MerahPutih.com - Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kalimantan Timur, terus dikebut agar bisa dipakai saat pelaksaaan hari kemerdekaan, 17 Agustus 2024.
Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Hedy Rahadian mengatakan desain proyek terowongan bawah laut atau immersed tunnel di Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai dikerjakan pada tahun ini.
Baca Juga:
BKPM Luncurkan 12 Peta Peluang Investasi, 1 Proyek di IKN Nusantara
"Setelah 2024 targetnya. Itu kan yang sisi timur. Kita akan lakukan desain tahun ini," kata Hedy di Depok, Jabar, Senin (8/9).
Terowongan bawah laut IKN menjadi salah satu proyek jangka panjang yang diperkirakan akan mulai dibangun pada 2025.
Terowongan bawah laut merupakan metode yang umum digunakan untuk menggantikan jembatan melalui wilayah perairan yang lebar. Desain terowongan dirancang dalam bentuk boks dengan panjang antara 1-1,5 kilometer (km).
Pembangunan terowongan bawah laut tersebut disiapkan untuk menjadi bagian dari Seksi 4 Jalan Tol Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN.
Ia mengklaim perancangan konsep terowongan bawah laut IKN telah melalui analisis mengenai dampak lingkungan (AMDAL) guna meminimalisir dampak negatif terhadap lingkungan sekitar.
"Kan ada namanya amdal, itu sudah ada protapnya. Pembangunan itu pasti ada yang terancam. Kita bangun ini (jalan tol) kan ada yang terancam," jelasnya.
Adapun Kementerian PUPR menargetkan pembangunan infrastruktur dasar Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Tahap 1 di Kalimantan Timur, termasuk bangunan kantor pemerintahan di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) selesai pada 2024.
Hingga saat ini, perkembangan konstruksi infrastruktur dasar IKN tahap 1 telah mencapai 62,65 persen dan seluruh kegiatan masih terjaga dari sisi jadwal pelaksanaan (on schedule).
Proyek terowongan bawah laut, dinilai berpotensi mengancam lingkungan, termasuk habitat Pesut Mahakam. (*)
Baca Juga:
Anies Belum Berencana Kampanye dan Kunjungi IKN Nusantara