Dongeng Anak Perempuan: Bukan Lagi tentang Putri

 Irene Gianov Irene Gianov - Jumat, 21 April 2017
Dongeng Anak Perempuan: Bukan Lagi tentang Putri

"Good Night Stories for Rebel Girls", buku dongeng anti-mainstream untuk anak perempuan. (Foto: www.likenomads.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Sadarkah Anda, bahwa dalam semua dongeng anak-anak, tokoh perempuannya pasti menjadi seorang putri? Semua kisah klasik ini menginspirasi anak-anak, khususnya perempuan, untuk bercita-cita menjadi seorang putri—bertemu pangeran tampan, menikah, dan hidup bahagia selamanya. Namun, bagaimana dengan cita-cita yang lain: koki, pengacara, dan seniman, misalnya?

Nah, hal inilah yang dikritisi oleh Elena Favilli dan Francesca Cavallo, penulis dari buku "Good Night Stories for Rebel Girls (100 Tales of Extraordinary Women)". Buku ini memuat kisah hidup dan petualangan 100 perempuan hebat dengan berbagai profesi dari seluruh dunia, yang bisa jadi berbeda arah dari dongeng-dongeng 'konservatif' selama ini.

Berbagai kisah inspiratif mengenai profesi para perempuan hebat ada dalam buku dongeng anak-anak ini, dari astronot, arsitek, hingga teknisi. Uniknya lagi, ilustrasi yang ada dalam "Good Night Stories for Rebel Girls" ini dibuat oleh 100 ilustrator perempuan, lho!

Penerbitnya, Timbuktu Labs Inc., telah membuat 12 aplikasi mobile, 6 buku, dan alat permainan untuk komunitas-komunitas bisa membuat tempat bermain mereka sendiri. Sebanyak 20 juta anak dari 20 negara sudah 'bermain' dengan produk mereka ini, dengan harapan dapat menginspirasi anak untuk lebih kuat dan bebas.

Buku yang diterbitkan pertama kali pada 1 Desember 2016 ini 'merayakan' keteguhan, rasa belas kasihan, seni bertanya, serta keteguhan untuk mencoba, gagal, dan bangkit lagi. Buku ini dijual dengan harga $35, atau Rp455 ribu, dan bisa dibeli secara online di website resmi mereka maupun di Amazon.

"Buku ini mendorong perempuan muda dengan cerita-cerita perempuan yang tidak biasa, dan bisa mengubah dunia dalam aspek apa pun. Ini adalah buku yang seharusnya kita miliki sewaktu kita kecil," ujar Francesca Cavallo.

Mulai saat ini, tanamkanlah inspirasi kepada anak perempuan Anda, bahwa mereka dapat menjadi seseorang yang mereka inginkan bila mereka terus berusaha, tanpa kenal menyerah.

Baca juga artikel inspiratif tentang perempuan lainnya di Wah, Perempuan Ini Buat Gambar dari Rambutnya.

#Anak #Dongeng #Kisah Inspiratif
Bagikan
Ditulis Oleh

Irene Gianov

Love Indonesia

Berita Terkait

Indonesia
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Pentingnya teknologi Age Assurance bagi PSE sesuai PP Tunas. Teknologi ini menutup celah verifikasi usia manual dan didukung program literasi digital untuk orang tua.
Wisnu Cipto - Jumat, 22 Mei 2026
Age Assurance Senjata Baru PP Tunas Tutup Celah Anak Manipulasi Umur Daftar Medsos
Indonesia
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Program Cek Kesehatan Gratis di sekolah menemukan berbagai masalah kesehatan siswa, mulai dari gangguan kebugaran, gigi berlubang, anemia hingga tekanan darah meningkat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 07 Mei 2026
Cek Kesehatan Gratis di Sekolah Temukan Ribuan Siswa Alami Masalah Gigi dan Anemia
Indonesia
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Beberapa anak terlaporkan mengidap penyakit seperti pneumonia, bronkitis, infeksi saluran kemih (ISK), hingga mengalami stunting akibat kekurangan gizi dan dehidrasi
Angga Yudha Pratama - Minggu, 03 Mei 2026
Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha Yogyakarta, Dosen dan Hakim Aktif Diminta Segera Dinonaktifkan
Indonesia
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Pemerintah daerah kini memikul tanggung jawab besar untuk menyisir kembali legalitas setiap satuan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan taman penitipan anak
Angga Yudha Pratama - Selasa, 28 April 2026
Skandal Little Aresha Yogyakarta Picu Amarah, DPR RI Desak Reformasi Izin Daycare
Indonesia
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Pengelola tempat penitipan anak yang baik seharusnya terbuka dan kooperatif dalam menanggapi kekhawatiran yang disampaikan oleh orang tua.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 27 April 2026
Jika Daycare Lakukan Kekerasan ke Anak, Ini Yang Harus Dilakukan Orang Tua
Indonesia
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Popok tidak hanya berfungsi sebagai perlindungan dasar, tetapi juga menjadi bagian dari upaya pencegahan untuk menjaga kenyamanan dan mendukung tumbuh kembang si Kecil dalam penggunaan sehari-hari.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 25 April 2026
Ingat Ortu, Popok Itu Jangan Bikin Kulit Bayi Irotasi
Indonesia
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Kini halaman Bantuan YouTube di Indonesia, tertulis pernyataan resmi: “Jika Anda berusia di bawah 16 tahun di Indonesia, akses ke akun Anda di YouTube mungkin akan dinonaktifkan.”
Wisnu Cipto - Rabu, 22 April 2026
Akhirnya, YouTube Patuhi Aturan Batasan Usia Pengguna 16 Tahun di Indonesia
Olahraga
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Komisi I DPR mendukung kebijakan Komdigi, yang melarang anak di bawah 16 tahun memiliki akun media sosial.
Soffi Amira - Rabu, 11 Maret 2026
DPR Dukung Larangan Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Media Sosial
Indonesia
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono menekankan keberhasilan kebijakan aturan batasan usia medsos bergantung pada implementasi di lapangan
Wisnu Cipto - Senin, 09 Maret 2026
Aturan Batas Usia Medsos di RI, Komisi I DPR Tekankan Platform Wajib Patuh!
Indonesia
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Pemerintah bersama platform digital kini tengah membentuk sistem pengawasan bersama untuk memperkuat perlindungan anak dari paparan konten negatif.
Wisnu Cipto - Selasa, 24 Februari 2026
Akun Medsos Anak Indonesia Mau Diperketat, Verifikasi Usia Online dan Wajib Disetujui Orang Tua
Bagikan