MerahPutih.Com - Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin mendapat kepercayaan dari Presiden Jokowi sebagai utusan khusus Presiden bagian keagamaan.
Din Syamsuddin akan mengemban tugas dalam dialog dan kerjasama antaragama dan peradaban.
"Kepada beliau saya memberikan tugas untuk mengembangkan dialog dan kerjasama antar-agama, baik di dalam negeri maupun di luar negeri," kata Presiden Jokowi saat konferensi pers di Istana Merdeka Jakarta, Senin (23/10).
Sebagaimana dilansir Antara, Jokowi berharap pengangkatan Din Syamsuddin sebagai utusan khusus ini bisa mempromosikan kerukunan antaragama yang ada di Indonesia.
"Mengembangkan dialog dan kerja sama antaragama dan antarperadaban dengan mempromosikan kebudayaan dan peradaban Indonesia berdasarkan Pancasila," kata Presiden Jokowi.
Din Syamsuddin mengatakan dirinya telah menerima putusan Presiden dengan "bismillah" sebagai bentuk pegabdian kepada bangsa dan negara.
"Dalam situasi dunia dewasa ini yang penuh ketidakpastian, ketegangan bahkan konflik antar agama dan peradaban, pemerintah RI sering diminta, bahkan dituntut terlibat," ujar Din Syamsuddin.
Menurut Din Syamsuddin, keterlibatan Indonesia ini sesuai dengan pesan pembukaan UUD 1945 agar Indonesia terlibat dalam memlihara ketertiban dunia dan mewujudkan perdamaian abadi.
"Saya menilai pekerjaan ini sebuah perjuangan yang sesuai dengan konstitusi. Saya berniat menjalankan ini sebagai pegabdian bangsa dan negara, mendukung pemerintah kita," ucap Din Syamsuddin yang juga tokoh Muhammadiyah itu berharap.
Din Syamsuddin juga berharap dalam menjalankan tugas ini mendapat dukungan masyarakat Indonesia dan semua pihak bersama dirinya untuk bersama-sama dapat mengembangkan tugas ini.
"Khususnya Islam yang dirindukan dunia, Islam dari Indonesia yang bertumpu pada 'wasatiyyah', pada jalan tengah, Islam yang Islam rahmatan lil alamin sangat ditunggu-tunggu," tuturnya.
Din Syamsuddin mengaku telah mengusulkan melalui Mensesneg Pratikno agar orang lain yang menjalankan tugas ini, namun Presiden mengharapkan dirinya. Dia mengatakan dengan penugasan ini maka akan semakin kuat, karena ada legalitas, formalitas untuk berbuat atas nama negara.
"Sebenarnya apa yang saya lakukan ini sudah saya lakukan selama ini, baik sebagai Presiden 'Asian Conference of Religions for Peace' maupun sebagai 'co-presiden World Conference on Religion for Peace' (WCRP)," pungkas Din Syamsuddin.(*)