Doodling Ternyata Lebih dari Mengusir Rasa Bosan

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Rabu, 12 Mei 2021
Doodling Ternyata Lebih dari Mengusir Rasa Bosan

Mengekspresikan diri lewat doodling. (Foto: Unsplash/Prophsee Journals)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

KALAU lagi bosan mendengar dosen atau guru yang sedang menerangkan pelajaran, beberapa orang pasti lebih suka mencorat-coret bebas atau doodling. Nah selain mengusir rasa bosan, doodling ternyata baik untuk membantu menjernihkan pikiran serta menjaga kesehatan mental.

Doodling memang menjadi cara bagi seseorang untuk mengekspresikan dirinya dengan cara yang kreatif. Meski terkadang kesannya tidak beraturan, doodling umumnya akan terlihat unik dan menarik. Yuk simak manfaat doodling seperti yang dikutip dari laman Alodokter:

Baca juga:

Makna di Balik Coretan Tanganmu saat Lagi Iseng

1. Meningkatkan konsentrasi

Doodling Ternyata Lebih dari Mengusir Rasa Bosan
Gambar apa saja semaumu. (Foto: YouTube/Pooja T)

Dalam aktivitas sehari-hari, tentu kita butuh konsentrasi yang baik agar aktivitas dapat berjalan lancar. Tapi enggak bisa dimungkiri, rasa penat kadang kala dapat memecah konsentrasi, sehingga membuatmu berisiko melakukan kesalahan.

Untuk membantu meningkatkan konsentrasi, cobain doodling deh. Meskipun kamu tidak jago gambar, tapi aktivitas ini bisa bikin tubuh lebih rileks dan pikiran bisa lebih jernih. Tak hanya itu, doodling juga baik untuk memperbaiki suasana hati.

2. Meningkatkan daya ingat

Doodling Ternyata Lebih dari Mengusir Rasa Bosan
Daya ingat semakin meningkat. (Foto: Unsplash/Qijin Xu)

Selain konsentrasi, doodling juga bermanfaat mempertajam memori dan meningkatkan daya ingat. Bahkan sebuah riset menunjukkan bahwa kebiasaan doodling atau melukis dapat mencegah dan membantu meringankan gejala pikun pasien demensia.

Ketika melakukan kegiatan ini, otak akan terlatih untuk bisa fokus atau memusatkan pikiran. Hal ini diduga menjadi alasan doodling bermanfaat untuk melatih daya ingat.

3. Mengatasi rasa cemas

Doodling Ternyata Lebih dari Mengusir Rasa Bosan
Dapat mengurangi rasa stres. (Foto: Unsplash/Matt Bero)

Stres dan rasa cemas yang kamu hadapi memang manusiawi. Biasanya kecemasan ini akan hilang setelah masalah yang menjadi penyebabnya teratasi. Tapi jika rasa cemas yang dirasakan cukup parah dan sulit terkendali, hal ini bisa merugikanmu.

Untuk mengontrol rasa cemas, doodling bisa menjadi solusinya. Mengekspresikan emosi melalui doodling akan membuatmu menjadi lebih rileks, sehingga rasa cemas pun bisa mereda. Doodling juga baik untuk melatih kreativitas untuk memecahkan masalah lebih baik.

Baca juga:

Pakar: Corat-coret Bermanfaat untuk Kesehatan Mental

4. Mengurangi stres

Doodling Ternyata Lebih dari Mengusir Rasa Bosan
Cemas adalah sifat manusiawi. (Foto: Unsplash/Joice Kelly)


Ketika melakuan doodling, kamu bisa menggambar atau mencorat-coret apa saja sesuka hatimu untuk meredam rasa stres. Riset menunjukkan bahwa aktivitas seni, seperti melukis dan doodling dapat mengaktifkan sel-sel di otak yang berpengaruh pada perbaikan suasana hati.

Nah setelah mengetahui manfaatnya, sayang sekali jika kamu melewatkannya bukan? Doodling bisa kamu lakukan di beberapa aktivitas tertentu, seperti sebelum wawancara kerja atau presentasi di depan banyak orang. (and)

Baca juga:

Kepoin Doodle Art, Gambar Imajinatif Bukan Cuma Coret-coret!

#Kesehatan Mental #Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Sekitar 2 persen orang dewasa di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental.
Wisnu Cipto - Kamis, 08 Januari 2026
Kemenkes: 4 dari 1.000 Orang Mengalami Skizofrenia
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Olahraga
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Raphael Varane mengaku dirinya mengalami depresi saat masih membela Real Madrid. Ia menceritakan itu saat wawancara bersama Le Monde.
Soffi Amira - Rabu, 03 Desember 2025
Raphael Varane Ngaku Alami Depresi saat Masih di Real Madrid, Paling Parah setelah Piala Dunia 2018!
Bagikan