Diabaikan Pemkab Sumba, 280 Keluarga Korban Kebakaran Telantar

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Jumat, 08 September 2017
Diabaikan Pemkab Sumba, 280 Keluarga Korban Kebakaran Telantar

Lokasi kebakaran di kampung besar Puu Komi Bukambero, Desa Bila Cenge, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Provinsi NTT. (MP/Naldy)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya terkesan abai terhadap 280 keluarga korban kebakaran yang terjadi pada Senin (4/9) sekira pukul 11.30 WITA di Kampung Puu Komi, Desa Bila Cengem Kecamatan Kodi Utara.

Pasalnya, sudah satu minggu berlalu, tetapi tidak ada bantuan dari pemerintah setempat. Pemerintah hanya memberikan bantuan satu ton beras, sementara bantuan lainnya seperti tenda untuk tempat tinggal para korban, air bersih dan bahan makan serta kebutuhan lainnya tidak ada. ‎Alhasil, para korban pun telantar.

Kepala Dusun Desa Bila Cenge Marten Ngedo Rangga saat dimintai keterangan menyesalkan sikap Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya yang mengambil kembali satu buah tenda yang diberikan usai kebakaran kepada korban.

"Pemerintah sempat membantu satu buah tenda dari BPBD, tapi dua hari kemudian staf BPBD datang dan ambil kembali tenda itu dengan alasan tidak digunakan, padahal tenda itu sangat membantu para korban. Saya tidak tahu kenapa pemerintah ambil kembali tenda itu," kata Marten di Kodi Utara, Jumat (8/9).

Menurutnya bahwa alasan pemerintah mengambil kembali tenda tersebut sangat tidak masuk akal, akibatnya para korban telantar. Para korban pun akhirnya mencari terpal-terpal rusak dengan bermodalkan bambu untuk membuat rumah darurat agar bisa berteduh.

Tak hanya itu, dia pun menyesalkan sikap pemerintah yang juga tidak memberikan air bersih, akibatnya para korban sangat kesulitan dan hal ini akan berdampak pada kesehatan para korban, terlebih anak-anak.

"Kami sangat berharap pemerintah peduli, karena kasihan saudara-saudara kita yang kena musibah ini. Mereka kesulitan dalam segala hal, baik tempat untuk tidur, air bersih, dan bahan makanan dan kebutuhan lainnya," katanya.

Menurutnya, kebakaran yang terjadi itu menghanguskan 22 rumah dengan total jiwa yang bermukim di dalamnya‎ sebanyak 280 jiwa baik dewasa maupun anak-anak dengan total kerugian yang ditaksir berkisar Rp 500 juta. (*)

Berita ini ditulis berdasarkan laporan dari Naldy, reporter dan kontributor merahputih.com untuk wilayah NTT dan sekitarnya. Baca berita terkait kebakaran lainnya di: Sebanyak 20 Rumah Warga Ludes Dilahap Si Jago Merah

#Kebakaran
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Modifikasi Cuaca Belum Bisa Jadi Solusi Kebakaran TPA Jatiwaringi, BMKG Buka-bukaan Alasannya!
BMKG menyebut operasi modifikasi cuaca belum bisa dilakukan untuk kebakaran TPA Jatiwaringin karena potensi awan rendah.
Wisnu Cipto - Kamis, 02 Juli 2026
Modifikasi Cuaca Belum Bisa Jadi Solusi Kebakaran TPA Jatiwaringi, BMKG Buka-bukaan Alasannya!
Berita
Imbas Kebakaran Terra Drone, Sudin Citata Jaksel Periksa Ketat 650 Gedung
Sudin Citata Jaksel memeriksa 650 gedung. Lalu, ditemukan bangunan tanpa SLF dalam pemeriksaan itu.
Soffi Amira - Kamis, 02 Juli 2026
Imbas Kebakaran Terra Drone, Sudin Citata Jaksel Periksa Ketat 650 Gedung
Indonesia
Prancis Selatan Dilanda Kebakaran Hebat, Ratusan Pemadam Dikerahkan
Pihak berwenang Prancis pun menetapkan status siaga merah tertinggi di enam wilayah Mediterania karena ada risiko kebakaran hutan yang "sangat tinggi".
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Prancis Selatan Dilanda Kebakaran Hebat, Ratusan Pemadam Dikerahkan
Indonesia
Tim Medis Siaga 24 Jam di TPA Sampah Jatiwaringin, Pantau Kesehatan Warga Terdampak Asap
Pengerahan tim medis ini perlu dilakukan mengingat asap pekat yang dihasilkan dari material sampah mulai mengganggu permukiman warga.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 02 Juli 2026
Tim Medis Siaga 24 Jam di TPA Sampah Jatiwaringin, Pantau Kesehatan Warga Terdampak Asap
Indonesia
Status Kebakaran TPA Jatiwaringin Naik dari Siaga Merah Jadi Tanggap Darurat
Pemkab Tangerang meningkatkan status kebakaran TPA Jatiwaringin menjadi tanggap darurat. BNPB kerahkan helikopter water bombing dan 10 mobil damkar untuk pemadaman.
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Juli 2026
Status Kebakaran TPA Jatiwaringin Naik dari Siaga Merah Jadi Tanggap Darurat
Indonesia
Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Ganggu Bandara Soetta, Jadwal Penerbangan Masih Aman
Kebakaran TPA Jatiwaringin meluas, namun operasional penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta tetap aman. BNPB kerahkan helikopter water bombing dan 10 mobil pemadam.
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Juli 2026
Asap Kebakaran TPA Jatiwaringin Belum Ganggu Bandara Soetta, Jadwal Penerbangan Masih Aman
Indonesia
Kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk Meluas Hingga 15 Hektare, Ratusan Warga Terkena ISPA
Kebakaran TPA Jatiwaringin Kabupaten Tangerang meluas hingga 15 hektare. Sebanyak 154 warga terserang ISPA, mayoritas ibu hamil dan balita.
Wisnu Cipto - Rabu, 01 Juli 2026
Kebakaran TPA Jatiwaringin Mauk Meluas Hingga 15 Hektare, Ratusan Warga Terkena ISPA
Indonesia
SMPN 2 Karangpandan Terbakar, Ruang TU dan Kepala Sekolah Ludes Dilalap Api
Kebakaran terjadi di SMPN 2 Karangpandan, Rabu (1/7). Penyebabnya diduga karena korsleting.
Soffi Amira - Rabu, 01 Juli 2026
SMPN 2 Karangpandan Terbakar, Ruang TU dan Kepala Sekolah Ludes Dilalap Api
Indonesia
Kebakaran Hebat TPA Jatiwaringin Makin Meluas, Sudah 2 Hektar Lahan Habis Dilalap Api
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang meluas hingga 2 hektar. Cuaca panas dan angin kencang perparah api.
Wisnu Cipto - Selasa, 30 Juni 2026
Kebakaran Hebat TPA Jatiwaringin Makin Meluas, Sudah 2 Hektar Lahan Habis Dilalap Api
Indonesia
Kebakaran Hebat TPA Jatiwaringin Diduga Dipicu Reaksi Gas Metana dan Cuaca Panas Ekstrem
Kebakaran TPA Jatiwaringin Tangerang berstatus merah. BPBD sebut api diduga dipicu gas metana dan cuaca panas ekstrem. BNPB diminta turunkan helikopter water bombing.
Wisnu Cipto - Selasa, 30 Juni 2026
Kebakaran Hebat TPA Jatiwaringin Diduga Dipicu Reaksi Gas Metana dan Cuaca Panas Ekstrem
Bagikan