Didukung Gantikan Sandiaga Uno, Keponakan Prabowo: Ini di Luar Kendali

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 24 Juli 2019
Didukung Gantikan Sandiaga Uno, Keponakan Prabowo: Ini di Luar Kendali

Keponakan Prabowo, Rahayu Saraswati (Foto: antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Keponakan Prabowo Subianto, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo berterima kasih kepada Politisi Partai Demokrat Ferdinand Hutahaean yang mendukung dirinya menjadi calon Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta.

Dukungan itu Ferdinand utarakan melalui cuitan di akun medsos Twitternya, @FerdinandHaean2. Ferdinand mengatakan bahwa Anggota DPR RI 2014-2019 itu sosok yang pantas mengisi kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta yang tengah lowong hingga saat ini.

Baca Juga: Demokrat Usulkan Keponakan Prabowo Jadi Wagub DKI, Begini Respon PKS

Namun demikian, menurut Sara semua itu merupakan wewenang dari Partai Gerindra. "Tapi sekali lagi ini di luar kendali saya karena itu milik pimpinan partai," kata Sara ketika dihubungi wartawan.

Andai sewaktu-waktu dirinya diminta Gerindra untuk menggantikan Sandiaga di kursi DKI 2, Sara menegaskan akan menghormati arahan itu meski tetap mempertimbangkannya dalam keluarga dan doa.

"Saya angkat soal keluarga karena tentunya restu dari mereka penting, dan doa karena posisi ini bukanlah kepercayaan Kepercayaan ataupun tanggung jawab yang ringan," ungkapnya.

Politikus Partai Gerindra Rahayu Saraswati (dua kiri) Foto: MP/Ponco

Diketahui sebelumnya, Kepala Divisi Advokasi dan Hukum Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean menuliskan cuitan pada akun twitter pribadinya @FerdinandHaean2 menyarankan Keponakan Prabowo Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menjadi Wagub DKI.

Menurutnya Saras adalah orang yang cocok menduduki kursi kedua pemerintahan Jakarta saat ini.

"Sudah betul itu, secara pribadi saya dukung Saras jadi Wagub DKI. Lebih baik dan lebih bs menjalin komunikasi dengan semua pihak," cuit Ferdinand, Minggu (21/7).

Baca Juga: Anies Berharap Pemilihan Wagub DKI Tidak Ditunda Sampai Tahun Depan

Pansus pemilihan Wagub DKI memastikan pelaksanaan rapat paripurna DPRD untuk memilih pendamping Anies wakil molor dari jadwal yang ditentukan.

Menurut Wakil Ketua Pansus, Bestari Barus, ada banyak tahapan yang harus dilalui untuk sampai pada tahap pemilihan wagub DKI. Mulai dari rapat paripurna pengesahan tata tertib pemilihan, penetapan panlih sekaligus penetapan tata tertib.

"Baru setelah itu bekerja, memverifikasi, menetapkan calon, baru mengagendakan paripurna pemilihan," kata Bestari. (Asp)

#Partai Gerindra #Rahayu Saraswati Djojohadikusumo #Wagub DKI Jakarta
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Gerindra mengklaim kinerja pemerintahan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang dinilai oke.
Soffi Amira - Senin, 10 Agustus 2026
Gerindra Klaim Kinerja Pemerintahan Prabowo Oke, Kepuasan Publik Capai 63 Persen
Indonesia
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Gerindra menegaskan, bahwa pihaknya belum membahas Pilpres. Mereka masih fokus menyukseskan program Presiden RI, Prabowo Subianto.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
Gerindra soal Safari Politik Jokowi: Kami Fokus Kawal Pemerintahan Prabowo
Indonesia
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Partai Gerindra memberikan peringatan keras bahwa tidak ada ruang bagi pelanggaran serupa di masa depan
Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026
Gerindra Beri Sanksi Keras ke Anggota DPRD Jember Achmad Syahri yang Asyik Merokok dan Main Game Saat Rapat
Indonesia
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Partai Gerindra akan menggelar sidang terhadap anggota DPRD Jember, Ahmad Syahri Assidqi. Ia ketahuan main game sambil merokok saat rapat.
Soffi Amira - Jumat, 15 Mei 2026
Ketahuan Main Game dan Merokok saat Rapat, Anggota DPRD Jember Bakal Disidang Gerindra
Indonesia
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Survei yang berlangsung pada 13–22 April 2026 ini melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi melalui metode multi-stage random sampling
Angga Yudha Pratama - Rabu, 06 Mei 2026
Survei NRI: Elektabilitas Gerindra Meroket 27,25 Persen, Dampak Kepuasan Publik pada Prabowo-Gibran
Indonesia
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
DPW Partai Nasdem Jawa Timur menegaskan tetap menghormati kebebasan pers sebagai salah satu pilar demokrasi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 15 April 2026
DPW NasDem Jatim Sampaikan Sikap Resmi Terkait Isu Merger
Indonesia
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Wakil Ketua Umum Partai NasDem, Saan Mustopa menanggapi munculnya isu mengenai kemungkinan fusi atau penggabungan antara Partai NasDem dengan Partai Gerindra.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Fusi Partai NasDem dan Gerindra Bukan Perkara Mudah, Saan Mustopa: Belum Menjadi Pembicaraan Internal
Indonesia
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Candaan disampaikan Ketua Komisi XIII DPR Willy Aditya melihat anggota DPR Fraksi NasDem Muslim Ayub duduk bersebelahan dengan anggota DPR Fraksi Gerindra Anwar Sadad dalam ruang rapat.
Frengky Aruan - Senin, 13 April 2026
Kelakar saat RDP Komisi XIII DPR RI di Tengah Isu Merger NasDem-Gerindra: dari Gondangdia ke Kertanegara
Indonesia
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Willy Aditya berkelakar soal merger Gerindra dan NasDem dalam rapat DPR. Candaan ini muncul di tengah isu politik yang tengah berkembang.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 13 April 2026
Willy Aditya Kelakar Soal Merger Gerindra-NasDem di Rapat DPR
Indonesia
Wagub DKI Rano Karno Klaim Rumah Susun Jakarta Lebih Bagus daripada Singapura
Pasalnya, rusun di Jakarta memiliki fasilitas yang baik dan lainnya.
Dwi Astarini - Rabu, 18 Februari 2026
Wagub DKI Rano Karno Klaim Rumah Susun Jakarta Lebih Bagus daripada Singapura
Bagikan