Demi Terwujudnya Program Pramono sebagai Gubernur DKI, PDIP Berupaya Gaet Parpol KIM Plus di DPRD
Pasangan Pramono Anung-Rano Karno sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jakarta terpilih periode 2025-2030. (MP/Didik Setiawan)
MerahPutih.com - Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Jakarta memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk menggaet partai politik Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus di Legislatif DKI agar memuluskan program pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur, Pramono Anung-Rano Karno periode 2025-2030.
PDIP DKI menargetkan untuk mensuksekan tiga misi utama Pramono-Rano bagi kota Jakarta yang tengah mengalami perubahan fungsi dari Daerah Khusus Ibukota negara menjadi Daerah Khusus Jakarta.
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Pantas Nainggolan mengatakan, upaya mewujudkan visi dan misi Gubernur Pramono bukan hal mudah karena harus memerhatikan prinsip kerja legislatif yakni kolektif kolegial.
"Kita harus mampu meyakinkan anggota fraksi lain yang sebelumnya pendukung calon gubenur lain agar mendukung upaya Gubernur Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakat Jakarta," ujar Pantas saat diskusi bersama Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta dengan tema 'Kemenangan Rakyat Jakarta' di gedung DPRD DKI, Jakarta Pusat, Selasa (21/1).
PDI Perjuangan menargetkan untuk terus mengawal Kartu Jakarta Pintar (KJP) 105.225 siswa dan 735 Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) yang sempat dicabut saat verifikasi tahap II tahun 2024 hingga kembali dipulihkan.
Baca juga:
Pramono-Rano Bakal Bangun Hunian Konsep Mixed Use di Atas Kantor Milik Pemda
"Melalui Komisi E, kami telah berjuang mengembalikan hak warga yang KJP dan KJMU-nya diputus akan diaktifkan kembali di Tahap I 2025. Ini dilakukan setelah PDI Perjuangan melakukan dialog langsung dengan sejumlah orang tua siswa dan mahasiswa," tuturnya.
Program pendidikan ini berkorelasi dengan upaya mewujudkan pemerataan pendidikan di Jakarta dan membantu anak-anak dari keluarga tidak mampu melalui Program Sekolah Gratis Swasta yang kini sudah dimasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2025 yang akan dimulai pada Juli 2025 dan melibatkan 2900 sekolah swasta di Jakarta.
Program pendidikan PDI Perjuangan melalui Komisi E juga konsisten untuk memperjuangkan 2.704 Guru Honorer di Jakarta yang akan diangkat menjadi Guru berstatus kontrak kerja individu (KKI). Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran di Jakarta.
Langkah berikutnya adalah melanjutkan terwujudnya transportasi terintegrasi melalui kerja-kerja politik sepanjang tahun 2024, di mana Fraksi PDI Perjuangan mendorong percepatan pembangunan transportasi publik terintegrasi seperti pembangunan MRT Fase 2A dan LRT Fase 1B.
Fraksi PDI Perjuangan terus mendorong peningkatan anggaran prioritas program pengendalian banjir yang ditujukan bagi normalisasi sungai, rumah pompa air, perbaikan tanggul dan revitalisasi saluran air.
Baca juga:
PDIP Dorong Proyek Pembangunan RDF Plant Diperluas ke 5 Wilayah Jakarta
Sementara dalam penanggulangan sampah, PDI Perjuangan mendorong pembangunan RDF Plant di Rorotan yang mempunyai kapasitas pengolahan sampah hingga 2.500 ton sampah per hari dan akan mengolah sampah dari 16 kecamatan di Jakarta.
Fraksi PDI Perjuangan menyadari Jakarta pasca tidak menyandang status Ibukota mendapatkan sejumlah tantangan antara lain pengembangan infrastruktur kota yang berkualitas, peningkatan kualitas SDM, dan membangun ruang publik yang ramah dan berkelanjutan.
Tantangan selanjutnya yakni kemudahan aksesibilitas, optimalisasi pembangunan dan pengembangan moda transportasi massal yang terintegrasi, penguatan regulasi dan tata birokrasi yang kuat dan sinergis, meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim dan menjaga warisan budaya.
Menurut anggota Komisi C Brando Susanto dari Dapil Jakarta 3 Fraksi PDI Perjuangan tahun ini harus menyadari hanya memiliki 15 anggota dewan dan harus mampu dengan baik mempersuasi anggota partai lain agar mendukung Jakarta yang lebih baik sesuai visi dan misi Gubernur Pramono.
Pengamat Tata Kota dari Universitas Trisakti Nirwono Yoga mengingatkan kemampuan lobi Fraksi PDI Perjuangan kepada fraksi lain akan sangat vital mengingat salah satu misi Gubernur Pramono adalah mewujudkan Jakarta dalam urutan 50 kota global dalam waktu lima tahun.
"Saat ini Jakarta ada di posisi 74 kota global, sementara target Bappeda hanya nomor 58 sedangkan target gubernur adalah rangking 50 dunia. Ini tidak mudah, karena tidak hanya harus berpikir pembangunan infrastruktur namun juga harus mampu memastikan kegiatan berskala internasional bisa terselenggara dengan lancar. Ini perlu lobi-lobi yang baik ke fraksi yang lain!" pungkasnya. (Asp)
Bagikan
Asropih
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Pilpres 2029, PDIP 'Colong Start' Usung Hasto Jadi Capres
Ramadan Tinggal Hitungan Hari, Komisi B DPRD DKI Belum Rapat dengan BUMD Pangan
Penolakan RDF Rorotan Menguat, DPRD DKI Serahkan Evaluasi ke Pemprov
PDIP Dorong Anggaran MBG Diefisiensikan untuk Dana Darurat Bencana di Daerah
Gubernur Pramono Sebut RDF Rorotan Bisa Kurangi Masalah Sampah di Jakarta, Tanggapi Tuntutan Penutupan dari Warga
Pramono bakal Perluas Pelabuhan Muara Angke, Atasi Penumpukan Kapal
Kaesang Yakin PSI Bisa Rebut Jateng dan Bali dari PDIP, Pengamat Sentil Terlalu Berkhayal dan Bermimpi
Jurus Pramono Tangani Banjir Jakarta, Bakal Normalisasi Kali Cakung Lama dan Bangun Waduk di Kali Angke
Pramono Tegaskan Modifikasi Cuaca Pakai Material Tidak Berbahaya
Gubernur Pramono Lanjutkan Normalisasi Kali Ciliwung Setelah Terhenti 2017, Langkah Serius Ditunjukkan