Dirjen EBTKE: Hemat Energi Harus Jadi Budaya

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Rabu, 01 November 2017
Dirjen EBTKE: Hemat Energi Harus Jadi Budaya

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana. (ANTARA FOTO/Retno Esnir)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus menggalakkan kampanye perilaku hemat dan efisien dalam penggunaan energi kepada seluruh lapisan masyarakat.

Hal tersebut diungkapkan Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Rida Mulyana saat memberikan sambutan di Astra Green Energy Summit 2017 di Jakarta, Rabu (1/11).

Rida mengatakan, gerakan hemat energi ini harus dilakukan dengan propaganda agar menjadi top of mind. "Awalnya kita mulai dari kesadaran dan apabila dilakukan terus menerus akan menjadi perubahan kultur, jadi budaya," kata Rida.

Menurut Rida, pemerintah terus gencar melakukan kampanye hemat energi. Ia mencontohkan, pihaknya memasang iklan di seluruh armada Garuda Indonesia mengenai gerakan hemat energi, 'Potong 10 Persen.' Selain itu, pihaknya juga terus melakukan kampanye di berbagai kota di Indonesia.

Rida mengungkapkan, UU Energi mengamanatkan dua progam utama, yakni diversifikasi dan konservasi energi. Diversifikasi energi dilakukan agar tidak tergantung dari energi berbasis fosil.

Sebab, jika mengandalkan energi fosil akan terkendala dengan ketersediaan serta masalah lingkungan.

Karena itu, kata Rida, pemerintah terus menggenjot tambahan bauran energi dari Energi Baru Terbarukan (EBT) hingga 23 persen pada 2025 mendatang. Selain diversifikasi, konservasi energi juga harus jalan. "Dua-duanya harus berjalan, tidak bisa satu-satu," tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rida mengapresiasi apa yang telah diinisiasi oleh PT Astra International, Tbk dalam mendukung upaya konservasi energi. Dia berharap, apa yang telah dimulai Astra dapat menjadi contoh dan ditiru oleh industri lainnya.

Sementara itu, Chief of Corporate Communications, Social Responsibility and Security PT Astra International Tbk, Pongki Pamungkas, mengungkapkan progam Astra Green Energi secara keseluruhan mampu mencatatkan penghematan lebih dari Rp 600 miliar.

Progam tersebut telah dilakukan oleh Astra sejak tahun 2016. Pada tahun 2016, progam ini mencatatkan penghematan sekitar Rp231 miliar.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Tumiran mengungkapkan, apa yang dilakukan Astra ini merupakan peran serta industri dalam mendukung ketahanan dan kemandirian energi nasional. "Dengan mengedepankan efisiensi," kata Tumiran. (*)

Sumber: ANTARA

#Direktur Jenderal EBTKE ESDM Rida Mulyana #ESDM
Bagikan
Ditulis Oleh

Noer Ardiansjah

Tukang sulap.

Berita Terkait

Indonesia
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
PT Pertamina (Persero) mengandalkan obligasi global (global bond) dalam pendanaan bisnisnya
Angga Yudha Pratama - Kamis, 21 Mei 2026
Indonesia Siapkan Skema Khusus Impor Ratusan Juta Barel Minyak Rusia
Indonesia
Dolar Terus Meroket, ESDM Pasang Badan Jamin Harga LPG 3 Kg Tidak Naik
Mekanisme impor LPG dan minyak tetap berjalan normal meski kurs rupiah berfluktuasi.
Wisnu Cipto - Senin, 18 Mei 2026
Dolar Terus Meroket, ESDM Pasang Badan Jamin Harga LPG 3 Kg Tidak Naik
Indonesia
Biodiesel 50 Bakal Diterapkan dan Dijual Serentak Buat Semua Pada 1 Juli 2026
Selain sektor otomotif, B50 juga diuji di sektor alat mesin pertanian, alat berat pertambangan, angkutan laut, kereta api serta pembangkit listrik.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 21 April 2026
Biodiesel 50 Bakal Diterapkan dan Dijual Serentak Buat Semua Pada 1 Juli 2026
Indonesia
Gas Bumi Jumbo Ditemukan di Blok Ganal Kaltim, Potensinya Sampai 5 Triliun Kaki Kubik
Temuan ini memiliki potensi sekitar 5 triliun kaki kubik (Tcf) gas bumi serta 300 juta barel kondensat.
Wisnu Cipto - Senin, 20 April 2026
Gas Bumi Jumbo Ditemukan di Blok Ganal Kaltim, Potensinya Sampai 5 Triliun Kaki Kubik
Indonesia
Iran Buka Selat Hormuz, Energi Indonesia Makin Stabil
Pemerintah Iran resmi membuka kembali Selat Hormuz sebagai jalur perdagangan internasional pada Jumat (17/4) malam.
Wisnu Cipto - Minggu, 19 April 2026
Iran Buka Selat Hormuz, Energi Indonesia Makin Stabil
Indonesia
Ketua Banggar Tolak Pengurangan BBM Subsidi
Said menambahkan langkah lain yang diperlukan adalah memastikan subsidi LPG 3 kilogram tepat sasaran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 April 2026
Ketua Banggar Tolak Pengurangan BBM Subsidi
Indonesia
Timur Tengah Terhambat, Indonesia Beli LPG dari AS dan Australia
Total impor LPG Indonesia 70–75 persen berasal dari Amerika Serikat (AS) dan 20 persen dari Timur Tengah, serta sisanya dari beberapa negara lain, salah satunya Australia.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 06 April 2026
 Timur Tengah Terhambat, Indonesia Beli LPG dari AS dan Australia
Indonesia
Gunung Karangetang Luncurkan Lava Pijar dan Bunyi Gemuruh
Badan Geologi terus melakukan pemantauan intensif terhadap fluktuasi kegempaan dan aktivitas permukaan guna mengantisipasi potensi ancaman bahaya
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 01 April 2026
Gunung Karangetang Luncurkan Lava Pijar dan Bunyi Gemuruh
Berita
Tarif Listrik PLN per kWh April-Juni 2026 Tidak Naik, Ini Daftar Lengkapnya
Tarif listrik PLN per kWh April–Juni 2026 resmi tidak naik. Cek rincian tarif terbaru untuk rumah tangga, bisnis, dan subsidi di sini.
ImanK - Rabu, 01 April 2026
Tarif Listrik PLN per kWh April-Juni 2026 Tidak Naik, Ini Daftar Lengkapnya
Indonesia
Harga Patokan Mineral Nikel Bakal Dinaikkan, Kejar Tambahan Pendapatan Negara
Namun pemerintah belum terburu-buru menaikan harga nikel. Sebab, rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) batu bara dan nikel tahun 2026 belum mengalami perubahan kebijakan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 28 Maret 2026
Harga Patokan Mineral Nikel Bakal Dinaikkan, Kejar Tambahan Pendapatan Negara
Bagikan