Home Leaderboard 1
Home Leaderboard 1

Dokter Bukan Garda Terdepan Perangi COVID-19, Pakar: Apalagi Pemerintah

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Jumat, 10 April 2020
Dokter Bukan Garda Terdepan Perangi COVID-19, Pakar: Apalagi Pemerintah

Virus corona (Foto: Pixabay/geralt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Pakar virologi Abdul Rahman menilai garda terdepan dalam perang menghadapi pandemi virus corona baru (COVID-19) bukanlah tenaga medis, dokter, apalagi pemerintah melainkan masyarakat atau publik.

"Yang menjadi garda terdepan dalam perang melawan pandemi COVID-19 ini bukanlah dokter atau tenaga medis, apalagi pemerintah karena mereka merupakan garda terakhir. Namun, garda terdepan itu adalah masyarakat umum," ujar kandidat doktor dari Georg August University of Göttingen Jerman tersebut, dalam seminar daring bertajuk "Kebijakan Penanganan COVID-19: Belajar dari Jerman dan Amerika Serikat" di Jakarta, Kamis (9/4).

Baca Juga:

Waspada, 70 Persen Penderita Corona di Tanah Air Tanpa Gejala

Dia mengatakan kalau garda terdepan sudah tumbang maka terdapat garda berikutnya, yakni garda kedua dan ketiga dengan garda paling akhir adalah dokter dan tenaga medis.

Namun jika dokter dan tenaga medis sebagai garda paling akhir sudah tumbang, maka siapa lagi elemen bangsa yang bisa diandalkan untuk menghadapi perang melawan COVID-19.

"Apa yang bisa kita lakukan sebagai masyarakat umum, pertama patuhi anjuran dan imbauan pemerintah, kemudian menjaga kesehatan diri serta lingkungan, lalu mengonsumsi makanan bergizi yang berimbang untuk meningkatkan sistem imunitas," kata Abdul Rahman.

Ilustrasi hasil tes corona
Ilustrasi hasil tes corona (Foto: antaranews)

Dia mengingatkan bahwa garda terdepan dalam perang melawan COVID-19 adalah masyarakat umum. Oleh karena itu, publik harus kuat dan sehat, serta menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar sebelum ke garda paling akhir.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). PSBB memang masih satu tingkat di bawah karantina wilayah (lockdown), namun sudah membuat pelaku usaha, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terpukul.

"Tawaran" pemerintah melalui PSBB memang merupakan jalan terbaik untuk memutus penularan penyakit itu, tanpa membuat ekonomi merugi terlalu parah.

Baca Juga:

Pemerintah Baru Wajibkan Masker, Pengamat: Bagus daripada tidak Sama Sekali

Namun, sebagaimana dikutip Antara, efektivitas PSBB tergantung kepada kesadaran warga untuk bersama-sama memutus mata rantai penularan penyakit itu.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo mengatakan upaya memberantas penyakit COVID-19 tidak bisa diserahkan kepada pemerintah sepenuhnya, tetapi tergantung kepada masyarakat, termasuk kalangan dunia usaha. (*)

#Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Virus baru ini berasal dari subgenus merbecovirus, yang juga termasuk virus penyebab Middle East Respiratory Syndrome (MERS).
Dwi Astarini - Jumat, 21 Februari 2025
 Ilmuwan China Temukan Virus Corona Kelelawar Baru yang Sama dengan COVID-19, Disebut Dapat Menular ke Manusia Lewat
Bagikan