Donald Trump Mempercepat Keruntuhan Hegemoni AS, Indonesia Bisa Jadi Kekuatan Baru Tapi ...

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 April 2025
Donald Trump Mempercepat Keruntuhan Hegemoni AS, Indonesia Bisa Jadi Kekuatan Baru Tapi ...

Mantan Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Mantan Gubernur Lemhannas Andi Widjajanto menyampaikan analisis mendalam mengenai kemunduran hegemoni Amerika Serikat (AS) serta peluang bagi negara-negara Global South, termasuk Indonesia, untuk menjadi kekuatan baru pasca-tahun 2050.

Hal tersebut disampaikan Andi dalam diskusi bertajuk “Masa Depan Geopolitik: Refleksi 70 Tahun Konfefensi Asia-Afrika dan Proyeksi 2050” yang digelar di kantor DPP PDIP, Jakarta, Sabtu (26/4).

Andi memprediksi bahwa hegemoni AS akan mengalami erosi signifikan dalam periode 2025-2035.

Setelah itu, ia memperkirakan akan terjadi periode “anarki global” (2035-2050) di mana kekuatan-kekuatan seperti Tiongkok, India, Indonesia, Brasil, dan Nigeria akan bersaing untuk mengisi kekosongan kekuasaan.

Baca juga:

Pertumbuhan Ekonomi Dunia Turun Akibat Perang Dagang, Bagaimana Dengan Indonesia?

"Pada tahun 2050, jika situasi global stabil, Tiongkok berpotensi menjadi hegemoni baru. Namun, Indonesia harus mempersiapkan diri untuk berada dalam antrean kekuatan utama," katanya.

Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan Pusat PDIP ini menekankan, sejarah belum pernah mencatat adanya blok negara Asia-Afrika atau Non-Blok yang berhasil menjadi hegemoni global.

"Masalah utama yang dihadapi negara-negara Selatan adalah kerapuhan internal. Banyak di antaranya masuk kategori negara gagal seperti Myanmar atau Kongo, sementara ekonomi Argentina dan Afrika Selatan diprediksi akan mengalami kebangkrutan dalam lima tahun ke depan,” jelas Andi merujuk data CFR Sovereign Risk Index.

Ia berpendapat, kembalinya Donald Trump sebagai Presiden AS pada tahun 2024 justru akan mempercepat keruntuhan hegemoni negara tersebut. Menurutnya, Trump adalah “katalis” yang diperlukan bagi kebangkitan negara-negara Selatan.

Andi merinci lima pilar utama hegemoni AS yang mulai menunjukkan keretakan: dominasi nuklir yang kini dimiliki banyak negara, aliansi militer seperti NATO yang dinilai mulai kehilangan pengaruh, ekspor demokrasi dan HAM yang semakin dikritik, institusi ekonomi global seperti Bank Dunia dan IMF yang dianggap tidak adil, serta dominasi Dolar AS sebagai mata uang global yang terancam.

"Bergabungnya Indonesia dengan BRICS adalah langkah yang tepat untuk mengikis hegemoni dolar,” imbuhnya.

Andi menyerukan reaktualisasi visi geopolitik Soekarno yang mencakup anti-kolonialisme dan imperialisme, pembangunan tatanan dunia baru, politik bebas-aktif, kesetaraan antara negara Utara dan Selatan, serta Pancasila sebagai ideologi alternatif yang dapat melengkapi Piagam PBB.

"Bung Karno pernah menawarkan Pancasila kepada PBB sebagai jalan tengah antara ideologi komunisme dan kapitalisme. Ini sangat relevan untuk menjawab potensi anarki global pasca-runtuhnya hegemoni AS,” tegasnya.

Ia juga mengkritisi kebijakan Orde Baru yang dinilai “mengkhianati” semangat Konferensi Asia Afrika (KAA) melalui aneksasi Timor Leste pada tahun 1975 dan membatasi Pancasila sebagai alat kekuasaan semata.

"PDIP memiliki tugas untuk meluruskan sejarah kelam ini, sesuai dengan pesan Ibu Megawati,” ujarnya.

Meskipun optimistis terhadap potensi Indonesia, Andi mengingatkan akan sejumlah tantangan yang perlu diatasi, termasuk kondisi ekonomi global yang rentan terhadap pandemi, ancaman konflik nuklir, serta kebutuhan negara-negara Selatan untuk fokus memperkuat stabilitas internal.

Diskusi ini menggarisbawahi bahwa perjalanan Indonesia menuju tahun 2050 tidak akan mudah, namun peluang untuk memainkan peran yang lebih signifikan di panggung global tetap terbuka lebar.

"Semangat KAA dan nilai-nilai Pancasila harus menjadi kompas bagi langkah Indonesia ke depan, bukan sekadar menjadi nostalgia sejarah,” pungkasnya. (Pon)

#Perang Dagang #Amerika Serikat #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Dunia
Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Trump menyatakan bahwa Washington akan mulai mengubah sebutan kecerdasan buatan menjadi "kecerdasan super"
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
 Trump Tolak Rencana Global Kendalikan Kecerdasan Buatan
Indonesia
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Qatar, Syekh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani, menyerukan dibentuknya kerangka kerja keamanan regional yang menyatukan negara-negara Teluk dan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Ancaman Baru, Iran Siapkan Serangan Balasan
Dunia
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Sebelumnya, Majelis banding Mahkamah Pidana Internasional (ICC) menolak gugatan Israel atas legalitas penyelidikan ICC terkait dugaan kejahatan perang di Gaza setelah Oktober 2023.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
AS Berikan Sanksi Ekonomi Lebih Luas Mahkamah Pidana Internasional
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Indonesia
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
Kementerian Luar Negeri dan Ekspatriat Palestina menyambut baik resolusi PBB tersebut, mengapresiasi sikap semua negara yang mendukungnya
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 18 September 2026
Palestina Dilarang Hadiri Majelis Umum PBB, 152 Negara Protes ke AS
ShowBiz
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Video yang memperlihatkan tindakan penggerebekan penegakan hukum imigrasi itu menggunakan lagu Midnight Sun milik Larsson.
Dwi Astarini - Jumat, 18 September 2026
Zara Larsson Semprot Gedung Putih, tak Terima Lagunya Dipakai untuk Video Deportasi
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Indonesia
Tim Ahli dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang mengalami kecelakaan, terutama ketika kapal tenggelam, terbalik, kandas, atau mengalami kerusakan berat
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Tim Ahli  dari Amerika Serikat dan Hong Kong Akan Bantu Operasi Pencarian Korban KM Virgo Transport 8
Bagikan