, hingga penegakan hukum bagi pelanggar perlintasan.

#Kereta #Kereta Api #Kecelakaan #Kecelakaan Kereta #Kecelakaan Maut #DPR #DPR RI
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Raker Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Komisi XII DPR Bahas Program Kompor Listrik
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) usai mengikuti Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Raker Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dengan Komisi XII DPR Bahas Program Kompor Listrik
Berita Foto
Aksi Mahasiswa UMT Gelar Aksi Demonstrasi di Gerbang Pancasila Gedung DPR Jakarta
Aksi unjuk rasa Mahasiswa dari Universitas Muhammadiyah Tangerang di Gerbang Pancasila, Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Aksi Mahasiswa UMT Gelar Aksi Demonstrasi di Gerbang Pancasila Gedung DPR Jakarta
Berita Foto
Raker Menpora Erick Thohir Bahas Naturalisasi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir saat mengikuti Raker dengan Komisi X DPR, di Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Raker Menpora Erick Thohir Bahas Naturalisasi Mitchell Lee Baker dan Luke Anthony Vickery
Berita Foto
Raker Perdana Kepala BGN Naniek S Deyang dengan Komisi IX DPR Bahas RKA 2027
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S.Deyang saat mengikuti Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR, di Senayan, Jakarta, Senin (15/6/2026).
Didik Setiawan - Senin, 15 Juni 2026
Raker Perdana Kepala BGN Naniek S Deyang dengan Komisi IX DPR Bahas RKA 2027
Indonesia
Ratusan Kepala Sekolah Mundur Usai Temuan BPK, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola BOS
Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan (Disdik Sulsel) mengungkap latar belakang di balik mundurnya ratusan kepala sekolah dari jabatannya secara massal.
Frengky Aruan - Senin, 15 Juni 2026
Ratusan Kepala Sekolah Mundur Usai Temuan BPK, DPR Minta Evaluasi Menyeluruh Tata Kelola BOS
Indonesia
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Seluruh pihak harus mendukung penuh kesepakatan penghentian perang tersebut demi menjaga stabilitas dan perdamaian dunia.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Iran-Amerika Sepakat Akhiri Perang, Komisi I DPR: Israel jangan Rusak Perjanjian Damai
Indonesia
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang harus dibangun dengan perencanaan matang agar mampu menjadi sarana pendidikan yang aman dan nyaman bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Legislator Ingatkan Proyek Sekolah Rakyat Harus Perhatikan Keselamatan Anak
ShowBiz
Penyanyi Oliver Tree Meninggal Dunia, Alami Kecelakaan Helikopter di Brasil
Polisi mengatakan nama penyanyi dan komedian asal Amerika, Oliver Tree, tercantum dalam daftar penumpang yang diserahkan kepada otoritas penerbangan.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Penyanyi Oliver Tree Meninggal Dunia, Alami Kecelakaan Helikopter di Brasil
Indonesia
Komisi I DPR Nilai Pengerahan Komcad saat Demo Mahasiswa Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Komcad bukanlah aparat yang memiliki tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Komisi I DPR Nilai Pengerahan Komcad saat Demo Mahasiswa Berpotensi Picu Konflik Horizontal
Indonesia
166,15 Juta Orang Gunakan Layanan Urban Listrik KAI Group, Pangkas Emisi Karbon dengan Transportasi Ramah Lingkungan
Layanan urban berbasis listrik KAI Group menjadi bagian penting dari mobilitas perkotaan modern.
Dwi Astarini - Minggu, 14 Juni 2026
166,15 Juta Orang Gunakan Layanan Urban Listrik KAI Group, Pangkas Emisi Karbon dengan Transportasi Ramah Lingkungan
Bagikan