MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melakukan kerja sama panen bersama dengan Pemerintah Kabupaten Cianjur guna mendukung ekosistem ketahanan pangan sekaligus mengendalikan inflasi daerah.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan kerja sama antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cianjur ini bertujuan menjaga stabilitas pasokan serta harga pangan di ibu kota, terutama menjelang hari besar keagamaan.
“Petani tersenyum, serta warga Jakarta merasa tenang menyambut Ramadan, Imlek, dan hari-hari besar lainnya dengan stok pangan yang cukup,” kata Rano saat menghadiri panen bersama di Desa Sindang Jaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Kamis (12/2).
Baca juga:
Pemprov DKI Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Imlek, Ramadan, dan Idulfitri
Ia menjelaskan kerja sama tersebut mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2020 dan telah diawali dengan penyusunan kesepakatan bersama. Implementasi selanjutnya dilakukan secara teknis dan operasional oleh perangkat daerah terkait.
Tindak lanjut kerja sama dilaksanakan melalui skema business to business (B2B), yaitu antara BUMD Provinsi DKI Jakarta, PT Food Station Tjipinang Jaya, dengan mitra usaha di Cianjur.
“Skema ini juga diperkuat melalui kerja sama government to government antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kabupaten Cianjur,” ujarnya.
Dalam jangka pendek, kerja sama difokuskan pada komoditas padi dan beras, termasuk pemanfaatan laboratorium pertanian untuk pengujian mutu pangan dan perbenihan. Langkah ini diharapkan mampu menjamin kualitas komoditas yang dipasok ke Jakarta sebelum dipasarkan.
Baca juga:
Pramono Pastikan Stok Pangan Aman Jelang Ramadan dan Idulfitri 2026, Warga Diminta tak Panic Buying
Rano juga menyoroti potensi lahan pertanian di Kabupaten Cianjur yang luas dan subur sebagai kekuatan utama dalam mendukung ketahanan pangan ibu kota.
Menurutnya, kolaborasi ini harus menjadi hubungan yang saling menguntungkan dan berkelanjutan. Ke depan, ruang lingkup kerja sama terbuka untuk komoditas lain seiring besarnya kebutuhan pangan Jakarta setiap hari.
Ia menyebut kebutuhan pangan Jakarta meliputi beras sebanyak 2.700–3.000 ton per hari, cabai sekitar 120 ton per hari, daging sapi mencapai 65 ton per hari, serta daging ayam sekitar 750–800 ton per hari.
“Selama saya di Jakarta dan Bang Ramsi di Cianjur, mari kita manfaatkan empat tahun ini untuk memperkuat hubungan baik. Jakarta mungkin tidak memiliki lahan, tetapi memiliki kapasitas fiskal yang besar. Anggaran besar ini harus dimanfaatkan untuk membangun kolaborasi yang saling menguntungkan,” tegasnya.
Baca juga:
Jaga Stabilitas Harga, Pemprov DKI Perkuat BUMD Pangan Jelang Ramadan dan Lebaran 2026
Rano menuturkan kesepakatan bersama ini berlaku selama lima tahun dan diharapkan menjadi landasan kuat bagi pengembangan kerja sama yang lebih luas di masa mendatang.
Sinergi antardaerah dinilai menjadi salah satu kunci menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika ekonomi dan tantangan inflasi.
“Dengan sinergi yang berkelanjutan, kebutuhan kedua belah pihak dapat terpenuhi secara optimal dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” tutupnya. (Asp)

