Desainer Issey Miyake Tutup Usia

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Rabu, 10 Agustus 2022
Desainer Issey Miyake Tutup Usia

Desainer Issey Miyake meninggal dunia pada usia 84 tahun setelah kanker hati yang diidapnya. (Unsplash/Waldermar Brandt)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BERITA duka datang dari dunia fesyen. Desainer Issey Miyake meninggal dunia. Dia meninggal dunia pada usia 84 tahun setelah kanker hati yang diidapnya. Melansir kantor berita Kyodo, Miyake meninggal pada 5 Agustus 2022 lalu.

Issey Miyake dikenal sebagai desainer dengan ciri khas gaya busana pleated (lipit) dan rapih. Dia juga juga dikenal karena turtleneck hitam yang jadi andalan sahabatnya, Steve Jobs, pendiri Apple.

Miyake yang tidak pernah bercita-cita sebagai desainer ini dikenal karena gaya busana yang praktis. Laman Reuters menyatakan bahwa sebenarnya Miyake ingin menjadi penari atau atlet, namun setelah ia membaca majalah mode milik saudarinya, pria yang lahir di Hirosima ini akhirnya banting setir untuk jadi seorang desainer.

Baca juga:

'Turtleneck' Dianggap Melambangkan Jenius dan Kreatif

desainer issey miyake
Dia juga juga dikenal karena turtleneck hitam yang jadi andalan sahabatnya, Steve Jobs, (Unsplash/Moses Janga)

Miyake sering dipertanyakan soal bom atom karena ia lahir di Hirosima. Namun dia tak mau membicarakan masalah itu kembali. Bahkan kepada Barack Obama tahun 2009 lalu, ia mengatakan bahwa tidak ingin dicap sebagai "perancang yang selamat dari bom".

"Saat memejamkan mata, aku masih melihat hal-hal yang tidak seharusnya dialami oleh siapa pun," kata Miyake dalam suratnya. Ibunya meninggal tiga tahun setelah terpapar radiasi bom atom.

Miyake mencurahkan perhatiannya pada dunia fesyen untuk melupakan hal-hal buruk yang pernah dialaminya selama di Hiroshima. Setelah belajar desain grafis di Universitas Seni Tokyo, Miyake belajar desain pakaian di Paris. Ia bekerja dengan perancang busana terkenal Guy Laroche dan Hubert de Givenchy, sebelum menuju ke New York.

Pada tahun 1970 Miyake kembali ke Tokyo dan mendirikan Miyake Design Studio. Miyake berpartisipasi pada TORAY KNIT EXHIBITION untuk mempresentasikan karya busana yang bisa dipadu padankan untuk banyak kegiatan.

Pada akhir 1980-an, ia mengembangkan cara baru untuk melipat dengan membungkus kain di antara lapisan kertas dan memasukkannya ke dalam mesin press panas, dengan pakaian yang mempertahankan bentuk lipatannya. Diuji untuk kebebasan bergerak mereka pada penari, ini mengarah pada pengembangan gaya busana khasnya "Pleats, Please".

Baca juga:

Cara Stylish Pakai Batik

desainer issey miyake
Miyake sering dipertanyakan soal bom atom karena ia lahir di Hirosima. (Unsplash/Rap Dela Rea)

Berbeda dari desainer lain, Miyake punya ketertarikan pada teknologi dan bagaimana dunia bisa berubah karena adanya teknologi yang hadir. Oleh karena itu, ia mengimplementasikan teknologi ke dalam desainnya, seperti menenun dengan teknologi komputer.

Ia mencoba mencari cara bagaimana metode tradisional bisa merespons kebutuhan di zaman modern. Dunia mulai mengakuinya ketika Miyake berhasil mengubah suatu hal yang terlihat kuno menjadi bernilai artistik tinggi, seperti sashiko embroidery dan leg-guard gaiters.

Ia mengembangkan lebih dari selusin lini mode mulai dari Issey Miyake--utamanya untuk pria dan wanita--, tas, jam tangan, dan wewangian sebelum pada akhirnya pensiun pada 1997 untuk mengabdikan dirinya pada penelitian. Sepanjang 1977-2019, banyak sekali penghargaan yang ia raih sebagai desainer yang jenius dan luar biasa.

Karya-karya Issey Miyake yang kreatif hingga kini masih menjadi perhatian dunia. Dalam setiap karyanya, ia mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, zaman dan juga lingkungan. Selamat jalan, Issey Miyake. (dgs)

Baca juga:

Jennifer Lopez Rancang Tas 'The Hutton Bag' untuk Coach

#Fashion
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Hendaru Tri Hanggoro

Berkarier sebagai jurnalis sejak 2010 dan bertungkus-lumus dengan tema budaya populer, sejarah Indonesia, serta gaya hidup. Menekuni jurnalisme naratif, in-depth, dan feature. Menjadi narasumber di beberapa seminar kesejarahan dan pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan lembaga pemerintah dan swasta.
Show More

Berita Terkait

Fashion
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
Batik perlu terus beradaptasi dengan perkembangan tren fesyen agar dapat memperluas pasar.
Dwi Astarini - Sabtu, 03 Oktober 2026
Inovasi dan Diversifikasi, Jalan Baru Pelestarian Batik
ShowBiz
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Dion tampil tepat di bawah Menara Eiffel yang terkenal di kota tersebut.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Celine Dion Kejutan Paris Fashion Week 2026, Tampil Enerjik dengan ‘I’m Alive’
Fashion
Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Minimalisme elegan mendominasi pasar dengan merek-merek yang menekankan identitas mereka melalui bahan berkualitas tinggi.
Dwi Astarini - Kamis, 24 September 2026
 Fast Fashion So Yesterday, 'Minimalisme Elegan' Ambil Alih Tren Tampilan Minimal dengan Bahan Berkualitas
Fashion
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
First Edit menjadi ruang bagi para mahasiswa untuk membawa karya yang sebelumnya dikerjakan sebagai tugas akhir keluar dari lingkungan kampus.
Dwi Astarini - Minggu, 20 September 2026
Dari Ruang Kelas ke Runway, ESMOD Jakarta Hadirkan First Edit
Fashion
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
UNIQLO dan KAWS kembali berkolaborasi lewat KAWS UNIVERSE yang menghadirkan COMPANION, karakter baru, dan plush charm mulai 14 September 2026.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 11 September 2026
UNIQLO x KAWS Hadirkan KAWS UNIVERSE, Bawa Pesan 'We Are Better Together'
Fashion
'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Penampilan dramatis Putri Diana saat tiba di Serpentine Gallery pada 1994 menjadi salah satu momen ikonis dalam budaya pop.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
 'Revenge Dress' Milik Putri Diana kembali Dilelang, Diperkirakan Laku Rp 4,5 Miliar
Fashion
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Lewat inisiatif ‘With Gemini, In Craft’, Google menjadikan akal imitasi sebagai mitra kreatif pendukung bagi rumah mode, studio kreatif, serta pelaku usaha di Indonesia.
Dwi Astarini - Sabtu, 05 September 2026
‘With Gemini, In Craft’, Google Dorong Kreativitas Fesyen tanpa Batas
Olahraga
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Jersey Tim Indonesia untuk Asian Games Aichi-Nagoya 2026 mengangkat motif Gorga khas Toba dan Limar dari Sumatera Selatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 03 September 2026
Jersey Tim Indonesia di Asian Games 2026 Bawa Dua Warisan Budaya Nusantara
Fashion
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
ESMOD Jakarta memperkuat koneksi fashion global melalui Global Mobility Pathway, membuka pertukaran mahasiswa dengan jaringan ESMOD di berbagai negara.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Tak Sekadar Belajar ke Luar Negeri, Program ESMOD Jakarta Bawa Identitas Fashion Indonesia ke Dunia
Fashion
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
BTN IFW 2026 mengangkat Ulos melalui tema Ulos Simetria. Desainer muda menerjemahkan tradisi, identitas, transformasi, dan pengalaman personal ke dalam mode kontemporer.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 12 Agustus 2026
Ulos Simetria di BTN IFW 2026, Saat Wastra Sumatra Menjadi Bahasa Generasi Baru
Bagikan