Dirut PTPN III Akui Lalai Awasi Gunung Mas Hingga Picu Banjir Jabodetabek
Rest Area Gunung Mas, Kawasan Wisata Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya)
MerahPutih.com - PT Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) mengakui adanya kelalaian dalam pengawasan pemulihan lingkungan di kawasan Gunung Mas hingga memicu banjir yang melanda sejumlah wilayah Jabodetabek baru-baru ini.
“Jadi dengan at all cost kami akan memperbaiki lingkungan di sekitar Gunung Mas,” Direktur Utama PTPN III Mohammad Abdul Ghani, dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VI DPR RI di Jakarta, Rabu (19/3),
Untuk itu, Abdul Ghani menegaskan PTPN III akan mengambil langkah-langkah konkret sebagai upaya untuk memulihkan lingkungan di Puncak, Bogor, khususnya kawasan Gunung Mas.
Dirut PTPN III itu menegaskan langkah pertama yang akan diambil mempercepat program penghijauan secara besar-besaran di wilayah Gunung Mas.
Baca juga:
Dianggap Jadi Pemicu Banjir Jabodetabek, Puluhan Vila di Puncak Disegel
Menurut dia, target reboisasi kawasan Gunung Mas Pas mencapai 1 juta hektare dalam lima tahun. Dia menambahkan untuk tahun ini akan dikejar sedikitnya reboisasi 100.000 hektare di kawasan Gunung Mas
“Kami akan segera melakukan percepatan. Bahkan kami sudah meminta kepada manajemen PTPN 1, terutama regional 2, untuk segera melakukan penghijauan secara besar-besaran,” papar orang nomor satu di PTPN III itu dikutip Antara.
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Pangan menyegel tempat wisata di kawasan Sentul dan Gunung Mas yang diduga melanggar izin tata ruang dan daerah aliran sungai (DAS) sehingga menyebabkan banjir di sejumlah wilayah di Jabodetabek awal Maret ini. Lokasi tersebut adalah Gunung Geulis Country Club, Summarecon Bogor, dan Bobocabin. (*)
Bagikan
Wisnu Cipto
Berita Terkait
17 Kecamatan Dilanda Banjir, Pemkab Bekasi Minta BNPB Lanjutkan Modifikasi Cuaca
Kementerian PU Percepat Pembangunan Huntara Korban Banjir Sumatera, Sebelum Ramadan Janji Rampung
Banjir, Rute Perjalanan KA Jarak Jauh Dibatalkan, Berikut Perjalanan yang tak Beroperasi Hari ini dan Besok Imbas Banjir
Rel Pekalongan Mulai Bisa Dilalui, KAI Masih Belum Berani Jalankan Dua Kereta ke Jakarta
Tanggul Sungai Citarum Jebol, 5 Kampung di Bekasi Terendam Banjir
Daerah Terdampak Meluas, Banjir Telah Merendam Ribuan Rumah di 26 Desa di Karawang
Banjir Surut, Perjalanan KRL Tanjung Priok-Kampung Bandan kembali Normal dengan Kecepatan Terbatas
Pemulihan Jalur KA Tergenang Banjir Mulai Dilakukan, Kecepatan Kereta Hanya 20 Kilometer Per Jam
Transfer Daerah ke Aceh, Sumut dan Sumbar Tidak Jadi Dipotong, DPR: Percepat Pemulihan dari Bencana
Puluhan Perjalanan Kereta Api Dibatalkan Imbas Banjir di Pekalongan, KAI Rugi Miliaran Rupiah