Dituding Pilih Anggota Komite PK dari Tim Sukses Kampanye, Ini Jawaban Anies
Gubernur DKI Jakarta Anies R Baswedan. (ANTARA FOTO)
MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan membantah pemilihan anggota Percepatan Pembangunan (TGUPP) di Komite Pencegahan Korupsi (PK) berasal dari tim sukses saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.
Menurut Anies, pemilihan anggota dilihat dari pengalaman yang mumpuni di bidang tersebut. "Bukan diisi oleh tim sukses, itu tidak benar," kata Anies kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/1).
Anies juga menjelaskan, Bambang Widjojanto atau BW ditunjuk untuk memimpin Komite PK lantaran diketahui pernah mengemban jabatan sebagai mantan Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Hanya pak BW yang pernah menjadi Ketua Dewan Pakar, itu pun bukan tim kampanye. Kita semua memiliki kompetensi relevansi dan orientasi. Mereka-mereka yang kompetensinya sama dengan semangat untuk pencegahan korupsi. Itulah yang diundang jadi ketua dan anggota," katanya.
Di lokasi yang sama, Anggota Komite PK Nursyahbani Katjasungkana pun membantah jika ia dikaitkan dengan tim sukses Anies-Sandi saat Pilkada DKI Jakarta 2017 lalu.
"Kami bukan tim sukses. Saya independen, profesional yang bukan menerima tugas sebagai hadiah atau karena menjadi tim sukses," kata Nursyahbani.
Seperti diketahui, Komite PK diketuai oleh Pimpinan KPK Periode 2011-2015 Bambang Widjojanto. Anggota dari komite tersebut terdiri dari Aktivis LSM HAM Nursyahbani Katjasungkana, Mantan Wakapolri Komjen Pol (purn) Oegroseno, Peneliti Tata Pemerintahan Tatak Ujiyati serta Muhammad Yusuf. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Pemprov DKI Mulai Bongkar 109 Tiang Monorel Terbengkalai di Rasuna Said
Pramono Anung Resmikan Waduk Batu Licin di Cipayung, Perkuat Pengendalian Banjir
Hadiri Haul ke-85 M.H. Thamrin, Pramono Anung Tegaskan Komitmen Jaga Nilai Perjuangan
[HOAKS atau FAKTA]: Peluk Anies, Beban Korban Bencana Alam di Aceh Tamiang Langsung Hilang
PAM Jaya Bangun Gedung Sentra Pelayanan, Gubernur Pramono: Fondasi Layanan Air Jakarta Kian Kuat
Gubernur Pramono Dorong Percepatan MRT Jakarta hingga Kota Tua, Ditargetkan Beroperasi 2029
Pramono Anung Dorong PAM Jaya IPO 2027, Saham Publik Maksimal 30 Persen
Presiden Prabowo Ungkap Dukungan untuk Gubernur DKI Jakarta, Pramono: kalau sudah Jadi Gubernur enggak Ada Urusan Kepartaian
Monorel Mangkrak Rasuna Said Dibongkar Januari 2026, Pramono: Tanpa Penutupan Jalan
Tawuran Berulang di Manggarai, Pramono Anung: Ada yang Sengaja Memicu