Disney Kembalikan Acara Jimmy Kimmel, Stasiun TV Tolak Tayangkan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 24 September 2025
Disney Kembalikan Acara Jimmy Kimmel, Stasiun TV Tolak Tayangkan

Jimmy Kimmel. (Foto: IMDB)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — SEJUMLAH stasiun TV lokal di Amerika Serikat menyatakan tidak akan menayangkan Jimmy Kimmel Live! meskipun ABC, jaringan milik Disney, telah memutuskan mengembalikan acara komedian tersebut, hanya seminggu setelah ia diskors akibat komentarnya soal pembunuhan aktivis konservatif Charlie Kirk.

Nexstar dan Sinclair, dua perusahaan besar yang mengoperasikan puluhan stasiun afiliasi ABC, mengatakan pada Selasa bahwa mereka akan tetap mengganti acara tersebut dengan program reguler.

“Pernyataan Kimmel tidak pantas dan sangat tidak sensitif di momen kritis bagi negara kita,” kata Wakil Ketua Sinclair Jason Smith.

Nexstar, salah satu pemilik stasiun TV terbesar di AS, menyatakan dalam keterangannya pada Selasa bahwa mereka memutuskan minggu lalu untuk menangguhkan penayangan Jimmy Kimmel Live! setelah ABC menyebut komentar Kimmel sebagai hal yang ‘tidak tepat waktu dan tidak sensitif’ di saat wacana nasional sedang kritis. “Kami tetap pada keputusan tersebut sampai ada jaminan bahwa semua pihak berkomitmen menciptakan lingkungan dialog yang saling menghormati dan konstruktif di wilayah siaran kami,” ujar pihak Nexstar.

Baca juga:

'Jimmy Kimmel Live' kembali Tayang, Disney Akhirnya Menemukan Keberaniannya



Sementara itu, pada Senin, Sinclair lebih dulu mengumumkan akan menghentikan penayangan Jimmy Kimmel Live! di seluruh stasiun afiliasi ABC milik mereka dan menggantinya dengan program berita.

“Diskusi dengan ABC masih berlangsung seiring kami mengevaluasi potensi kembalinya acara tersebut,” ujar Sinclair dalam pernyataan mereka.

Menurut New York Times, Nexstar dan Sinclair bersama-sama menguasai lebih dari 20 persen stasiun afiliasi televisi ABC.

Jimmy Kimmel sendiri baru pertama kali muncul secara publik sejak ditarik dari siaran dengan membagikan foto dirinya bersama almarhum penulis TV sekaligus aktivis Norman Lear di Instagram. Lear dikenal sebagai pencipta sitkom All in the Family, The Jeffersons, dan Maude, yang kerap mengangkat isu-isu sosial.

ABC menyebut episode Jimmy Kimmel Live! pada Selasa akan menampilkan aktor Hollywood Glen Powell serta beberapa selebritas ternama, dengan musisi asal Inggris Yungblud sebagai bintang tamu musik.

Perseteruan ini bermula setelah Kimmel dalam monolognya pada 15 September mengatakan geng Maga sangat berusaha menggambarkan anak yang membunuh Charlie Kirk ini sebagai sesuatu selain dari bagian mereka dan mencoba mencetak poin politik dari kejadian itu. Ia juga mengejek reaksi Trump atas pembunuhan sang influencer dengan memutar klip presiden saat menjawab pertanyaan tentang bagaimana ia meratapi kematian Kirk, tapi malah mengalihkan topik ke pembangunan ballroom baru Gedung Putih.

Kimmel membandingkan reaksi itu dengan cara seorang anak empat tahun meratapi kematian ikan masnya.

Keputusan ABC untuk menangguhkan Kimmel memicu protes di California dan dikecam oleh serikat penulis dan aktor, anggota legislatif, serta American Civil Liberties Union (ACLU). Mereka menilai skorsing itu melanggar hak kebebasan berbicara dan menimbulkan efek jera. Rekan-rekan Kimmel di dunia bincang-bincang larut malam, termasuk Jon Stewart, John Oliver, dan Stephen Colbert, yang akan segera pensiun dari CBS, memberikan dukungan kepadanya. Ratusan selebritas serta insan kreatif Hollywood menandatangani surat terbuka mendukung Kimmel.

Ben Stiller, Jennifer Aniston, Meryl Streep, dan Robert De Niro termasuk di antara mereka yang menyebut skorsing Kimmel sebagai momen kelam bagi kebebasan berbicara di AS.

Para kritikus juga menyerukan pembatalan langganan Disney+, Hulu, dan layanan lain milik Disney sebagai bentuk tekanan ekonomi atas keputusan perusahaan menangguhkan Kimmel.(dwi)

Baca juga:

‘Jimmy Kimmel Show’ Dihentikan Tayang karena Ledek Donald Trump, Langkah yang ‘tidak Amerika Banget’

#Jimmy Kimmel #Amerika Serikat #Donald Trump
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan Amerika Serikat.
Dwi Astarini - Senin, 10 Agustus 2026
Jaga Kedaulatan Budaya lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia
Indonesia
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Penggunaan kekuatan udara saja kemungkinan tidak akan mampu memaksa Teheran memenuhi tuntutan Amerika Serikat
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 10 Agustus 2026
Iran Bakal Tutup Selat Hormuz Sampai Amerika Serikat Penuhi Sejumlah Syarat
Dunia
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Laporan tersebut menambahkan bahwa pejabat AS mengaitkan lambatnya proses imigrasi tersebut disebabkan oleh prosedur peninjauan permohonan yang lebih ketat.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 07 Agustus 2026
12 Juta Permohonan Visa Tertunda, AS Disebut Sengaja Perlambat Layanan
Indonesia
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Asosiasi-asosiasi tersebut memperingatkan bahwa penerapan kebijakan semacam itu dapat menjadi preseden bagi langkah serupa di jalur pelayaran internasional lainnya
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 06 Agustus 2026
Asosiasi Pelayaran Internasional Tolak Biaya Lewati Selat Hormuz
Dunia
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Presiden AS Donald Trump menutup lima misi diplomatik, termasuk Konsulat AS di Medan, Indonesia.
Wisnu Cipto - Kamis, 06 Agustus 2026
Trump Tutup 5 Konsulat AS di 4 Negara, Termasuk Indonesia
Dunia
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
"Saya tidak akan membiarkan mereka mengenakan biaya. Jika ada pihak yang akan mengenakan biaya, kami yang akan melakukannya," kata Trump.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Trump Pastikan Amerikan Serikat Kenakan Biaya Melintas Selat Hormuz, Bukan Iran
Indonesia
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Blokade darat disebut menjadi salah satu dari sejumlah opsi yang sedang dipertimbangkan Washington dan Tel Aviv untuk menekan Iran agar kembali ke meja perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Setelah Blokade Selat Hormuz, AS dan Israel Berencana Terapkan Blokade Darat ke Iran
Indonesia
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Militer AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran pada Rabu malam waktu Amerika atau Kamis (30/7) dini hari waktu Teheran.
Dwi Astarini - Jumat, 31 Juli 2026
AS Serang Iran Habis-Habisan, DPR: Indonesia Harus Serukan Gencatan Senjata
Dunia
Board of Peace Sepakat Lucuti Senjata Milik Hamas, Pasukan Kepolisian Baru Akan Amankan Gaza
Dewan Perdamaian menyatakan Hamas telah menyetujui peta jalan rinci untuk melaksanakan tahapan berikutnya dari gencatan senjata di Gaza.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 31 Juli 2026
Board of Peace Sepakat Lucuti Senjata Milik Hamas, Pasukan Kepolisian Baru Akan Amankan Gaza
Dunia
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Pemungutan suara tersebut merupakan tahap prosedural kedua terkait RUU tersebut dalam waktu kurang dari 24 jam.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 Juli 2026
AS Siapkan Sanksi Baru Buat Rusia dan Iran, Bakal Kenakan Tarif Bea 500 Persen
Bagikan