Dolar AS Makin Pedas Akibat Gejolak Global, Airlangga: Kita Monitor Saja

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 23 April 2026
Dolar AS Makin Pedas Akibat Gejolak Global, Airlangga: Kita Monitor Saja

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto Sambangi KPK Bahas Tarif Resiprokal Amerika Serikat

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kondisi nilai tukar rupiah pada Kamis (23/4) terhadap dolar AS mengalami tekanan hebat akibat gejolak ekonomi global dan meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah.

Pergerakan mata uang Indonesia yang terus merosot memicu perhatian serius dari pemerintah dan otoritas moneter untuk menjaga stabilitas pasar keuangan domestik.

Penyebab Rupiah Tertekan Geopolitik Global

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengonfirmasi bahwa faktor eksternal menjadi pemicu utama fluktuasi mata uang nasional.

Baca juga:

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Lunglai Saat IHSG Menguat Tipis pada Pembukaan Perdagangan Kamis 23 April 2026

Pada perdagangan pagi ini, rupiah merosot hingga 108 poin atau setara 0,63 persen ke level Rp17.289 per dolar AS, menjauh dari posisi penutupan sebelumnya di Rp17.181.

“Ya, kan, itu lihat gejolak, gejolak global juga (jadi pengaruh utama). Jadi, ya, kita monitor saja,” tegas Airlangga Hartarto, Kamis (23/4).

Pemerintah saat ini terus meninjau perkembangan pasar mengingat angka tersebut sudah melampaui asumsi nilai tukar dalam RAPBN 2026 yang dipatok pada angka Rp16.500 per dolar AS.

Airlangga menekankan bahwa pemerintah tidak akan mengambil langkah reaktif setiap hari, melainkan menyerahkan mandat pengawasan stabilitas kepada Bank Indonesia (BI).

Langkah Bank Indonesia Redam Volatilitas

Research and Development ICDX, Muhammad Amru Syifa, menjelaskan bahwa ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu kenaikan harga energi dunia. Situasi ini mendorong investor mengalihkan aset mereka ke dolar AS yang dianggap sebagai aset safe haven.

Baca juga:

Ketidakpastian Perang di Timur Tengah Masih Akan Bikin Rupiah Bergejolak

Untuk mengantisipasi dampak yang lebih luas, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen. Selain itu, BI mengambil langkah taktis dengan menaikkan ambang batas transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) dan swap dari 5 juta dolar AS menjadi 10 juta dolar AS per transaksi. Kebijakan ini bertujuan mengurangi tekanan di pasar spot valuta asing serta memperkuat fondasi nilai tukar.

#Rupiah #Kurs Rupiah #Rupiah Anjlok #Rupiah Melemah #Pelemahan Rupiah #Dolar AS #Airlangga Hartarto
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Jadi Mata Uang Terbaik Se-Asia Pekan Ini
Respons positif pasar menempatkan rupiah sebagai mata uang dengan penguatan terbesar kedua di Asia setelah won Korea Selatan pada pekan lalu
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Jadi Mata Uang Terbaik Se-Asia Pekan Ini
Indonesia
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Menguat, Tembus Rp 17.725 pada Senin (15/6) Pagi
Nilai tukar rupiah hari ini dibuka menguat signifikan 82 poin (0,46 persen) ke level Rp 17.725 per dolar AS.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Menguat, Tembus Rp 17.725 pada Senin (15/6) Pagi
Indonesia
Rupiah Ngamuk Senin Pagi, Tendang Balik Dolar AS Sampai Keok ke Level 17 Ribuan
Nilai tukar rupiah pada Senin pagi bergerak menguat 82 poin atau 0,46 persen menjadi Rp17.778 per dolar AS
Angga Yudha Pratama - Senin, 15 Juni 2026
Rupiah Ngamuk Senin Pagi, Tendang Balik Dolar AS Sampai Keok ke Level 17 Ribuan
Indonesia
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Bank sentral berkomitmen terus mencermati perkembangan pasar keuangan global maupun domestik
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026
BI Naikkan Suku Bunga, Dolar AS Langsung Jatuh dan Rupiah Sukses Balas Dendam
Lifestyle
Nahan Jajan, Ngejar Cuan: Cara Gen Z Kreatif Bertahan in This Economy
Tekanan ekonomi membuat Gen Z harus lebih selektif dalam mengatur keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Nahan Jajan, Ngejar Cuan: Cara Gen Z Kreatif Bertahan in This Economy
Indonesia
Rupiah Menguat ke Rp17.900 Imbas Kenaikan Harga Pertamax
Suntikan modal asing pada lelang obligasi serta penguatan indeks saham domestik ikut memperkokoh posisi rupiah
Angga Yudha Pratama - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah Menguat ke Rp17.900 Imbas Kenaikan Harga Pertamax
Indonesia
Rupiah Menguat, Dolar AS Tembus Level Rp 17.900 pada Perdagangan Hari ini Rabu (10/6)
Rupiah kini menguat dengan menembus Rp 17.900 per dolar AS pada Rabu (10/6). Rupiah berhasil menekan dolar AS.
Soffi Amira - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah Menguat, Dolar AS Tembus Level Rp 17.900 pada Perdagangan Hari ini Rabu (10/6)
Indonesia
Rupiah dan IHSG Ambrol, Banggar DPR Minta Pemerintah Bercermin
Ketua Banggar DPR RI Said Abdullah menyoroti tekanan ekonomi nasional akibat mahalnya dolar AS, tingginya yield SBN, dan merosotnya IHSG.
Wisnu Cipto - Rabu, 10 Juni 2026
Rupiah dan IHSG Ambrol, Banggar DPR Minta Pemerintah Bercermin
Indonesia
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Evaluasi pasca-RDG Bulanan tanggal 19-20 Mei 2026 menunjukkan pergerakan nilai tukar rupiah bergejolak melebihi perkiraan awal
Angga Yudha Pratama - Selasa, 09 Juni 2026
Dolar Makin Ganas Bikin Rupiah Babak Belur, Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Demi Jinakkan Pasar
Indonesia
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps Untuk Stabilkan Rupiah
Stabilisasi nilai tukar rupiah dimaksud juga, ditempuh agar ketahanan eksternal ekonomi Indonesia tetap terjaga dan sasaran inflasi tahun 2026 dan 2027 tetap tercapai.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 09 Juni 2026
BI Kembali Naikkan Suku Bunga Acuan 25 bps Untuk Stabilkan Rupiah
Bagikan