Dishub DKI Jakarta Prediksi Jumlah Penumpang Bus Lebaran 2025 Naik 8 Persen
Ilustrasi mudik gratis. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/aww)
MerahPutih.com - Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo memprediksi, jumlah penumpang bus pada Lebaran 2025 atau 1446 Hijriah mengalami peningkatan sekitar delapan persen dibanding tahun lalu.
Menurutnya, peningkatan jumlah penumpang ini salah satunya karena sebagian orang menunda pulang kampung pada masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru lalu. Pasalnya, waktu antara libur Natal 2024, Tahun Baru, dan Lebaran 2025 relatif dekat.
"Banyak yang menunda untuk tidak mudik di Natal dan Tahun Baru. Karena Desember-Januari, kemudian Maret sudah harus pulang kampung jadi sebagian menunggu untuk mudik di Lebaran ini," ucap Syafrin di Jakarta, Senin (24/3).
Syafrin menyebutkan, pihaknya menyiapkan tujuh terminal untuk mendukung kelancaran arus mudik selama Masa Angkutan Lebaran yang berlangsung dari 21 Maret hingga 11 April 2025.
Baca juga:
Harga Tiket Bus Mudik Lebaran 2025 Mulai Naik, Dishub DKI Nilai Masih Batas Wajar
Tujuh terminal tersebut terdiri dari empat terminal utama dan tiga terminal bantuan. Terminal utama meliputi Terminal Kampung Rambutan, Terminal Tanjung Priok, Terminal Kalideres dan Terminal Terpadu Pulogebang. Sementara, terminal bantuan mencakup Terminal Lebak Bulus, Terminal Muara Angke dan Terminal Grogol.
Ia menjelaskan, penyiapan terminal bantuan bertujuan untuk mengantisipasi lonjakan penumpang dan mengurai penumpukan di terminal utama.
"Hal ini dilakukan agar tidak terjadi kemacetan atau kesemrawutan di satu lokasi. Misalnya, jika Terminal Kalideres penuh, bus akan dialihkan ke terminal bantuan seperti Terminal Grogol untuk mencegah antrean panjang yang dapat menyebabkan kemacetan di ruas Jalan Daan Mogot," ujarnya.
Lanjut dia, Dishub DKI menyiapkan 2.846 unit bus dengan melibatkan 428 operator AKAP di empat terminal utama dan tiga terminal bantuan.
Baca juga:
Mayoritas Bus Mudik di Kampung Rambutan Tidak Lolos Uji Ramp Check, Ban Vulkanisir
Ia menjelaskan, Dishub bersama Dinas Kesehatan dan BNN Provinsi DKI Jakarta juga menyiagakan petugas kesehatan di terminal utama maupun bantuan untuk memastikan keselamatan perjalanan. Para petugas ini akan melakukan pemeriksaan kesehatan serta tes bebas narkoba dan alkohol bagi awak bus.
Selain itu, layanan inspeksi kelaikan kendaraan (ramp check) juga dilakukan mencakup pemeriksaan fisik kendaraan dan pengecekan dokumen. Tujuannya, memastikan kendaraan yang akan mengangkut pemudik memenuhi unsur keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan.
"Dengan persiapan ini, diharapkan masyarakat dapat melakukan perjalanan mudik dengan aman dan nyaman selama Masa Angkutan Lebaran 2025," tutupnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
Hujan Deras, Layanan Bus Transjakarta Alami Keterlambatan
Rel di Pekalongan Terendam Banjir, Komisi V DPR Ingatkan Rentannya Infrastruktur Kereta Api
Antisipasi Mudik 2026, Korlantas Polri Gencar Razia Angkutan Ilegal
Catat! Begini Rekayasa Lalu Lintas di Kawasan Kota Tua Jakarta Saat Bersolek Jadi Kota Sinema
Long Weekend Isra Mikraj, Jumlah Penumpang Kereta Cepat Whoosh Meningkat
Wacana Pembangunan Monorel di Ragunan, DPRD DKI: Belum Ada Anggaran Khusus dalam APBD
Pembangunan LRT Velodrome–Manggarai Capai 89 Persen, Rampung Agustus 2026
Cuaca Ekstrem Landa Jakarta, KAI Pastikan Perjalanan Kereta Api Jarak Jauh Tetap Normal
Ombak Lagi Galak, Dishub DKI Kandangkan 4 Kapal Cepat Menuju Kepulauan Seribu
Pemprov DKI Mau Bangun Monorel di Ragunan, Bisa Kurangi Kemacetan dan Polusi