DPD Tolak Danais untuk Program Kebudayaan Impor
Ilustrasi -- Gedung Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sriwedani, Yogyakarta. (Foto: indonesiakaya.com)
MerahPutih Budaya - Hafidh Asrom, anggota DPD menyatakan bahwa penggunaan dana istimewa (danais) harus tepat. Ia mengingatkan, jangan sampai danais justru digunakan untuk program kebudayaan impor.
Belakangan, festival jazz di Yogyakarta kian marak. Padahal, musik jazz merupakan musik impor yang memang belakangan sering dikumandangkan.
Hafidh menyatakan, penyelenggaraan festival seperti ini tidak tepat bila menggunakan danais. "Pemerintah harus bisa memilih program untuk danais. Yang harus diperhatikan itu adalah kebudayaan kita sendiri, budaya Indonesia, budaya Yogyakarta seperti apa. Misalnya festival gamelan, kan cocok. Jangan sampai malah digunakan untuk kebudayaan luar," katanya kepada wartawan, usai mengadakan pertemuan dengan Gubernur DI Yogyakarta, di Kepatihan, Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta, Rabu (27/7).
Hafidh, sesuai hasil pertemuan dengan Gubernur, menyatakan terkait danais pihaknya akan melakukan evaluasi setiap minggu. Dengan adanya evaluasi per minggu, imbuhnya, diharapkan masyarakat dapat merasakan dampak dari penggunaan danais.
Salah satu hal yang harus diperhatikan di Yogyakarta saat ini ialah tata kota. Hafidh menjelaskan, tata kota Yogyakarta perlu perbaikan agar Yogyakarta benar-benar terasa istimewa. Menurutnya, banyaknya papan reklame di pinggir jalan justru membuat kesan Yogyakarta jauh dari kata istimewa. (Fre)
BACA JUGA:
Bagikan
Berita Terkait
Fanny Soegi Hadirkan “Jogja Lantai 2”, Liriknya Memotret Sisi Sunyi Yogyakarta
Sambut Long Weekend Isra Mikraj, KAI Daop 6 Kerahkan 4 KA Tambahan
Tiket KA ke Yogyakarta Paling Banyak Diburu Saat Libur Nataru 2026
Yogyakarta Jadi Tujuan Favorit Wisata Orang Jakarta
Pendaki Hilang di Merapi, 1 Dievakuasi tapi 1 belum Ditemukan
Presiden Prabowo Minta Setiap Kerdatangannya tak lagi Disambut Anak-Anak, Kasihan Lihat Kepanasan dan Ganggu Jam Sekolah
Gunung Merapi Keluarkan 4 Kali Awan Panas Guguran, Masyarakat Diminta Waspada
Daftar Raja Surakarta dan Kasultanan Yogyakarta yang Dimakamkan di Imogiri
Astana Pajimatan Imogiri, Kompleks Permakaman Raja-Raja Mataram dari Dulu hingga Kini
Mulai 2026, Jemaah Calon Haji Banten dan DIY Berangkat dari Embarkasi Cipondoh dan Yogyakarta